Teknologi

Peneliti Mengungkap Asal Gangguan GPS di Eropa: Ternyata dari Luar Angkasa

×

Peneliti Mengungkap Asal Gangguan GPS di Eropa: Ternyata dari Luar Angkasa

Sebarkan artikel ini
Peneliti Ungkap Sumber Gangguan GPS Eropa, Ternyata dari Luar Angkasa Tekno 11 Juni 2026
Ilustrasi: Peneliti Ungkap Sumber Gangguan GPS Eropa, Ternyata dari Luar Angkasa

jurnalistik.co.id – Para peneliti melaporkan temuan yang mengungkap asal gangguan sinyal GPS di Eropa yang terjadi dalam rentang waktu panjang. Berdasarkan analisis mereka, sumber gangguan tersebut berasal dari satelit militer Rusia yang beroperasi di luar angkasa.

Penelitian ini disebut menjadi bukti pertama bahwa sebuah negara dapat mengganggu sinyal GPS dalam skala benua dari luar angkasa. Dengan kata lain, gangguan tidak hanya bersifat lokal, melainkan dapat menjangkau wilayah yang luas di Eropa.

Tim riset berasal dari University of Texas at Austin. Mereka dipimpin Profesor Todd Humphreys dengan mahasiswa riset Zach Clements, serta melibatkan Argyris Kriezis dari Stanford University.

Dalam studi tersebut, peneliti mengidentifikasi 75 insiden gangguan sinyal GPS yang tercatat sejak 2019 hingga 2026. Gangguan dinilai signifikan karena menyebabkan penurunan rasio sinyal terhadap gangguan suara, atau carrier-to-noise ratio (CNR), sebesar 5 dB atau lebih.

Wilayah yang terdampak disebut sangat luas, mulai dari Islandia di bagian utara hingga Italia di bagian selatan. Setiap insiden gangguan berlangsung kurang dari 10 detik, sehingga durasinya relatif singkat.

Dari sisi dampak langsung, peneliti menilai gangguan tersebut tidak menimbulkan konsekuensi serius. Alasannya, sebagian besar perangkat dinilai akan beralih secara otomatis ke sinyal cadangan atau menggunakan lokasi terakhir yang diketahui.

Identifikasi pelaku dari satelit militer Rusia

Meski dampaknya tidak dianggap membahayakan dalam kondisi saat itu, penelitian justru menyoroti kemampuan teknis yang ditunjukkan oleh gangguan tersebut. Setelah melalui analisis panjang, tim menyimpulkan pelakunya berasal dari tiga satelit Rusia dalam konstelasi Edinaya Kosmicheskaya Sistema (EKS).

EKS dijelaskan sebagai sistem satelit militer Rusia yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal yang berpotensi mengancam wilayah Rusia. Sistem yang sama juga disebut mampu mendeteksi ledakan nuklir di seluruh dunia.

Satelit EKS pertama diluncurkan pada 2019. Pada tahun yang sama, gangguan GPS skala luas untuk pertama kalinya tercatat pada Oktober 2019, yakni sebulan setelah peluncuran satelit EKS pertama.

Peneliti juga menyebut tiga satelit EKS yang teridentifikasi sebagai sumber gangguan berasal dari seri Tundra. Satelit-satelit tersebut beredar di orbit khusus yang disebut Molniya, yang dalam bahasa Rusia berarti โ€œpetirโ€.

Untuk mendeteksi sumber gangguan, tim menyusun kerangka kerja berbasis data dari jaringan 165 stasiun referensi GPS yang tersebar di seluruh Eropa. Dari kumpulan data itulah, mereka melakukan penelusuran terhadap pola gangguan yang muncul.

Ciri teknis sinyal: bergeser dari frekuensi GPS L1

Menurut hasil analisis, karakteristik teknis sinyal gangguan menjadi faktor yang membuat temuan semakin meyakinkan. Sinyal gangguan tidak ditemukan persis berada pada frekuensi GPS L1, melainkan sedikit bergeser.

Pusat sinyal gangguan disebut berada pada 1577,5 MHz, sekitar 2 MHz di atas frekuensi pusat GPS L1. Dengan temuan pergeseran frekuensi tersebut, peneliti menyimpulkan pola yang teramati tidak terjadi secara kebetulan.

Profesor Todd Humphreys menyampaikan bahwa pergeseran ini kemungkinan merupakan upaya sengaja untuk menguji kemampuan jamming tanpa mudah terdeteksi. Dengan pendekatan seperti itu, tim menilai gangguan bisa tetap mengganggu sinyal, sekaligus menyulitkan identifikasi yang mudah dilakukan.

Secara keseluruhan, penelitian merangkum bahwa gangguan GPS di Eropa yang tercatat sejak 2019 hingga 2026 dapat ditautkan pada tiga satelit EKS seri Tundra milik Rusia. Temuan ini menekankan bahwa dari sudut pandang teknis, gangguan dari ruang angkasa mampu menjangkau area benua dan memengaruhi kualitas sinyal GPS dalam skala yang terukur.