Peristiwa

Kepala SPPG Karanganyar Mual-Muntah Tiga Kali Usai Tes Ayam Rempah MBG, Porsi Ditahan dari Sekolah

×

Kepala SPPG Karanganyar Mual-Muntah Tiga Kali Usai Tes Ayam Rempah MBG, Porsi Ditahan dari Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kepala SPPG Karanganyar Mual dan Muntah 3 Kali Usai Cicipi MBG, Menu Ditarik dari Sekolah

jurnalistik.co.id – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Insan Berlian Sejahtera di Karanganyar, Abra Yudha Raya, mengalami mual dan muntah sebanyak tiga kali setelah mencicipi menu ayam rempah dalam program makan bergizi gratis (MBG). Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (12/8/2026), saat ia bersama tim penguji melakukan pengecekan sebelum makanan didistribusikan.

Abra bertugas memimpin SPPG yang berlokasi di Dusun Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Menurutnya, gangguan kesehatan muncul sesaat setelah ia mencicipi olahan ayam rempah yang akan disalurkan ke siswa.

Prosesnya dimulai dari pemeriksaan rasa oleh tim penguji. Sebelum menu MBG diberikan kepada penerima, Abra menilai kondisi makanan terlebih dahulu, termasuk menelusuri kesan dari olahan yang akan dipakai untuk jadwal makan.

Setelah mencicipi ayam rempah, Abra menyebut ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya pada makanan tersebut. Temuan itu membuatnya mengambil keputusan untuk menghentikan distribusi seluruh menu MBG yang dikelola SPPG pada hari yang sama.

“Saya terdampak. Tadi itu sampai tiga kali. Enggak diare, cuma muntah saja, sehingga kami tarik semua,” kata Abra.

Ia juga tidak hanya berhenti pada pengecekan di tahap awal. Abra mengatakan ia langsung memastikan kondisi olahan dengan mendatangi dapur, kemudian menilai bagian yang dianggap bermasalah.

“Saya langsung ke dapur, saya cicipi yang rusak itu yang terindikasi tidak layak. Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga nyicipi,” jelas Abra. Dari pemeriksaan tersebut, tim memutuskan makanan yang dinilai kurang layak tidak diteruskan untuk porsi penerima.

Langkah penarikan dilakukan segera setelah proses verifikasi rasa selesai. Abra menegaskan keputusan itu diambil karena ada temuan terkait kualitas olahan daging ayam yang akan digunakan untuk MBG.

“Kami tarik hari ini karena olahan daging ayam untuk MBG yang kurang layak konsumsi,” tambahnya.

Sebelum penarikan, SPPG Yayasan Insan Berlian Sejahtera telah menyiapkan sekitar 3.000 porsi pada Rabu. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 porsi sudah berada dalam tahapan distribusi ketika keputusan penarikan dilakukan, sementara sekitar 2.000 porsi lainnya masih berada di SPPG dan belum dikirim kepada penerima.

Abra menyampaikan penarikan menu dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan terhadap siswa yang seharusnya menerima MBG. Dengan adanya penghentian distribusi dan pengamanan makanan yang dinilai tidak layak, tim berupaya memastikan proses penyaluran kembali sesuai standar yang ditetapkan.

Insiden ini kemudian menempatkan fokus pada pemeriksaan kualitas di tahap pra-distribusi. Bagi SPPG, pengecekan rasa dan peninjauan langsung ke dapur menjadi bagian dari prosedur untuk memastikan menu yang disajikan layak dikonsumsi sebelum sampai ke penerima.

Dalam keterangannya, Abra menjelaskan bahwa rasa tidak hanya dinilai sekilas. Saat mencicipi, ia merasakan mual yang berujung muntah sebanyak tiga kali, dan kondisi ini muncul tepat ketika olahan ayam rempah itu masih dalam tahap pengecekan sebelum sampai ke tangan penerima. Ia menyatakan tidak ada diare, tetapi respons tubuh yang tidak sesuai kelayakan membuatnya mengambil tindakan cepat.

Setelah verifikasi awal selesai dilakukan tim penguji, Abra melanjutkan penilaian dengan menelusuri langsung ke dapur. Di sana, ia dan rekan-rekan melakukan pencicipan pada bagian yang diduga tidak memenuhi standar, lalu memisahkan porsi yang dianggap bermasalah agar tidak berlanjut ke distribusi. Langkah penarikan dilakukan serentak pada hari yang sama, sehingga sekitar 1.000 porsi yang sudah dalam proses penyaluran dihentikan, sementara kurang lebih 2.000 porsi lainnya tetap ditahan di SPPG.

Dengan penahanan dan penarikan tersebut, SPPG berharap dapat mengurangi kemungkinan gangguan kesehatan pada siswa. Insiden ini juga menegaskan bahwa pemeriksaan rasa dan inspeksi dapur menjadi bagian dari kontrol mutu sebelum menu MBG didistribusikan, bukan sekadar formalitas. Tim kemudian memperkuat kehati-hatian pada proses verifikasi agar makanan yang disalurkan benar-benar sesuai untuk dikonsumsi.