jurnalistik.co.id – Pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Gatot Subroto, Pancoran, hingga Kuningan hari ini perlu menyiapkan rute alternatif. Dishub DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas terkait penyelenggaraan ajang UMKM 5K Run pada Minggu (21/6/2026).
Langkah pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran kegiatan sekaligus meminimalkan dampak kemacetan di sekitar lokasi. Penyesuaian rute juga diarahkan melalui jalur yang telah disiapkan agar arus kendaraan tetap bergerak.
Berikut pengaturan rekayasa lalu lintas yang disampaikan Dishub DKI Jakarta melalui unggahan Instagram resminya pada 20/6/2026. Pengalihan berlaku untuk beberapa pergerakan kendaraan dari titik masuk tertentu menuju tujuan di area sekitar Pancoran, Kuningan, dan sekitarnya.
Rekayasa arus per arah
Bagi kendaraan dari arah timur atau Cawang yang hendak menuju Slipi, pengendara dapat melintasi Jalan Letjen MT Haryono. Selanjutnya, perjalanan diarahkan melalui Flyover Pancoran dan Jalan Gatot Subroto, lalu melewati Flyover Kuningan sebelum kembali masuk ke Jalan Gatot Subroto untuk mencapai tujuan.
Sementara itu, untuk kendaraan dari arah Cawang menuju Mampang, Dishub menyarankan rute melalui Jalan Letjen MT Haryono dan Flyover Pancoran. Setelah itu, kendaraan diarahkan lewat Jalan Gatot Subroto, kemudian Jalan Kapten Tendean, dan lanjut ke Jalan Mampang Prapatan Raya.
Bagi pengguna jalan dari arah Mampang menuju Slipi, rute yang disarankan adalah melintas melalui Jalan Mampang Prapatan Raya. Dari jalur tersebut, kendaraan kemudian diarahkan menuju Jalan Terusan HR Rasuna Said, selanjutnya menuju Jalan Gatot Subroto dan melanjutkan perjalanan sesuai tujuan.
Adapun kendaraan dari arah Slipi yang akan menuju kawasan Galunggung dan Setiabudi dapat menggunakan jalur Jalan Gatot Subroto. Kendaraan kemudian diarahkan melalui Jalan HR Rasuna Said, dilanjutkan menuju Jalan Gilimanuk, Jalan Denpasar Raya, dan Jalan Prof. Dr. Satrio, sebelum berputar di depan Kuningan City.
Setelah melalui area depan Kuningan City, kendaraan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Setiabudi. Rute ini dirancang agar perpindahan arus tetap terkendali di koridor utama sekitar Kuningan.
Untuk kendaraan dari kawasan Prof. Dr. Satrio menuju Cawang, Dishub menyiapkan jalur melalui Underpass Casablanca dan Jalan Raya Casablanca. Kendaraan kemudian berputar di Taman Saharjo, kembali ke Jalan Raya Casablanca, lalu masuk lagi ke Jalan HR Rasuna Said sebelum menuju Jalan Gatot Subroto.
Titik putar balik dan pengaturan tambahan
Dalam skema rekayasa lalu lintas tersebut, Dishub juga menyiapkan sejumlah titik putar balik atau u-turn. Titik u-turn tersedia di bawah Flyover Simpang Jalan Gatot Subroto, di depan Kementerian Kesehatan, serta di sepanjang koridor Jalan HR Rasuna Said.
Ketersediaan titik putar balik ini diharapkan dapat membantu kendaraan yang membutuhkan perubahan arah tanpa harus mencari jalur alternatif secara mendadak. Dengan demikian, arus tetap lebih tertib saat pengalihan berjalan.
Transportasi umum dan pilihan parkir
Untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, peserta maupun masyarakat dianjurkan memanfaatkan transportasi umum menuju lokasi kegiatan. Salah satu akses yang dapat digunakan adalah layanan Transjakarta yang berhenti di Halte Pancoran arah barat.
Sejumlah rute Transjakarta yang melayani kawasan tersebut antara lain rute 4K (Pulo Gadung–Kejaksaan Agung), rute 9 (Pinang Ranti–Pluit), rute 9A (Cililitan–Grogol), rute 9C (Pinang Ranti–Bundaran Senayan), rute 9D (Pasar Minggu–Tanah Abang), serta rute 13B (Puri Beta–Pancoran). Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan LRT Jabodebek dengan turun di Stasiun LRT Pancoran.
Layanan LRT Jabodebek beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB. Moda ini menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan selama acara berlangsung agar perjalanan lebih efisien dibanding menggunakan kendaraan pribadi.
Bagi peserta yang tetap membawa kendaraan pribadi, panitia menyiapkan dua lokasi parkir utama, yaitu Gedung Smesco Indonesia dan Hanggar Aldiron. Gedung Smesco Indonesia memiliki kapasitas 450 mobil dan 600 sepeda motor, sedangkan Hanggar Aldiron mampu menampung 600 mobil dan 550 sepeda motor.
Dengan demikian, total kapasitas parkir yang disediakan mencapai 1.050 kendaraan roda empat dan 1.150 kendaraan roda dua. Pengaturan ini diharapkan dapat membantu kelancaran arus masuk dan keluar kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Pada akhirnya, Dishub mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Pengendara disarankan memilih jalur alternatif atau menggunakan transportasi umum guna menghindari kepadatan lalu lintas selama pelaksanaan UMKM 5K Run.












