Peristiwa

Kebakaran Lahan di Desa Bulota, Polisi dan Warga Sigap Padamkan Api

×

Kebakaran Lahan di Desa Bulota, Polisi dan Warga Sigap Padamkan Api

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Lahan di Desa Bulota, Polisi Bersama Warga Bergerak Cepat Padamkan Api

jurnalistik.co.id – Kebakaran lahan terjadi di Desa Bulota, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu siang. Api dilaporkan mulai meluas di area yang ditanami pohon jati dan bambu.

Kebakaran tersebut diperkirakan muncul sekitar pukul 13.20 Wita. Dari informasi awal, titik kejadian berada di Dusun III Desa Bulota.

Insiden pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Nandar Lateka (29). Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju kandang ayam miliknya.

Saksi melihat asap dan menemukan kobaran api tepat berada di samping kandang. Melihat kondisi yang berpotensi cepat membesar, Nandar segera menghubungi warga sekitar untuk meminta bantuan.

Warga kemudian bergerak dan mencoba memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia seadanya. Upaya awal tersebut dilakukan agar bara tidak terus merambat ke bagian lain lahan.

Tak lama setelah menerima informasi kejadian, personel piket Polsek Telaga langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 13.40 Wita, petugas tiba dan bergabung dengan masyarakat dalam proses pemadaman.

Dengan koordinasi antara kepolisian dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.10 Wita. Meski kobaran utama sudah padam, masih ditemukan bara api di sejumlah titik.

Karena itu, warga tetap melakukan pemantauan sekaligus pemadaman lanjutan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Langkah berjaga-jaga dilakukan dengan menjaga area terdampak agar bara tidak berubah menjadi titik api baru.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa, dan api juga tidak sampai merembet ke permukiman warga.

Menurut keterangan awal di lapangan, kebakaran diduga berasal dari bara api sisa pembakaran yang dilakukan masyarakat. Identitas pihak yang melakukan pembakaran tersebut belum diketahui.

Kapolsek Telaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang panas dan kering. Imbauan itu disampaikan karena pembakaran dapat memicu kebakaran serta membahayakan lingkungan maupun permukiman warga.

Selain mengimbau, Polsek Telaga juga melanjutkan pemantauan di sekitar lokasi kejadian. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala setelah proses pemadaman selesai.

Api yang awalnya terlihat dari sekitar area kandang kemudian menunjukkan tanda cepat merambat, sehingga perhatian warga langsung diarahkan pada upaya penanganan di titik terdekat yang berpotensi menjadi sumber perluasan. Warga berusaha menekan agar kobaran tidak berpindah ke bagian lain lahan yang memiliki vegetasi seperti jati dan bambu.

Seiring waktu, kerja bersama terus berlangsung setelah petugas Polsek Telaga tiba. Proses pemadaman dilakukan dengan memadukan respons lapangan masyarakat dan kehadiran aparat, sehingga koordinasi tetap terjaga sampai api benar-benar berhenti menguat. Setelah pemadaman, perhatian tidak berhenti pada terlihatnya nyala, melainkan juga pada kemungkinan sisa bara yang masih tersimpan di beberapa titik.

Di fase setelah pukul 14.10 Wita, kobaran utama memang sudah padam, namun keberadaan bara api di beberapa lokasi membuat warga dan petugas tidak langsung meninggalkan tempat kejadian. Mereka melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada titik yang kembali aktif, serta menjaga area terdampak agar bara tidak berkembang menjadi titik api baru.

Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan bara api sisa pembakaran yang dilakukan masyarakat, tetapi pihak yang melakukan pembakaran tersebut belum dapat dipastikan. Terkait hal itu, kapolsek kembali menekankan imbauan agar warga tidak membakar lahan sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran sekaligus membahayakan lingkungan dan permukiman di sekitar.