jurnalistik.co.id – Pada layanan jarak jauh Lumo yang melayani relasi London–Stirling, sejumlah perjalanan tercatat berjalan selama sekitar enam jam tanpa fasilitas toilet di dalam gerbong. Kondisi ini membuat penumpang bergantung pada ketersediaan toilet di peron saat kereta berhenti lebih lama di stasiun tertentu.
Lumo mengoperasikan rutenya melalui West Coast Main Line, dengan jarak baru sepanjang 417 mil (671 km) antara Stirling dan London Euston. Masa tempuh yang berlangsung lebih dari lima setengah jam menjadi perhatian karena layanan tanpa toilet onboard itu terjadi pada perjalanan jarak jauh.
Perusahaan operator layanan tersebut, yang dimiliki FirstGroup, pertama kali memberi peringatan terkait adanya “fault” pada fasilitas toilet di salah satu rangkaian dari Stirling menuju Crewe. Pemberitahuan itu muncul pada hari Sabtu, kemudian beberapa layanan setelahnya menjalani perubahan pola berhenti untuk memberi akses toilet di peron.
Sejumlah perjalanan disebut melakukan pemberhentian dengan durasi lebih panjang di stasiun seperti Preston. Tujuannya agar penumpang dapat turun dan menggunakan toilet yang tersedia di area peron, sehingga kebutuhan dasar selama perjalanan yang panjang tetap dapat dipenuhi.
Pihak Lumo menjelaskan bahwa pihaknya menghadapi kendala pada keandalan beberapa fasilitas toilet di dalam gerbong untuk layanan West Coast. Seorang juru bicara Lumo menyatakan: “We have been experiencing some issues with the reliability of some of our toilet facilities onboard our West Coast services.”
Dalam keterangan berikutnya, Lumo menyampaikan bahwa mereka bekerja bersama perusahaan kereta Alstom, yang melakukan peremajaan gerbong yang digunakan oleh Lumo, guna “rectify the issue”. Langkah itu diarahkan untuk memulihkan dan menjaga ketersediaan toilet pada layanan West Coast agar tidak terulang pada perjalanan berikutnya.
Sementara itu, Alstom juga menanggapi dengan menyatakan bahwa kondisi ini tidak memenuhi standar yang seharusnya didapatkan penumpang yang membayar tarif. Juru bicara Alstom menyebut: “We recognise that this falls short of the standard fare-paying passengers should expect, particularly on long-distance services.”
Alstom menambahkan rencana tindak lanjut yang menekankan perbaikan menyeluruh terhadap armada. “Working closely with Lumo, we are reviewing the entire fleet position to reduce the risk of repeat failures, improve overnight servicing checks, and ensure toilet availability is restored and maintained wherever possible on the operator’s West Coast route,” kata Alstom.
Berita Terkait
Kasus keterlambatan juga tercatat pada perjalanan tertentu. Pada keberangkatan 06:11 dari London Euston pada Jumat yang terdampak, kereta mengalami keterlambatan 58 menit dan akhirnya berhenti di Motherwell, North Lanarkshire.
Dalam situasi tersebut, penumpang diberi pemberitahuan bahwa tiket mereka akan diterima pada layanan ScotRail. Informasi ini menjadi salah satu penyesuaian operasional untuk membantu penumpang melanjutkan perjalanan ketika layanan tidak berjalan sesuai rute awal.
Isu toilet onboard ini juga dikaitkan dengan aturan penyediaan fasilitas di kereta. Disebutkan bahwa operator kereta di Inggris tidak diwajibkan secara hukum untuk menyediakan toilet di dalam gerbong.
Lumo mengoperasikan layanan West Coast menggunakan kereta Class 222 Meridian yang telah diperbarui. Kereta sejenis juga digunakan oleh East Midlands Railway, yang disebut mengalami gangguan pada fasilitas toilet pada armadanya.
Selain West Coast Main Line, Lumo juga mengoperasikan layanan di East Coast Main Line yang menghubungkan London King’s Cross dengan Edinburgh, Glasgow, dan Falkirk. Model operasinya dijelaskan sebagai open access, yakni Lumo menetapkan sendiri tarif, menanggung seluruh risiko pendapatan, dan tidak menerima subsidi pendanaan dari pemerintah.
Dalam konteks kebijakan ketenagaan operator kereta, Lumo disebut tidak terdampak oleh rencana renasionalisasi seluruh layanan kereta yang saat ini masih berbasis waralaba (franchised) di Inggris. Dengan kata lain, pengoperasian rute dan struktur bisnis Lumo tetap berada pada skema yang dijelaskan tersebut.
Respons publik juga muncul dari pihak politik. Liberal Democrat transport spokesperson Olly Glover memposting di media sosial dengan pertanyaan: “Is Lumo attempting to become the Ryanair of the rails?”
Di tengah rangkaian perjalanan jarak jauh yang terdampak, fokus utama kini berada pada perbaikan keandalan toilet serta upaya agar akses di peron tidak lagi menjadi solusi yang menggantikan fasilitas onboard. Baik Lumo maupun Alstom menyatakan bahwa mereka tengah meninjau armada dan pemeriksaan servis agar toilet dapat tersedia kembali dan terjaga, terutama pada layanan West Coast.












