jurnalistik.co.id – Sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa Inggris tidak perlu langsung panik setelah hasil imbang melawan Ghana, namun hasil itu juga menjadi pengingat agar tim segera bangkit. Sejak 2006, setiap juara Piala Dunia selalu kehilangan poin di laga grup pertama atau kedua, tetapi mereka tetap mampu keluar sebagai pemuncak grup pada akhirnya.
Alan Shearer menyatakan ia yakin Inggris bisa memastikan langkah itu dengan meraih kemenangan saat menghadapi Panama pada Sabtu. Ia juga tidak menutup kemungkinan Thomas Tuchel melakukan tiga, bahkan empat, perubahan pada susunan pemain setelah penampilan dan hasil yang mengecewakan.
Menurut Shearer, keputusan besar pertama bagi Tuchel berkaitan dengan peran para winger. Ia menilai Anthony Gordon dan Noni Madueke belum cukup positif saat melawan Ghana, terutama ketika bola mengarah ke sisi sayap dan mereka diharapkan menekan dari lebar.
Shearer menyoroti bahwa pada momen ketika bola dilepaskan ke ruang sayap, Gordon dan Madueke dinilainya tidak melakukan serangan yang memaksa terhadap bek lawan. Ia juga menyebut kualitas umpan silang mereka buruk, sering kali tidak mampu melewati pemain pertama yang menghadang.
Ia menambahkan bahwa kualitas layanan dari bola mati juga tidak berjalan maksimal. Akan tetapi, sorotan utamanya tetap pada minimnya kontribusi yang bisa diberikan winger ketika permainan terbuka berlangsung.
Dalam konteks itulah Shearer meyakini Tuchel akan mengubah pendekatan. Ia menilai Bukayo Saka dan Marcus Rashford “telah cukup” menunjukkan kontribusi saat masuk sebagai pemain pengganti di kedua laga, sehingga keduanya layak diberi kesempatan untuk menjadi starter.
Ia mengatakan kebugaran Saka kemungkinan menjadi alasan ia belum memulai pertandingan di dua laga sebelumnya. Jika kali ini Saka sudah siap, ia memperkirakan Saka akan masuk di sisi kanan, sementara Rashford menempati sisi kiri.
Shearer ingin keduanya menghadirkan lebih banyak energi serta tampil lebih berani dalam situasi satu lawan satu. Ia juga meminta adanya upaya yang lebih langsung untuk mencoba melewati pemain lawan, bukan hanya mencari opsi aman.
Selain itu, ia menilai Inggris perlu lebih sering melakukan umpan ke arah depan. Ia menegaskan bahwa permainan tidak seharusnya “terlalu mudah” dengan melakukan umpan ke samping atau justru memundurkan bola, karena pola itu membuat tim kesulitan menembus rapatnya pertahanan lawan.
Perubahan pada sisi kiri dan opsi di jantung pertahanan
Shearer juga melihat kemungkinan pergantian di posisi bek kiri. Ia menyebut Nico O’Reilly bisa kembali masuk menggantikan Djed Spence.
Ia menilai tanpa O’Reilly, Inggris terlihat kehilangan sebagian kreativitas dan kualitas ketika membangun serangan dari sisi kiri. Ia juga menyatakan bahwa dalam rentang sekitar 15 menit ketika O’Reilly tampil, Inggris justru menciptakan ancaman yang lebih berarti dibanding bagian pertandingan lainnya.
O’Reilly, menurut Shearer, mampu masuk ke beberapa posisi bagus, memberi lebih banyak kontribusi ketika memegang bola, dan juga beruntung sekaligus kurang beruntung: tandukannya menyentuh mistar.
Shearer turut memahami jika Tuchel memilih mengubah lini belakang dengan menempatkan John Stones menggantikan Ezri Konsa. Ia menilai masalah utama Inggris melawan Ghana memang berkaitan dengan kesulitan memecah pertahanan, tetapi situasi defensif tetap menyimpan sejumlah perhatian.
Ia mengingat bahwa pada dua serangan nyata Ghana yang berhasil menembus, ada momen ketika Ghana bisa saja mendapatkan penalti, sementara satu skenario lain juga berpotensi berujung pada kartu merah untuk Jordan Pickford. Inggris “terhindar” pada kedua kesempatan itu, namun Shearer menilai ada tingkat ketidakpastian setelah perubahan yang dilakukan Tuchel.
Shearer tidak memastikan apakah perubahan tersebut berpengaruh langsung pada Pickford, tetapi ia menyebut penjaga gawang itu belum terlihat sepasti yang biasanya ia tampilkan. Ia juga menyinggung bahwa pada laga pertama distribusi Pickford dinilai kurang baik, lalu saat melawan Ghana ia sempat “terjebak” ketika keluar terburu-buru.
Dengan kata lain, Shearer menduga pergantian yang dilakukan Tuchel dalam pertahanan mungkin tidak turut membantu situasi yang sedang dihadapi Pickford, terutama dalam hal rasa percaya diri saat situasi berkembang cepat.
Mindset baru untuk menghadapi Panama
Shearer kemudian menekankan bahwa perubahan tidak cukup pada personel saja. Ia melihat kebutuhan untuk mengubah cara pikir tim, karena tantangan yang akan dihadapi Inggris tampak mirip.
Panama sudah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah di kedua pertandingan mereka. Dengan aturan head-to-head untuk menentukan posisi grup, mereka sudah mengetahui bahwa tim itu akan finis di dasar klasemen grup. Karena itu, laga melawan Inggris adalah kesempatan untuk menjaga harga diri.
Meski demikian, Shearer tidak percaya identitas Panama akan banyak berubah. Ia menyatakan Panama kemungkinan tetap bertahan dalam posisi yang dalam, sehingga Inggris akan menjalani pola yang sama seperti saat menghadapi Ghana: menguasai sebagian besar bola dan mencari cara menembus pertahanan yang rapat.
Menurutnya, jika Inggris ingin berhasil kali ini, mereka perlu mengganti mindset selain melakukan perubahan pemain. Shearer meminta adanya urgensi yang lebih tinggi melalui pergerakan bola yang lebih cepat serta kesediaan mengambil lebih banyak risiko.
Sementara itu, ada satu bagian yang menurut Shearer tidak perlu diganti: lini tengah. Jika Declan Rice dalam kondisi fit, Shearer mengatakan Rice seharusnya terus mengembangkan kerja sama dengan Elliot Anderson, termasuk kemungkinan mengambil keputusan terkait Harry Kane dalam rencana tersebut.
Namun, ketika membahas konteks pertandingan yang harus dimenangkan, Shearer menyatakan bahwa Inggris tidak berada pada situasi yang memungkinkan melakukan banyak perubahan. Ia menilai jika Inggris sudah menang atas Ghana dan otomatis dipastikan menjadi juara grup, maka perubahan besar mungkin akan terjadi.
Namun karena posisinya sekarang, Shearer menegaskan bahwa Inggris harus menang dalam pertandingan ini, dan ia menyatakan “seratus persen” akan mempertahankan Kane di tim untuk membantu tujuan tersebut.
Perspektif Shearer tentang perjalanan turnamen
Shearer juga memberi pandangan lebih luas tentang Piala Dunia yang sedang berlangsung. Ia menyebut hasil imbang melawan Ghana memang mengecewakan, tetapi bukan sebuah bencana.
Ia menilai turnamen kini sudah melewati fase setengah perjalanan, dan ia menikmati jalannya kompetisi sejauh ini. Ketika berbicara tentang tim yang paling mengesankan, ia menyebut Amerika Serikat, Prancis, Argentina, dan Spanyol.
Menurutnya, Inggris juga termasuk bagian dari “kegembiraan” dalam turnamen ini. Memang ada jeda kecil, tetapi ia menegaskan bahwa tidak hanya Inggris yang mengalami hambatan.
Shearer menyebut Spanyol juga pernah mengalami masalah serupa saat bermain imbang melawan Cape Verde, sementara Prancis tampil kurang baik pada babak pertama saat melawan Senegal di laga pembuka.
Ia percaya masih ada ruang untuk peningkatan, sekaligus menantikan ujian yang lebih besar ketika masuk ke fase gugur. Meski begitu, pada saat ini Inggris masih memimpin grup dan berada di jalur untuk meraih kemenangan.












