Internasional

Pangeran Harry berbagi cara menghadapi duka, stres, dan kehilangan di acara pamungkas kunjungannya

×

Pangeran Harry berbagi cara menghadapi duka, stres, dan kehilangan di acara pamungkas kunjungannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prince Harry talks grief, stress and loss in final event of UK trip

jurnalistik.co.id – Pangeran Harry menutup rangkaian kunjungan publiknya ke Inggris dengan pertemuan emosional bersama anak-anak dan remaja yang tengah berduka, serta sesi tanya jawab yang membahas cara menghadapi stres dan kehilangan.

Dalam penampilan resminya yang terakhir di Britania, Duke of Sussex mendatangi sebuah festival musim panas di Warwickshire yang digelar oleh Scotty’s Little Soldiers, sebuah yayasan yang berfokus pada dukungan bagi anak-anak dan kaum muda yang kehilangan orang tua terkait dinas militer.

Kunjungan itu berlangsung sehari setelah Harry, bersama Meghan dan dua anak mereka, bertemu Raja dan Ratu dalam pertemuan keluarga yang sifatnya privat di Highgrove. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan pertama keluarga Sussex bertemu bersama dengan Raja dan Ratu dalam empat tahun.

Sebelum berbincang dengan para peserta, Harry mengikuti sesi yoga bersama kambing. Setelah itu, ia menjalani sesi Q&A bersama sejumlah anak yang hadir di acara amal tersebut.

Ibunda Harry, Diana, Princess of Wales, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997, saat ia berusia 12 tahun.

Dalam sesi tanya jawab, Poppy (sembilan tahun), yang ayahnya, Able Seaman Daniel Turnbull, meninggal pada 2020 akibat leukemia, bertanya apa yang membuat Harry bisa tertawa ketika hari-hari terasa berat.

Harry menjawab, “You know what, sometimes it’s just a difficult day. It’s not always possible to laugh but my dog makes me laugh, my children make me laugh, and if I need to laugh I’ll probably put something really funny on the television.

But, and this goes for all of you, there are some days when you’d like to laugh but it might not always be possible to laugh.

But you’ve got brothers and sisters, friends, this community… but yes, I think the point is that a laugh at the end of a hard day is the best medicine served.”

Jawaban tersebut menekankan bahwa tidak setiap hari memungkinkan untuk merasa ringan, namun ada bentuk dukungan dari orang-orang di sekitar yang bisa membantu melewati masa sulit.

Sebastian (16 tahun), putra Rev John Hill yang bertugas di Angkatan Laut dan wafat pada 2010, menanyakan apakah Harry melakukan sesuatu yang khusus untuk menandai hari meninggal ibunya atau ulang tahunnya.

Harry menjelaskan tradisi yang mereka jalankan: “Yes, we do lemon drizzle cake,” katanya. Ia menambahkan, “I think traditions are really, really important, especially when they’re sweet.”

Keterikatan pada kebiasaan—terutama yang sarat makna—tampak menjadi salah satu cara yang dipilih Harry untuk menjaga ingatan tanpa menutup ruang bagi kebersamaan.

Joshua (21 tahun), yang ayahnya, Lance Corporal Christopher Bradshaw, meninggal pada November 2011 dalam kecelakaan di jalan raya, lalu menanyakan langkah yang bisa diambil ketika hidup terasa menekan dan semuanya menjadi sulit.

Ia bertanya, “When life takes its toll and things get tough, what do you do to de-stress and relax?”

Harry menjawab langsung mengenai manfaat aktivitas: “Exercise is universally good for helping with grief, stress, loss.” Ia juga menyebut cara sederhana untuk mengubah suasana: “Whether it’s going for a walk through nature, taking the dog for a walk or swimming in the cold sea – I love that – just to get yourself out and moving.”

Menurut Harry, dalam kondisi berduka atau sedang diliputi stres, orang bisa saja terjebak untuk terus duduk dengan perasaan itu. Namun ia menilai lebih baik melakukan sesuatu—terutama berbicara—ketika beban itu terasa terlalu berat.

Ia menutup bagian nasihatnya dengan ajakan yang ditujukan kepada para remaja yang hadir: “Guys, if you’re feeling it, share it.”

Sejumlah hal yang disampaikan Harry menempatkan kehilangan sebagai bagian nyata dari hidup, tetapi juga menegaskan bahwa ruang untuk merespons—baik lewat tradisi, gerak tubuh, maupun dukungan dari komunitas—tetap ada.

Penampilan publik terakhir Harry ini juga datang di tengah kunjungan yang tidak sepenuhnya mulus. Kunjungan tersebut terkait promosi Invictus Games bagi para prajurit yang terluka, namun Meghan tidak menemani Harry untuk setiap acara publik di Inggris pekan ini setelah ada perselisihan terkait keamanan.

Pada Selasa, Harry juga dikabarkan kehilangan gugatan High Court yang ia ajukan bersama sejumlah figur terkenal terhadap penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday. Gugatan itu terkait dugaan pengumpulan informasi yang tidak sah.

Dengan rangkaian pertemuan yang berakhir di Warwickshire, pesan yang dibawa Harry justru bergeser dari sorotan publik menuju ruang yang lebih personal—mengenai bagaimana berduka dan stres bisa dihadapi, bukan disangkal, serta bagaimana dukungan dan aktivitas dapat membantu seseorang tetap bergerak menghadapi hari-hari berikutnya.