jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Delcy Rodríguez di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka sejak pemerintahan AS mendukung Rodríguez untuk memimpin Venezuela.
Pertemuan itu berlangsung beberapa kilometer dari penjara New York tempat Nicolás Maduro menunggu proses persidangan. Maduro saat ini menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkotika dan sejumlah tuduhan lain.
Menurut keterangan yang menyertai pertemuan tersebut, Rodríguez menggantikan Maduro tak lama setelah pasukan AS melakukan penggerebekan di ibu kota Caracas dan menahan Maduro. Pertemuan Trump dan Rodríguez berlangsung dengan latar situasi politik yang beralih cepat di Venezuela.
Pembahasan agenda kerja sama
Rodríguez menyatakan mereka membahas upaya untuk mendorong agenda kerja sama di sejumlah bidang strategis. Bidang yang disebut mencakup energi, pertambangan, serta keamanan.
Dalam pertemuan itu, hadir pula Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Keterlibatan pejabat tinggi tersebut menegaskan bahwa pertemuan di tingkat pimpinan juga disertai kehadiran unsur pemerintahan yang mengawal agenda kebijakan.
Kesepakatan minyak yang menjadi sorotan
Rencana kerja sama yang dibahas berkelindan dengan kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani pemerintah Rodríguez. Kesepakatan tersebut memberikan ruang bagi kontrol AS terhadap lebih dari 65 miliar barel minyak milik Venezuela—angka itu disebut setara lebih dari seperlima cadangan negara tersebut.
Kesepakatan itu juga disebut memberi konsesi selama 100 tahun kepada perusahaan yang dipimpin AS untuk 17 ladang minyak di Venezuela. Trump sebelumnya menyebut skema tersebut sebagai “the biggest oil deal in world history”.
Berita Terkait
Selama pidatonya di PBB pada Senin, Trump menyampaikan klaim bahwa AS dan Venezuela menguasai “more than 60%” minyak dunia. Ia menutup pernyataannya dengan kutipan, “To the victor belong the spoils.”
Jadwal pidato dan status politik Rodríguez
Rodríguez dijadwalkan untuk menyampaikan pidato di PBB pada Rabu. Ia pernah menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Maduro sebelum akhirnya menggantikan Maduro.
Langkah Rodríguez juga disertai catatan kebijakan luar negeri AS. Ia pernah dikenai sanksi pada 2018, tetapi langkah tersebut dicabut pada bulan April tahun ini.
Rodríguez dilantik sebagai presiden sementara oleh Majelis Nasional Venezuela beberapa hari setelah penggerebekan AS di Caracas. Pelantikan tersebut dilakukan dengan restu Gedung Putih.
Sementara itu, pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado disebut berulang kali dilarang untuk kembali masuk ke negara tersebut. Pembatasan tersebut menambah gambaran tentang situasi politik yang terus menjadi sorotan di tengah perubahan kepemimpinan Venezuela.
Pertemuan tersebut juga menempatkan kedua tokoh dalam momentum yang sama-sama menonjol di panggung internasional, ketika arah kebijakan Venezuela dan langkah Washington tampak bergerak dalam hitungan hari. Sebagai pertemuan tatap muka pertama yang terjadi setelah perubahan dukungan AS, dialog di sela Sidang Umum PBB memperlihatkan bahwa isu Venezuela tidak lagi sekadar dibahas secara diplomatik, tetapi diarahkan menjadi agenda yang langsung menyasar kepemimpinan dan rancangan kerja sama.
Dari rincian yang disampaikan, fokus pembicaraan diarahkan pada upaya membangun kerja sama lintas sektor, mulai dari energi dan pertambangan hingga aspek keamanan. Kehadiran pejabat tinggi AS dalam pertemuan itu ikut menggarisbawahi bahwa pembahasan tidak berhenti pada pernyataan umum, melainkan mencakup penajaman posisi pemerintahan mengenai langkah-langkah kebijakan yang akan menyertai rencana tersebut.
Di balik agenda kerja sama, skema minyak yang disebut-sebut menjadi salah satu titik sorot karena menyangkut kendali atas volume cadangan yang sangat besar serta kerangka konsesi yang panjang. Kesepakatan yang memberikan ruang kontrol AS atas lebih dari 65 miliar barel, sekaligus disebut mencakup konsesi hingga 100 tahun untuk sejumlah ladang minyak di Venezuela, menjadi dasar bagi klaim Trump soal besarnya kesepakatan itu di tingkat global. Pernyataan Trump di PBB yang mengaitkan posisi AS dan Venezuela terhadap proporsi minyak dunia turut memperkuat narasi bahwa pembahasan tersebut diposisikan sebagai strategi energi jangka panjang.
Perubahan kepemimpinan Venezuela juga berjalan beriringan dengan proses hukum dan pembatasan politik yang terus menarik perhatian. Maduro menunggu persidangan di penjara New York dengan dakwaan terkait perdagangan narkotika dan tuduhan lain, sementara Rodríguez bersiap menyampaikan pidato di PBB pada Rabu sebagai presiden yang menggantikan Maduro. Di sisi lain, sanksi yang pernah dikenakan kepada Rodríguez pada 2018 lalu dicabut pada April tahun ini, sedangkan oposisi Maria Corina Machado disebut berulang kali dilarang kembali ke negara tersebut, menambah gambaran bahwa ketegangan politik domestik tetap menjadi latar penting di tengah pergeseran posisi di tingkat internasional.












