jurnalistik.co.id – Pengacara yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Hermawanto, menyampaikan dugaan adanya pintu tersembunyi yang selama ini dijadikan akses keluar-masuk barang terlarang di lingkungan sekolah tersebut.
Menurut Hermawanto, akses itu diduga mengarah pada sebuah bunker yang dibuat oleh mantan kepala pengurus yayasan sekolah swasta berinisial IWD.
“Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang yang berbahaya di situ bisa dia lakukan diam-diam di belakang,” kata Hermawanto saat ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Ia menegaskan temuan tersebut belum bisa ditindaklanjuti sepenuhnya karena bunker disebut belum dibuka.
Hermawanto menjelaskan, bunker belum dapat diakses karena kuncinya diduga dibawa oleh IWD.
“Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini,” tutur dia.
Ia kemudian meminta aparat kepolisian agar serius merespons temuan terkait akses tersembunyi itu dan segera membuka ruangan yang disebut terkunci.
Diketahui, 995 pucuk senjata api ditemukan di ruangan yang terkait IWD sekitar sebulan sebelum pengungkapan ini disampaikan ke publik.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Hermawanto, di lokasi yang sama juga ditemukan satu kotak hitam berisi VCD porno, tiga bungkus narkotika jenis ganja dan sabu.
Dalam pengungkapan jenis senjata, Hermawanto menyebut adanya senjata api kaliber 5.56, kaliber 40 dan 9 mili, walther, kaliber 22, serta karabin m4.
Selain senjata, ditemukan pula alat pembuat peluru, wadah penyimpan peluru (magazine) jenis glock, serta 30 amunisi.
Berita Terkait
Hermawanto menyatakan dirinya menyayangkan temuan tersebut terjadi di tempat anak-anak mengemban ilmu.
“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini?” ujarnya.
Ia menilai keberadaan berbagai barang berbahaya di area sekolah menjadi perhatian serius karena dampaknya bukan hanya bagi pihak yang terlibat, tetapi juga bagi keselamatan lingkungan pendidikan.
Hingga kini, polisi masih mendalami lebih lanjut terkait penemuan senjata api tersebut, termasuk proses terkait akses pintu dan ruangan yang disebut berkaitan dengan bunker.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan pada saat mendampingi pembukaan pintu ruangan, polisi lebih dulu membuat laporan model A untuk penyelidikan.
“Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi model A yang dibuat sesaat setelah ditemukanya kejadian dimaksud. Terhadap perkara saat ini pada tahab penyelidikan,” ucap Joko Adi Wibowo saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis.
Lebih lanjut, Joko Adi Wibowo menyampaikan ratusan senjata api itu dititipkan kepada Wasendak Polda Metro Jaya.
Penguatan pemeriksaan, menurut Hermawanto, juga menjadi penting agar dugaan akses pintu belakang menuju bunker benar-benar bisa dipastikan, terutama terkait ruangan yang hingga saat ini disebut masih terkunci rapat.
Langkah lanjutan Dengan kondisi bunker yang belum dapat dibuka karena kunci diduga dibawa IWD, upaya untuk mengungkap seluruh detail dugaan akses keluar-masuk barang terlarang menjadi fokus yang masih berjalan dalam proses penyelidikan.
Hermawanto berharap kepolisian dapat segera memastikan isi ruangan yang belum diakses, sekaligus menindaklanjuti temuan sebelumnya yang melibatkan 995 pucuk senjata api serta sejumlah barang lain yang disebut ditemukan di lokasi terkait.
Dalam perkembangan penyelidikan, pengacara yayasan sekolah menilai pentingnya akses dan pembuktian lapangan agar fakta yang ditemukan tidak berhenti pada informasi awal.
Ia pun menegaskan bahwa keberadaan barang-barang berbahaya di lingkungan pendidikan tidak seharusnya dibiarkan tanpa pemeriksaan menyeluruh.












