jurnalistik.co.id – Cuaca Inggris diprediksi kembali memanas mulai akhir pekan, lalu berpotensi memicu gelombang panas menyeluruh berikutnya pada pekan depan. Sejumlah wilayah bahkan diperkirakan mampu menembus 35°C.
Menurut prakiraan layanan cuaca, panas akan menguat lagi pada akhir pekan sebelum gelombang panas menyeluruh kelima tahun ini kemungkinan diumumkan pada pekan depan. Dari Minggu hingga memasuki minggu berikutnya, suhu berpeluang melebihi 30°C di Inggris bagian tenggara.
Pemerintah juga telah menerbitkan alert kesehatan akibat gelombang panas berwarna kuning untuk sebagian besar wilayah Inggris hingga Selasa. Kebijakan itu disertai peringatan dampak terhadap layanan kesehatan dan perawatan sosial, sekaligus meningkatnya risiko bagi kelompok rentan.
Langkah antisipasi tersebut diperkirakan akan diperbarui dalam beberapa hari mendatang seiring gelombang panas berkembang secara lebih luas. Pembaruan yang disebut dalam rilis prakiraan itu berada di bawah otoritas UK Health Security Agency.
Seberapa tinggi suhunya?
Pada Sabtu, suhu diperkirakan mulai naik lagi di atas rata-rata. Di sebagian besar Inggris dan Wales, termometer cenderung berada pada kisaran 20-an menengah hingga tinggi (mid- hingga high 20s°C).
Sementara itu, kondisi di Skotlandia dan Irlandia Utara diperkirakan lebih sejuk, sekitar 17–21°C, dengan lebih banyak awan. Di wilayah ini juga berpotensi ada hujan serta tiupan angin yang cukup kencang.
Memasuki Minggu dan berlanjut ke pekan depan, tren pemanasan diprediksi makin terasa. Banyak area di Britania Raya bahkan diperkirakan melewati ambang suhu gelombang panas, yakni 25–28°C, tergantung lokasi.
Karena cuaca panas diperkirakan bertahan cukup lama—hingga melewati bagian awal pekan—sejumlah lokasi berpeluang memenuhi kebutuhan tiga hari berturut-turut. Kondisi tersebut menjadi syarat untuk menyatakan gelombang panas menyeluruh kelima tahun ini.
Rekor-rekor musim panas yang sudah terjadi
Berita Terkait
Musim panas tahun ini juga digambarkan sebagai salah satu yang luar biasa bagi Inggris. Sejumlah rekor dilaporkan telah pecah dalam berbagai aspek cuaca.
Juli disebut menjadi bulan terkercahnya yang pernah tercatat untuk Inggris. Bulan yang sama juga tercatat sebagai Juli terkering dalam rekor untuk Inggris dan Wales.
Hingga saat ini, terdapat 33 hari pada tahun ini ketika suhu di Inggris melewati 30°C. Pada pekan depan, prakiraan menyebut rekor 34 hari yang sebelumnya ditetapkan pada 1995 berpeluang dilampaui.
Untuk pertama kalinya, suhu 35°C disebut pernah tercatat di suatu lokasi di Inggris pada tiga bulan berurutan: Mei, Juni, dan Juli. Ada kemungkinan Agustus juga mengikuti pola tersebut, mengingat beberapa model prakiraan menunjuk potensi 35°C di Inggris bagian tengah serta tenggara pada akhir pekan depan.
Tidak ada hujan signifikan, kekeringan berlanjut
Dari sisi curah hujan, prakiraan menyatakan tidak terlihat hujan yang benar-benar berarti dalam waktu dekat. Hanya sebagian wilayah disebut berpeluang mendapatkan hujan ringan.
Pada Sabtu, hujan diperkirakan jatuh di Skotlandia dan Irlandia Utara. Hujan tersebut lalu disebut dapat mencapai Inggris bagian utara dan Wales utara pada Minggu.
Di tempat lain, kondisi cenderung tetap kering. Wisley di Surrey disebut sudah tidak mencatat hujan selama 51 hari, dan angka itu berpotensi meningkat hingga 60 hari tanpa hujan di tengah prakiraan untuk wilayah selatan Inggris.
Meski demikian, musim panas tetap punya karakter berbeda. Agustus secara tipikal justru menjadi bulan dengan curah hujan tertinggi di seluruh musim panas untuk Inggris.
Walau begitu, prakiraan juga memberi sinyal bahwa paruh kedua Agustus bisa menjadi lebih tidak stabil. Penyebabnya disebut karena tekanan rendah diperkirakan menjadi lebih dominan.
Namun, untuk Inggris dan Wales, peluang hujan yang signifikan masih belum terlihat. Dengan kondisi kekeringan yang sedang berlangsung, termasuk penerapan larangan penggunaan selang air (hosepipe bans), belum ada tanda bahwa pembatasan tersebut akan segera mereda.












