Peristiwa

Thomas Fahmy: Pria AS Tersambar Petir dan Jatuh Saat Menuju Dokter Gigi pada 27 Agustus

×

Thomas Fahmy: Pria AS Tersambar Petir dan Jatuh Saat Menuju Dokter Gigi pada 27 Agustus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Watch: US man struck by lightning describes 'horrific' experience

jurnalistik.co.id – Seorang pria di Staten Island, New York, melaporkan bahwa dirinya mengalami pengalaman yang ia nilai “horrific” setelah tersambar petir saat berjalan di jalanan.

Thomas Fahmy mengatakan insiden itu terjadi pada 27 Agustus, ketika ia sedang menuju dokter gigi.

Menurut Fahmy, pada saat-saat sebelum kejadian, ia melihat “kilatan putih terang” yang muncul tiba-tiba.

Ia menjelaskan bahwa begitu kilatan itu terlihat, ia langsung jatuh ke tanah.

Fahmy juga menyampaikan bahwa ia belum pernah merasakan sensasi seperti itu dalam hidupnya.

“I’ve never felt these sensations ever in my life”, ujarnya dalam keterangannya kepada CBS News, yang merupakan mitra AS dari BBC News.

Dalam ceritanya, Fahmy menggambarkan momen tersebut sebagai sesuatu yang datang secara cepat dan mengubah kondisinya dalam hitungan detik.

Ia menyebut kilatan yang ia lihat sebagai “a bright white flash”, lalu setelahnya tubuhnya seketika tidak lagi mampu melanjutkan langkah.

Kejadian itu membuat Fahmy membutuhkan pertolongan segera.

Ia kemudian dikirim ke rumah sakit dengan bantuan seorang warga setempat yang menelepon 911.

Fahmy tidak mengalami cedera serius setelah insiden tersebut.

Ia menerima penanganan medis yang diperlukan setelah tersambar petir, namun dinyatakan tidak mengalami luka serius.

Dalam keterangannya, Fahmy menekankan bahwa pengalaman yang ia alami sulit dibandingkan dengan hal lain karena tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Peristiwa yang bermula dari aktivitas sehari-hari—berjalan menuju dokter gigi—berakhir dengan kejadian mendadak yang mengubah rutenya seketika.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa setelah mendapatkan bantuan dan dibawa ke fasilitas kesehatan, kondisinya tidak mengalami komplikasi yang berat.

Dengan bantuan warga dan respons layanan darurat melalui panggilan 911, proses penanganan berlangsung cepat setelah ia jatuh.

Hingga laporan ini, informasi yang disampaikan Fahmy berfokus pada dua bagian utama: apa yang ia lihat tepat sebelum kejadian, dan bagaimana sensasi yang ia rasakan saat itu.

Ia menggambarkan “kilatan putih terang” sebagai pemicu yang segera mendatangkan dampak fisik, lalu menyusul rasa dan sensasi yang ia nilai sama sekali asing.

Ia kemudian menyampaikan penilaian pribadinya mengenai kejadian itu sebagai pengalaman yang menegangkan dan sangat mengerikan—“horrific”.

Bagian dari keterangannya juga menegaskan bahwa ia berangkat dari rencana harian yang sederhana, namun petir mengubah jalannya sebelum ia sempat sampai ke tujuan.

Warga setempat yang menolongnya berperan penting dalam memastikan Fahmy memperoleh bantuan darurat.

Setelah panggilan dilakukan, Fahmy dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan tidak mengalami cedera serius.

Dengan demikian, kesaksian Fahmy menyoroti sisi mendadak dari bahaya petir, sekaligus menunjukkan bahwa respons cepat dari sekitar—termasuk panggilan ke 911—dapat membantu mempercepat penanganan setelah insiden.

Ia tetap melaporkan pengalaman itu sebagai sesuatu yang mengusik ingatan karena sensasinya tidak pernah ia rasakan sebelumnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa kejadian di luar kendali dapat terjadi kapan saja di tengah aktivitas sehari-hari.

Menurut Fahmy, kilatan itu muncul tanpa peringatan, memotong aktivitasnya yang saat itu masih berjalan normal. Begitu ia melihat “kilatan putih terang”, langkahnya berhenti seketika, dan tubuhnya langsung jatuh tanpa sempat mempertimbangkan apa yang terjadi.

Setelah insiden tersebut, Fahmy menuturkan bahwa ia membutuhkan pertolongan segera. Warga setempat membantu dengan menghubungi 911, sehingga ia bisa segera dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah pemeriksaan, ia menyatakan tidak mengalami cedera serius dan tidak ditemukan luka serius.

Kesaksian Fahmy juga menyoroti bahwa pengalaman itu sulit dibandingkan dengan apa pun yang pernah ia rasakan. Aktivitas sederhana—berangkat menuju dokter gigi—berakhir dengan kejadian mendadak yang mengubah arah seketika, sementara respons cepat di lokasi turut mempercepat proses penanganan setelah ia jatuh. Ia tetap menganggap kejadian itu mengusik karena sensasi yang muncul benar-benar asing baginya.