jurnalistik.co.id – Tim nasional Inggris melanjutkan persiapan jelang pertandingan kedua Piala Dunia 2026 melawan Ghana, dengan alur latihan yang tidak sepenuhnya sama bagi semua pemain.
Pada sesi akhir pekan itu, Bukayo Saka menjadi satu-satunya pemain yang tidak ikut dalam latihan grup. Winger Arsenal tersebut menjalani kerja terpisah di dalam ruangan, mengerjakan program individual sebagai bagian dari rencana pemulihannya.
Laporan menyebut Saka tengah menangani cedera Achilles yang ia kelola sejak bulan Maret. Dengan kondisi tersebut, ia diarahkan untuk berlatih sesuai kebutuhan pribadinya, bukan bergabung penuh dalam aktivitas tim pada hari Sabtu.
Rangkaian persiapan ini mengarah pada pertemuan Inggris dan Ghana di Boston pada Selasa, 21:00 BST. Baik Inggris maupun Ghana memulai Grup L dengan kemenangan pada pertandingan pembuka mereka, sehingga laga kedua ini bakal menentukan arah persaingan di klasemen awal.
Saat sesi berlangsung di Swope Soccer Village, Kansas City, pelatih kepala Thomas Tuchel berada langsung di lapangan. Dari total 26 pemain dalam rombongan, 25 di antaranya terlihat mengikuti kegiatan latihan bersama.
Suasana latihan juga disaksikan oleh organisasi bisbol, ketika KC Royals—sebuah tim dari Major League Baseball—menonton dari sisi venue bersama lawannya, St Louis Cardinals. Pertemuan kedua klub itu diketahui terjadi Jumat malam sebelumnya.
Dinamika di skuad kian menonjol karena peran Saka di pertandingan sebelumnya. Dalam kemenangan Inggris atas Kroasia dengan skor 4-2 pada Rabu, Saka turun dari bangku cadangan. Ia kemudian terlibat dalam momen penting, dengan memberikan assist kepada Marcus Rashford untuk gol keempat Inggris.
Sebelum turnamen dimulai, Tuchel sudah memberi gambaran bahwa Saka memerlukan pengelolaan khusus pada fase awal kompetisi. Hal itu dikaitkan dengan masalah tendinitis Achilles yang dipahami sebagai sumber permasalahan utama yang sedang ia hadapi.
Meski demikian, Saka menyatakan dirinya siap untuk bermain. Ia menegaskan kesediaannya mengambil risiko terhadap kebugarannya demi membantu tim selama Piala Dunia, termasuk ketika ia menyebut kata “gamble”.
Namun dalam penilaian pelatih, kebutuhan menjaga kondisi medis Saka masih menjadi pertimbangan. Tuchel menyebut pemain berusia 24 tahun tersebut kemungkinan besar tidak akan menjadi starter sampai pertandingan Grup L terakhir melawan Panama, yang dijadwalkan pada Sabtu, 27 Juni pukul 22:00 BST.
Tuchel menyampaikan keyakinannya bahwa Saka dapat terus ditingkatkan dari hari ke hari. Ia mengatakan, “Bukayo is ready and will get more and more ready”, lalu menambahkan bahwa kesiapan itu diperkirakan makin matang setelah Inggris menjalani laga-laga grup akhir.
Menurut Tuchel, ketika tim memasuki pertandingan terakhir di fase Grup L, Saka diharapkan sudah siap dimainkan. “I think once we go to the last game of this group he will be ready,” ucapnya, menegaskan bahwa pemulihan diproyeksikan berlangsung bertahap.
Di sisi Arsenal, pengelolaan cedera juga sudah berjalan lebih lama. Laporan menyebut Saka membawa masalah ini cukup lama, hingga sempat muncul perhatian di balik layar mengenai kondisinya di klub.
Kendati demikian, Arsenal menilai sang penyerang tetap cukup fit untuk bermain secara reguler pada periode penutup yang sukses, termasuk pada fase mereka meraih gelar. Dalam konteks itu, keputusan untuk tetap menggunakan Saka menjadi bagian dari pertimbangan kebugaran yang menurut kabar dilakukan secara terukur.
Kendati informasi cedera pemain sering kali bisa menjadi konsumsi publik, Arsenal digambarkan cenderung berhati-hati soal detail kesehatan. Pelatih Mikel Arteta disebut menjaga ketertutupan terkait kondisi para pemain, sehingga perkembangan kebugaran Saka umumnya dikelola secara internal.
Pengakuan Tuchel di tengah persiapan Piala Dunia lantas membuat isu kebugaran Saka kembali menjadi perhatian luas. Dengan menyatakan bahwa ia harus “dikelola” melalui setidaknya sebagian dari turnamen, pelatih menempatkan perlindungan bagi winger sebagai bagian dari strategi menyeluruh.
Komentar terbaru Tuchel juga mengisyaratkan fokus pada kepentingan tim di fase-fase akhir. Pernyataan itu dinilai menunjukkan ia memahami Saka berpotensi menjadi aset krusial ketika pertandingan semakin mendekati babak-babak penentu.
Meskipun demikian, Tuchel tetap membuka kemungkinan untuk pengaturan lineup pada laga berikutnya. Ia memberi sinyal bahwa Saka juga dapat dimainkan melawan Ghana bila diperlukan, bergantung pada kondisi dan kebutuhan taktis pada hari pertandingan.
Dengan jadwal yang semakin rapat, latihan individual Saka menjadi gambaran konkret tentang bagaimana Inggris menyeimbangkan target meraih hasil dan kebutuhan menjaga kebugaran menjelang fase berikutnya Grup L.












