jurnalistik.co.id – Kylian Mbappe tampil sebagai penentu saat Perancis mengalahkan Senegal 3-1 pada Piala Dunia 2026. Dua gol yang ia lesakkan membuat laga Grup I berakhir untuk kemenangan timnya sekaligus memecahkan dua rekor individu.
Pertandingan Perancis vs Senegal digelar di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026). Di Indonesia, laga itu berlangsung Rabu dini hari WIB.
Perancis memulai laga dengan intensitas tinggi dan akhirnya unggul lewat kontribusi besar Mbappe. Ia mencetak dwigol yang menjadi fondasi kemenangan 3-1 atas Senegal.
Gol pertama Mbappe tercatat pada menit ke-66. Setelah itu, Perancis kembali menambah keunggulan melalui Bradley Barcola pada menit ke-82.
Senegal sempat memperkecil ketertinggalan. Ibrahim Mbaye mencetak satu gol balasan lewat sepakan kencang pada menit ke-90+5′.
Namun, Mbappe menutup pertandingan dengan gol kedua pada menit ke-90+6′. Gol tersebut memastikan Perancis menang dengan skor akhir 3-1.
Dengan hasil ini, Perancis meraih kemenangan dalam laga pertama Grup I Piala Dunia 2026. Mbappe menjadi bintang karena sumbangan dua golnya yang datang pada momen-momen krusial.
Selain memastikan tiga poin, dwigol Mbappe juga membawa pencapaian statistik yang besar. Ia kini tercatat sebagai pemain tersubur sepanjang masa Perancis dengan total 58 gol.
Mbappe melampaui torehan Olivier Giroud yang sebelumnya memegang catatan 57 gol. Perubahan rekor ini menjadikan Mbappe sebagai nama yang mengemas gol terbanyak untuk tim nasional Perancis.
Mbappe juga resmi menjadi pemain Perancis tertajam dalam sejarah Piala Dunia. Total 14 golnya di ajang Piala Dunia menjadi pembeda, sekaligus mengukuhkan posisinya di daftar pencetak gol paling produktif untuk Prancis di turnamen tersebut.
Menurut data yang disebut dalam laporan pertandingan, Mbappe telah berpartisipasi di tiga Piala Dunia. Ia tercatat tampil pada edisi 2018, 2022, dan 2026.
Rekor Mbappe di Piala Dunia juga menggeser pencapaian legendaris Juste Fontaine. Sebelumnya, Fontaine memegang rekor pemain Perancis tersubur di Piala Dunia dengan total 13 gol.
Perbedaan penting antara keduanya ada pada distribusi gol Fontaine. Seluruh 13 gol Fontaine tercipta hanya pada satu edisi, yakni pada 1958.
Catatan itu membuat capaian Mbappe semakin menonjol karena ia mencatat 14 gol dalam Piala Dunia sepanjang tiga partisipasi. Dengan dua gol ke gawang Senegal, angka Mbappe terus bertambah dan membuat jarak rekor makin jelas.
Secara jalannya pertandingan, kontribusi Mbappe tidak hanya berwujud angka, tetapi juga menentukan arah laga. Gol-golnya pada menit ke-66 dan 90+6′ memastikan Perancis mampu mengendalikan hasil dari awal hingga akhir.
Di sisi lain, Senegal tetap memberikan perlawanan yang nyata meski akhirnya kalah. Gol Ibrahim Mbaye pada menit ke-90+5′ menjadi respons yang membuat skor sempat lebih rapat sebelum Mbappe menegaskan kemenangan timnya.
Untuk Perancis, kemenangan 3-1 di Grup I ini menjadi langkah awal yang penting. Bagi Mbappe, laga tersebut menjadi panggung untuk dwigol yang sekaligus mengunci dua rekor, yakni daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Perancis dan rekor top skor Perancis di sejarah Piala Dunia.
Di pertandingan Grup I tersebut, Perancis terlihat langsung menekan sejak awal dan memanfaatkan momentum untuk membangun keunggulan. Setelah keunggulan yang lebih dulu terbentuk lewat gol pertama Mbappe, timnya kembali menambah jarak melalui Bradley Barcola. Ketika Senegal sempat menekan menjelang akhir, Perancis tetap menjaga kontrol permainan hingga memastikan skor 3-1 tidak berubah.
Secara catatan individual, dwigol Mbappe tidak hanya menentukan hasil laga, tetapi juga mengubah posisi rekor-rekor yang sebelumnya dipegang pemain lain. Ia menggeser Olivier Giroud yang mengoleksi 57 gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah tim nasional Perancis. Di Piala Dunia, kontribusinya juga memperpanjang angka menjadi 14 gol dalam tiga edisi yang ia jalani—2018, 2022, dan 2026—sementara Juste Fontaine sebelumnya mencatat 13 gol yang seluruhnya datang dalam satu edisi, yakni 1958.
Bagi jalannya pertandingan, momen penentu terjadi di menit-menit akhir. Ibrahim Mbaye mencetak gol balasan pada menit ke-90+5′ sehingga laga sempat terasa lebih rapat. Namun, hanya selang satu menit kemudian, Mbappe menambah gol kedua pada menit ke-90+6′ untuk mengunci kemenangan Perancis dan menutup perlawanan Senegal dengan skor akhir 3-1.












