jurnalistik.co.id – Sebuah edisi pertama novel To Kill a Mockingbird versi Amerika Serikat ditemukan di toko Oxfam di London Barat. Koleksi itu kemudian diserahkan untuk bergabung dengan koleksi nasional British Library.
Menurut Oxfam, buku langka tersebut muncul dari rangkaian donasi yang masuk ke toko buku mereka di Portobello Road, area west London. Buku itu berada dalam satu kotak berisi koleksi buku-buku Amerika yang disumbangkan ke gerai tersebut.
Temuan ini baru diketahui setelah pengelola toko melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap beberapa judul yang masuk bersama donasi. Dari situlah, tim mengidentifikasi salinan yang dimaksud sebagai edisi pertama US.
Shop manager Olivia Haysman-Walker mengatakan buku itu sebenarnya mudah terlewat, mengingat ada banyak bacaan yang perlu ditangani dalam satu gelombang donasi. Namun, mereka mengenali judul tersebut dan memutuskan untuk melihatnya lebih dekat.
“Ada banyak buku untuk ditelusuri dari donasi, tetapi kami mengenali To Kill a Mockingbird dan menganggapnya layak diperiksa lebih rinci,” ujar Haysman-Walker.
Ia menambahkan bahwa penilaian awal mengarah pada keyakinan bahwa mereka memegang sesuatu yang istimewa. Kondisi sampul debu menunjukkan pemakaian, sementara halaman-halaman bagian dalam justru berada dalam keadaan yang sangat baik.
Haysman-Walker juga menilai bahwa perjalanan buku itu dari toko Oxfam hingga British Library terasa “luar biasa”. Baginya, proses tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa harta karun kadang terselip di antara rak dan sumbangan di toko-toko barang bekas.
Peristiwa ini bertepatan dengan Second Hand September, kampanye tahunan Oxfam yang mengajak masyarakat membeli dan memanfaatkan barang bekas. Dalam konteks itu, temuan sebuah edisi pertama menjadi bukti nyata dari nilai yang bisa ditemukan melalui sirkulasi buku preloved.
Berita Terkait
“Sungguh menakjubkan membayangkan buku ini melewati toko Oxfam kami dan akhirnya masuk ke koleksi nasional di British Library,” kata Haysman-Walker. Ia menyebut perjalanan tersebut sebagai “quite a journey” dan sebuah pengingat yang menyenangkan bagi publik.
Setelah Oxfam mengonfirmasi kepemilikan edisi tersebut, British Library kemudian mengambil alih buku itu. British Library menyatakan bahwa salinan itu akan menjadi bagian dari koleksi nasional mereka.
To Kill a Mockingbird sendiri merupakan karya Harper Lee yang dikenal memenangkan Pulitzer Prize. Novel ini berkisah tentang seorang pengacara bernama Atticus Finch yang membela Tom Robinson, seorang pria kulit hitam yang dituduh—dengan dakwaan yang tidak benar—atas kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan kulit putih.
Cerita berlatar di Alabama pada tahun 1934. Di dalamnya, perjuangan hukum bertemu dengan tema ketidakadilan ras, sekaligus menampilkan sisi kepolosan masa kanak-kanak yang menyertai sudut pandang tokoh-tokoh muda.
Novel ini telah terjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia. Karya tersebut juga telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa, memperluas jangkauan pesan yang dibawa Lee.
Harper Lee, penulis novel tersebut, pernah dianugerahi Presidential Medal of Freedom. Ia meninggal dunia pada 2016 pada usia 89 tahun.
Ditemukannya edisi pertama di dalam donasi buku Amerika menambah dimensi baru pada cerita buku itu sendiri. Dari rak toko barang bekas hingga koleksi lembaga nasional, satu eksemplar yang “hampir tak terlihat” ternyata menyimpan nilai sejarah yang panjang.
Kasus ini sekaligus menegaskan bagaimana donasi yang tampak biasa bisa membawa kejutan. Bagi Oxfam, keberhasilan pengenalan dan penyerahan buku itu menjadi momen yang menguatkan tujuan Second Hand September: memberi kesempatan bagi barang yang pernah ada untuk kembali bernilai, termasuk dalam bentuk yang sangat istimewa.












