Bisnis & Ekonomi

BEI Cabut Status HSC LUCY, Perseroan Tak Lagi Masuk Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi

×

BEI Cabut Status HSC LUCY, Perseroan Tak Lagi Masuk Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BEI Cabut Status HSC LUCY Usai Pengendali Jual Barang - Market

jurnalistik.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan status kepemilikan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY). Perusahaan tersebut tidak lagi masuk kategori kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Pengumuman itu disampaikan melalui dokumen resmi BEI dan KSEI yang terbit pada 2 Juli 2026. Untuk BEI, rujukannya bernomor Peng-RSC-00001/BEI.WAS/07-2026, sedangkan dari sisi KSEI tercantum nomor KSEI-4604/DIR/0726.

BEI menyatakan bahwa LUCY sudah tidak berada dalam kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Direktur BEI Yulianto Aji Sadono menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip pada Minggu (5/7/2026).

“Dengan ini diumumkan bahwa Perseroan tidak lagi berada dalam kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi,” ujar Yulianto Aji Sadono.

Sebelum keputusan ini berlaku, otoritas bursa sempat menandai LUCY dengan kecenderungan kepemilikan saham terkonsentrasi pada periode bulan lalu. Penandaan tersebut kemudian dikaji ulang melalui mekanisme penilaian yang menjadi rujukan BEI dan KSEI.

Dalam proses kajian, status kepemilikan saham terkonsentrasi dinilai berdasarkan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham. Penilaian tersebut mencakup dua bentuk pencatatan kepemilikan, yakni warkat (scrip) dan tanpa warkat (scripless).

Dengan pertimbangan atas struktur kepemilikan yang dimaksud, BEI akhirnya menyampaikan bahwa perseroan tidak lagi memenuhi kriteria untuk masuk HSC. Perubahan status ini sekaligus mengubah bagaimana LUCY diposisikan dalam pemantauan konsentrasi kepemilikan saham di bursa.

Implikasi administratif bagi status HSC

Pengeluaran dari kategori HSC umumnya terkait dengan evaluasi berkelanjutan terhadap konsentrasi kepemilikan. Dalam pengumuman resmi yang dirujuk, BEI menegaskan bahwa LUCY sudah tidak berada dalam kondisi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.

Langkah tersebut juga memperlihatkan adanya siklus pemeriksaan yang mempertimbangkan format kepemilikan saham. Metodologi yang membedakan warkat dan scripless digunakan untuk memastikan penilaian dilakukan atas basis data struktur kepemilikan yang relevan.

Dengan demikian, rilis yang diterbitkan pada 2 Juli 2026 menjadi dasar formal pengkinian informasi status LUCY di bursa. Sejak keterangan itu disampaikan dan dikutip pada 5 Juli 2026, LUCY dinyatakan keluar dari kategori kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.

Ke depan, perusahaan tetap berada dalam pengawasan bursa sesuai ketentuan yang berlaku. Namun untuk periode yang diumumkan, status LUCY telah diperbarui dan BEI menyebut perseroan tidak lagi masuk kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi sebagaimana termuat dalam pengumuman resmi tersebut.

Perubahan status tersebut menandai bahwa posisi kepemilikan saham LUCY pada akhirnya tidak lagi memenuhi ukuran konsentrasi yang digunakan dalam penetapan High Shareholding Concentration. Dengan kata lain, hasil kajian yang dijadikan rujukan BEI dan KSEI mengarah pada pembaruan status pengawasan atas perseroan.

Dalam pengumuman yang dirujuk, BEI menekankan bahwa pengkinian informasi dilakukan melalui dokumen resmi yang memuat dasar perubahan. Nomor Peng-RSC-00001/BEI.WAS/07-2026 serta nomor KSEI-4604/DIR/0726 menjadi rujukan administratif yang menegaskan pembaruan informasi setelah melalui tahap evaluasi dan penilaian.

Penilaian ulang tersebut juga memperlihatkan bahwa penetapan HSC tidak bersifat sekali putus, melainkan dapat dikaji melalui mekanisme yang menjadi acuan bursa. Setelah sebelumnya terdapat penandaan kecenderungan kepemilikan yang dinilai tinggi pada periode bulan lalu, status LUCY kemudian ditinjau kembali menggunakan kerangka metodologi penentu HSC.

Kerangka metodologi yang digunakan menempatkan struktur kepemilikan sebagai elemen kunci. Penilaian mempertimbangkan pencatatan kepemilikan melalui dua pendekatan, yaitu warkat (scrip) dan tanpa warkat (scripless), sehingga klasifikasi yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan cara pencatatan yang berlaku pada masing-masing bentuk kepemilikan.

Selain itu, perubahan status ini sekaligus memengaruhi bagaimana LUCY dibaca dalam pemantauan konsentrasi kepemilikan saham. Setelah keluar dari kategori HSC, perseroan tidak lagi diposisikan sebagai entitas yang memenuhi kriteria kepemilikan terkonsentrasi tinggi pada periode yang ditetapkan dalam pengumuman resmi tersebut.

Berdasarkan kronologi yang tercantum, dokumen dari BEI dan KSEI terbit pada 2 Juli 2026, lalu keterangan yang disampaikan direktur BEI dikutip pada 5 Juli 2026. Langkah sinkronisasi waktu ini menunjukkan bahwa pembaruan status dilakukan secara berurutan, dari penerbitan dokumen resmi hingga penyampaian keterangan yang merangkum hasil penilaian.