Peristiwa

Pemprov Gorontalo Matangkan 5.000 Polopalo untuk Suvenir PENAS XVII Petani dan Nelayan

×

Pemprov Gorontalo Matangkan 5.000 Polopalo untuk Suvenir PENAS XVII Petani dan Nelayan

Sebarkan artikel ini
Pemprov Gorontalo Siapkan 5.000 Polopalo Suvenir PENAS XVII
Ilustrasi: Pemprov Gorontalo Siapkan 5.000 Polopalo Suvenir PENAS XVII

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo mematangkan persiapan suvenir Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan berupa polopalo. Alat musik tradisional ini disiapkan sebanyak 5.000 unit untuk rangkaian acara yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

Proses pengerjaan melibatkan pegawai di seluruh OPD pemprov. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) ditetapkan sebagai koordinator pelaksanaan pembuatan polopalo tersebut.

Lima hari jelang pembukaan PENAS XVII, capaian pengerjaan dilaporkan sudah mencapai 4.137 unit atau 82,74 persen. Dikbud menyampaikan optimisme bahwa suvenir dapat rampung sesuai jadwal pelaksanaan.

Progres 4.137 unit dan rincian tahap pengerjaan

Dalam laporan perkembangan, suvenir yang sudah masuk di Dikbud mencapai 2.391 unit. Sementara itu, polopalo yang dilaporkan sudah selesai di masing-masing OPD disebut sebanyak 1.746 unit.

Kadisdikbud Sudarman Samad menjelaskan rincian status pengerjaan. “Polo-palo yang sudah masuk di Dikbud ada 2.391. Dilaporkan sudah selesai di OPD ada 1.746 artinya sudah 4.137 unit selesai. Sisanya ada yang masih berupa potongan bambu, pembentukan, ada juga sudah tahap pemasangan karet dan uji bunyi,” kata Kadis Dikbud Sudarman Samad.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa sisa produksi masih berada pada beberapa tahapan proses. Tahapan yang disebut meliputi potongan bambu, pembentukan, pemasangan karet, hingga uji bunyi.

Pelibatan OPD dan 27 pengrajin

Pembuatan polopalo tidak hanya mengandalkan keterlibatan pegawai, tetapi juga melibatkan pengrajin. Sebanyak 27 pengrajin turut berperan dalam proses produksi.

Pengrajin tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Bonepantai, Suwawa Selatan, dan Kecamatan Tapa. Pembagian wilayah pengrajin ini selaras dengan kebutuhan pembuatan polopalo dalam jumlah besar.

Keterlibatan lintas pihak diharapkan mempercepat penyelesaian suvenir sekaligus menjaga kesinambungan pembuatan alat musik tradisional. Dengan demikian, produksi dapat berjalan dari tahap awal hingga kesiapan alat musik untuk digunakan dalam kegiatan PENAS XVII.

Polopalo sebagai alat musik tradisional Gorontalo

Polopalo merupakan alat musik tradisional Gorontalo yang terbuat dari bambu. Bentuknya dibentuk menyerupai garpu tala, sehingga memiliki karakter fisik khas dalam permainan musik.

Di bagian bawah polopalo disediakan lubang untuk mengatur nada yang keluar ketika dipukul. Nada tersebut muncul saat polopalo dipukul ke bagian lutut kaki pemainnya.

Secara historis, polopalo dikenal sebagai alat musik golongan idiofon. Pada masa sebelumnya, alat musik ini sering digunakan petani untuk menghibur diri di sawah atau saat beternak sapi.

Seiring perkembangan pemanfaatannya, polopalo kini dimainkan secara berkelompok dalam sebuah ansambel musik. Perubahan cara main ini memperluas fungsi polopalo dari aktivitas keseharian menjadi bagian dari pergelaran dan kegiatan pertunjukan musik.

Harapan pengenalan budaya bagi peserta PENAS XVII

Kehadiran polopalo dalam PENAS XVII diharapkan menjadi sarana pengenalan budaya Gorontalo. Suvenir ini dirancang agar dapat dikenal oleh semua peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Dengan jumlah 5.000 unit, penyediaan polopalo juga menunjukkan kesiapan Pemprov Gorontalo dalam menyuguhkan elemen budaya lokal. Alat musik tradisional yang menjadi warisan ini diharapkan memberi pengalaman baru saat peserta mengikuti rangkaian kegiatan.

Polopalo juga menyimpan nilai pengakuan resmi dari pemerintah pusat. Sejak tahun 2015, polopalo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah pusat.

Melalui tahapan pengerjaan yang dilaporkan terus berjalan, Pemprov Gorontalo berupaya memastikan suvenir siap digunakan pada rentang waktu pelaksanaan PENAS XVII. Dengan capaian 4.137 unit atau 82,74 persen, proses persiapan saat ini berada pada jalur penyelesaian sebelum pembukaan acara dimulai.