Bisnis & Ekonomi

Rusun Klender Siap Tambah 14 Menara Baru, Hunian Modern Konsep TOD

×

Rusun Klender Siap Tambah 14 Menara Baru, Hunian Modern Konsep TOD

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rusun Klender Bakal Punya 14 Tower Baru, Jadi Kawasan Hunian Modern Berbasis TOD

jurnalistik.co.id – Pemerintah melalui Perum Perumnas menyiapkan transformasi besar Rusun Klender di Jakarta Timur menjadi kawasan hunian vertikal modern berbasis transit-oriented development (TOD). Rencana revitalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan tempat tinggal para penghuni.

Menurut Perumnas, kawasan yang saat ini terdiri dari 78 blok rumah susun akan direvitalisasi menjadi 14 tower dengan jumlah unit hunian yang meningkat menjadi lebih dari 10.000. Perubahan tersebut sekaligus menempatkan penyediaan unit pengganti sebagai bagian dari perlindungan bagi penghuni eksisting.

Plt. Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, menyampaikan bahwa proses revitalisasi akan dijalankan dengan pendekatan partisipatif. Ia menekankan komunikasi terbuka, transparan, dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rusun Klender.

“Perumnas berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rumah Susun Klender, didukung oleh sinergi dengan BAPPENAS dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Imelda Alini Pohan dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Imelda juga menilai keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik semata. Ia menyebut ukuran keberhasilan terletak pada dampaknya bagi kualitas hidup warga dan kondisi lingkungan di rusun.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari terbangunnya hunian baru, tetapi juga dari sejauh mana revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman dan berkelanjutan,” lanjut dia.

Langkah awal revitalisasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perumnas dan PT Agung Podomoro Land Tbk. MoU tersebut menjadi bagian dari tahap penjajakan kerja sama pengembangan kawasan.

Revitalisasi Rusun Klender dinilai menjadi upaya penyediaan hunian layak di wilayah perkotaan. Perumnas juga mengaitkan program ini dengan kebutuhan mewujudkan Program 3 juta rumah, di tengah semakin terbatasnya ketersediaan lahan di Jakarta.

Selain aspek kebutuhan hunian, Rusun Klender dipilih karena lokasinya dianggap strategis. Kawasan ini disebut terhubung dengan jaringan transportasi massal serta berbagai fasilitas publik, sehingga dinilai cocok untuk penerapan konsep TOD.

Dengan pengembangan berbasis TOD, kawasan diharapkan menjadi lebih modern dan terintegrasi. Skema ini juga diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang beraktivitas di sekitar akses transportasi.

Perumnas menyebut, rencana ini bukan semata menambah kapasitas hunian dari 1.280 unit menjadi lebih dari 10.000 unit. Seluruh penghuni eksisting disebut tetap memperoleh unit pengganti sebagai bentuk perlindungan selama proses revitalisasi berlangsung.

President Director PT Agung Podomoro Land Tbk, Bacelius Ruru, menyatakan pihaknya optimistis kolaborasi dapat menghasilkan kawasan hunian yang berkualitas. Ia juga menilai kerja sama tersebut berpeluang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“PT Agung Podomoro Land memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai proyek hunian, termasuk hunian sederhana yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Bacelius.

Ke depan, kedua pihak akan melanjutkan kajian teknis, hukum, finansial, serta model bisnis. Rangkaian kajian ini disebut sebagai dasar pelaksanaan proyek revitalisasi Rusun Klender.

Perumnas menegaskan bahwa revitalisasi Rusun Klender diharapkan menjadi model pengembangan kawasan hunian vertikal modern yang dapat diterapkan di berbagai kota lain di Indonesia. Harapannya, proyek ini dapat menjadi fondasi untuk membangun hunian yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan revitalisasi Rumah Susun Klender sebagai kawasan hunian vertikal modern yang inklusif, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas dia.