Peristiwa

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Kayubulan Libatkan Basarnas dan Ditpolair Polda Gorontalo

3
×

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Kayubulan Libatkan Basarnas dan Ditpolair Polda Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Kayubulan Libatkan Basarnas dan Ditpolair Polda Gorontalo
Ilustrasi: Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Kayubulan Libatkan Basarnas dan Ditpolair Polda Gorontalo

jurnalistik.co.id – Polsek Batudaa Pantai bersama tim gabungan Basarnas dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Gorontalo melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

Korban diketahui bernama Herman S. Ali (47), warga Dusun Pentadu, Desa Kayubulan. Sehari-hari, korban bekerja sebagai nelayan dan aktivitasnya berangkat dari wilayah setempat.

Berdasarkan keterangan keluarga, Herman S. Ali berangkat melaut untuk memancing pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Hingga saat ini, korban belum kembali ke rumah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Batudaa Pantai menerima informasi kejadian dan segera mengerahkan personel untuk melakukan koordinasi serta langkah-langkah penanganan di lapangan. Proses tersebut juga diarahkan untuk memastikan pencarian berjalan terstruktur di lokasi perairan yang disebutkan.

Pada tahap pencarian awal, warga menemukan perahu milik korban masih terikat di rakit atau rompon yang biasa digunakan korban. Temuan itu berada sekitar 15 mil dari daratan, namun Herman S. Ali tidak ditemukan di lokasi tersebut.

Setelah menerima informasi dari hasil pencarian awal, Polsek Batudaa Pantai kemudian berkoordinasi dengan Basarnas serta Ditpolair Polda Gorontalo untuk melaksanakan operasi pencarian di sekitar perairan Kecamatan Batudaa Pantai. Koordinasi ini dilakukan agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih luas dan terarah.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan korban. Upaya pencarian difokuskan pada wilayah perairan yang relevan dengan rute dan kondisi aktivitas korban saat berangkat melaut.

Polda Gorontalo mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di laut. Pihak kepolisian juga meminta agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi keadaan darurat atau situasi yang memerlukan bantuan.

Operasi pencarian ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap laporan hilangnya nelayan di perairan Kayubulan. Melalui sinergi di lapangan, diharapkan informasi mengenai keberadaan korban dapat segera diperoleh.

Laporan hilangnya Herman S. Ali menjadi perhatian sejak informasi diterima pada akhir pekan tersebut. Keberangkatan pada dini hari sekitar pukul 03.00 Wita membuat pencarian perlu dilakukan secara cepat, karena jarak dan kondisi perairan dapat berubah seiring waktu. Keluarga juga terus menunggu kabar dan menjadi dasar arahan awal untuk pelacakan di sekitar area keberangkatan.

Dalam penelusuran awal, perhatian diarahkan pada benda-benda yang berkaitan dengan aktivitas korban. Perahu milik Herman S. Ali yang masih terikat di rakit atau rompon menjadi petunjuk awal bahwa korban diduga berada di sekitar lokasi perairan yang digunakan sebagai tempat beraktivitas. Meski demikian, hasil pengamatan pada titik temuan di sekitar 15 mil dari daratan belum menunjukkan keberadaan korban.

Setelah temuan tersebut, Polsek Batudaa Pantai melanjutkan proses penanganan dengan menguatkan koordinasi lintas pihak. Basarnas dan Ditpolair Polda Gorontalo kemudian dilibatkan agar operasi pencarian tidak hanya terbatas pada titik awal, melainkan berkembang ke area yang memiliki keterkaitan dengan rute dan konteks keberangkatan korban saat memancing.

Koordinasi itu juga menekankan penyisiran yang lebih terarah, termasuk pembagian fokus wilayah sesuai pertimbangan kondisi perairan. Tim gabungan terus melakukan pemeriksaan di segmen-segmen lokasi yang dianggap relevan dengan kemungkinan pergerakan korban, sambil mengupayakan pengumpulan informasi tambahan bila ada petunjuk dari warga di sekitar perairan.

Di sisi lain, Polda Gorontalo mengingatkan agar masyarakat, terutama nelayan, meningkatkan kewaspadaan ketika berada di laut. Ajakan tersebut mencakup pentingnya memperhatikan aspek keselamatan serta segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila muncul situasi darurat atau membutuhkan bantuan. Dengan pelaporan yang cepat, penanganan seperti operasi pencarian dapat berjalan lebih efektif.