Peristiwa

Kebakaran di Empat Lawang Hanguskan 12 Rumah, Kerugian Diperkirakan Rp4 Miliar

×

Kebakaran di Empat Lawang Hanguskan 12 Rumah, Kerugian Diperkirakan Rp4 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 12 Rumah Ludes Terbakar di Empat Lawang, Kerugian Ditaksir Rp 4 Miliar

jurnalistik.co.id – Kebakaran permukiman warga terjadi di Desa Landur, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Minggu (9/8/2026) sore.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 12 rumah dilaporkan ludes terbakar, sementara sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan.

Petugas menyebut kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Api diduga dipicu korsleting listrik. Kebakaran bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika warga masih menjalankan aktivitas seperti biasa.

Kobaran api muncul secara tiba-tiba dan cepat membesar, lalu merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga yang melihat kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api secara manual.

Di saat yang sama, sebagian warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Upaya di lokasi menghadapi kendala karena mayoritas bangunan di area kebakaran berbahan kayu yang mudah terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Fajar Bayu Dewanto, mengatakan tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Ia menjelaskan waktu kedatangan dan proses pemadaman, sebagaimana disampaikan dalam keterangannya: “Sekira pukul 17.15 WIB petugas kami tiba di lokasi dan mulai memadamkan api bersama warga setempat. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.05 WIB,” katanya.

Menurutnya, pemadaman berlangsung selama hampir dua jam sebelum api akhirnya terkendali. Setelah kobaran api padam, petugas dan warga melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Selain 12 rumah yang habis terbakar, pendataan sementara menyebut sekitar 20 rumah warga terdampak akibat insiden tersebut. Perhitungan detail kerusakan masih terus didalami untuk memetakan dampaknya secara menyeluruh.

Warga berharap proses penanganan pascakebakaran dapat segera membantu pemulihan kondisi permukiman yang terdampak. Sementara itu, pihak berwenang melanjutkan penanganan di lapangan sesuai prosedur penanggulangan bencana kebakaran.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore tersebut membuat suasana di sekitar lokasi menjadi lebih waspada, terutama saat api mulai merambat ke bangunan lain yang berada berdekatan. Warga di sekitar titik awal kejadian kemudian berinisiatif untuk menahan laju kobaran agar tidak meluas ke area yang lebih jauh.

Dari informasi di lapangan, api diduga berawal dari korsleting listrik sebelum akhirnya menimbulkan nyala yang cepat. Saat itu, sebagian warga masih berada dalam rutinitas harian, sehingga respons penanganan awal dilakukan secara spontan, sambil menunggu petugas pemadam tiba di lokasi.

Upaya pemadaman secara manual dilakukan bersama-sama. Pada saat yang sama, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah masing-masing yang terkena dampak, meski tidak semua dapat dilakukan dengan leluasa karena kepulan asap dan sifat bahan bangunan yang mudah terbakar.

Bangunan-bangunan di area kebakaran dilaporkan mayoritas menggunakan material kayu. Kondisi tersebut turut mempercepat perambatan api ketika kobaran membesar, sehingga pemadaman memerlukan penanganan yang lebih serius dan terkoordinasi antara petugas dan warga yang berada di sekitar.

Menurut keterangan pejabat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Fajar Bayu Dewanto, sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan. Petugas tiba sekitar pukul 17.15 WIB, lalu melaksanakan pemadaman bersama warga hingga sekitar pukul 19.05 WIB, sebelum api akhirnya dapat dikendalikan.

Setelah kobaran api padam, proses belum berhenti di titik pemadaman. Petugas dan warga melakukan tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada bagian yang masih menyimpan panas berlebih dan berpotensi memunculkan titik api kembali. Pendataan juga terus berjalan untuk memperkirakan rumah yang benar-benar terdampak, termasuk estimasi sekitar 20 rumah warga, sembari perhitungan detail kerugian sedang didalami.

Warga di lokasi berharap bantuan dan tindak lanjut pascakebakaran dapat segera diberikan agar pemulihan permukiman bisa dilakukan secara bertahap. Sementara itu, pihak berwenang melanjutkan penanganan di lapangan sesuai prosedur penanggulangan bencana kebakaran, termasuk upaya memastikan situasi tetap terkendali dan penanganan dampak dapat berjalan teratur.