Daerah

Gusnar Ismail Dicanangkan GERTAM Padi PM-AAS Serentak Virtual di Desa Pilolohayanga Barat

×

Gusnar Ismail Dicanangkan GERTAM Padi PM-AAS Serentak Virtual di Desa Pilolohayanga Barat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur Gusnar Canangkan Gerakan Tanam Serentak PM-AAS

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mencanangkan Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) padi menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) secara virtual serentak di seluruh kabupaten/kota.

Pencanangan itu dipusatkan di Desa Pilolohayanga Barat, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis 31/7/2026.

Dalam kegiatan tersebut, pelaksanaan GERTAM dilakukan bersamaan melalui skema virtual, sehingga proses pencanangan tidak terbatas pada satu lokasi administrasi saja.

PM-AAS sendiri merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi. Sistem ini menggabungkan penggunaan varietas benih unggul, pola tanam dengan jarak rapat, serta optimalisasi mekanisasi alat dan mesin pertanian.

Pengembangan teknologi padi melalui skema seperti PM-AAS di seluruh Indonesia seluas 1 juta hektar pertama kali dikenalkan pada gelar teknologi PENAS XVII.

Gusnar menekankan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi pendampingan penyuluh pertanian di lapangan. Menurutnya, penyuluh perlu fokus membimbing petani sejak masa tanam hingga panen, tanpa memperbanyak agenda rapat.

Ia juga meminta penyuluh memantau seluruh fase pertumbuhan tanaman, mulai dari tahapan vegetatif hingga generatif, termasuk saat proses panen.

Pengamatan, seperti terhadap jumlah anakan dan malai, serta evaluasi serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan berkala. Hal tersebut dijadikan dasar untuk menilai kondisi pertanaman dan langkah perbaikan yang diperlukan.

“Penyuluh tinggal membimbing sedikit saja. Tidak perlu terlalu banyak pertemuan kemudian mengarahkan, yang penting ketemu petani di lapangan kayak begini tadi, selesai urusan,” kata Gusnar.

Selain pendampingan, Gubernur juga mendorong agar setiap penyuluh mencapai pendampingan minimal 50 hektar lahan tanam. Ia menambahkan bahwa penyuluh yang mampu melampaui target dan menghasilkan produktivitas di atas 10 ton per hektar berhak memperoleh penghargaan.

Gusnar turut meminta dukungan dari distributor pupuk agar target yang ditetapkan benar-benar bisa dicapai. “Demikian pula dari teman-teman distributor pupuk, semua harus mendukung ini, sehingga ini benar-benar bisa berhasil. Kita targetkan Gorontalo menjadi yang terbaik dalam program ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BRMP Provinsi Gorontalo Ardi Praptono menyampaikan bahwa target tanam padi di Gorontalo mencapai 6.576 hektar pada periode Juli hingga September 2026.

Ardi mengatakan agar target tersebut terpenuhi, setiap penyuluh diharapkan mendampingi sedikitnya 50 hektar lahan. “Ada 2.805 hektar yang nanti harus dicapai di Kabupaten Gorontalo. Kita tau persis bahwa Kabupaten Gorontalo ini memiliki luasan sawah yang irigasi cukup luas,” ucapnya.

Pencanangan dimulai dengan demplot seluas sekitar 10 hektar yang dibiayai BRMP Gorontalo. Demplot itu menjadi lokasi percontohan agar petani dapat mengamati penerapan metode PM-AAS sejak awal tanam hingga proses panen.

Dengan adanya demplot serta penguatan peran penyuluh, pemerintah daerah menempatkan GERTAM PM-AAS sebagai upaya terstruktur untuk mendorong penerapan teknologi budidaya padi yang lebih intensif di wilayah-wilayah sasaran.

Melalui pencanangan serentak secara virtual, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penyelarasan pelaksanaan tanam di seluruh kabupaten/kota sekaligus memastikan tahapan pendampingan berjalan sesuai rencana hingga panen.

Melalui skema pencanangan yang dilakukan secara virtual, pemerintah berupaya menyatukan langkah penanaman di berbagai wilayah agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi lintas kabupaten/kota menjadi bagian penting untuk menjaga ketepatan waktu tanam sekaligus memastikan arahan program diterapkan pada fase-fase berikutnya.

Di sisi penerapan teknik, PM-AAS menitikberatkan pada penggunaan benih unggul, penataan jarak tanam yang rapat, serta pemanfaatan mekanisasi alat dan mesin pertanian. Bersamaan dengan itu, pendampingan penyuluh di lapangan diarahkan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, mulai dari fase vegetatif hingga generatif, termasuk pengawasan saat panen, evaluasi kondisi tanaman, serta penilaian serangan hama dan penyakit secara berkala.

Untuk menguatkan target program, BRMP Provinsi Gorontalo menempatkan demplot seluas sekitar 10 hektar sebagai media percontohan penerapan PM-AAS sejak awal tanam hingga panen. Penyuluh kemudian didorong mengejar cakupan pendampingan minimal 50 hektar, sejalan dengan target tanam padi Juli hingga September 2026 seluas 6.576 hektar, dengan fokus pencapaian 2.805 hektar di Kabupaten Gorontalo. Dukungan juga diminta datang dari distributor pupuk agar program dapat benar-benar berjalan, serta mendorong penghargaan bagi hasil produktivitas yang melampaui 10 ton per hektar.