Peristiwa

Rangkaian Tabrakan di Flyover Kretek Brebes Diduga Dipicu Truk Rem Blong, Delapan Orang Luka-luka

×

Rangkaian Tabrakan di Flyover Kretek Brebes Diduga Dipicu Truk Rem Blong, Delapan Orang Luka-luka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Truk Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Flyover Kretek Brebes, Delapan Orang Terluka

jurnalistik.co.id – Kecelakaan lalu lintas beruntun dilaporkan terjadi di Flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (26/7/2026). Peristiwa yang diduga dipicu gangguan pada sistem pengereman itu mengakibatkan delapan orang mengalami luka-luka.

Insiden bermula di ruas Jalan Nasional Paguyangan–Bumiayu, tepatnya saat kendaraan melintas di flyover tersebut. Kepala Pos Gakkum Lantas Bumiayu, Aipda Alif Maulana Yusuf, membenarkan adanya kejadian dan menyatakan proses penanganan masih berlangsung.

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di flyover Kretek Paguyangan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan penanganan di lokasi,” kata Alif kepada wartawan, Minggu.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, kecelakaan berawal ketika truk bermuatan tisu dengan nomor polisi R 1412 UA melaju dari arah Paguyangan menuju Bumiayu. Saat melewati flyover, kendaraan tersebut diduga mengalami masalah pada sistem pengereman sehingga sopir kehilangan kendali.

Setelah itu, truk R 1412 UA menghantam bagian belakang truk bermuatan tisu lainnya yang berada tepat di depannya dengan nomor polisi F 8986 FE. Benturan yang keras membuat truk yang tertabrak terdorong hingga menabrak tiga sepeda motor yang berada pada jalur yang sama.

Usai tabrakan, kedua truk dilaporkan sama-sama tidak lagi dalam kondisi terkontrol. Truk yang berada di bagian depan oleng ke sisi kiri jalan sebelum akhirnya terjun ke bawah flyover, sedangkan truk yang menabrak berhenti dalam posisi berbahaya setelah tersangkut di bibir jembatan.

Dalam kondisi tersebut, bagian belakang kendaraan tampak menggantung dan kabin mengarah ke bawah. Keadaan ini mempersulit penanganan awal di lapangan, sehingga prosedur evakuasi dan pengaturan lalu lintas dilakukan secara bertahap.

Akibat rangkaian tabrakan tersebut, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas dua sopir truk serta enam pengendara dan pembonceng dari tiga sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan.

Salah seorang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami luka cukup serius. Korban tersebut dievakuasi bersama korban lainnya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu juga berdampak pada arus kendaraan di sekitar lokasi. Proses evakuasi serta penanganan kendaraan membuat lalu lintas mengalami perlambatan selama beberapa waktu.

Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes bersama personel Pos Lantas Bumiayu datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan evakuasi kendaraan, memasang garis polisi, sekaligus mengatur arus agar tidak memicu kemacetan yang lebih panjang.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lanjutan. Fokus penyelidikan diarahkan untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk mendalami dugaan rem blong sebagai pemicu tabrakan beruntun tersebut.

Rangkaian kejadian itu membuat lokasi flyover Kretek Paguyangan menjadi fokus penanganan sesaat setelah tabrakan beruntun terjadi. Kendaraan yang terlibat disebut tidak lagi bisa dikendalikan, sehingga efek berantai pada jalur yang sama turut melibatkan sejumlah pengendara motor.

Selain delapan orang yang mengalami luka-luka, petugas juga mencatat bahwa ada korban dengan kondisi yang tergolong lebih serius dibanding lainnya. Seluruh korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara proses penanganan di lapangan tetap berjalan dengan pengamanan agar situasi tidak melebar.

Di sisi lain, kepolisian melanjutkan pengaturan lalu lintas sembari melakukan langkah penanganan di tempat kejadian. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan yang mengalami kerusakan serta pengumpulan keterangan saksi untuk menyusun kronologi secara lebih utuh, termasuk menelusuri dugaan gangguan pada sistem pengereman yang disebut berperan dalam kecelakaan beruntun tersebut.