Daerah

Pemkot Tangerang bakal memanggil pemilik jaringan utilitas, bereskan kabel menjuntai di Prabu Kian Santang–M Toha

×

Pemkot Tangerang bakal memanggil pemilik jaringan utilitas, bereskan kabel menjuntai di Prabu Kian Santang–M Toha

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemkot Tangerang Akan Panggil Pemilik Jaringan Utilitas untuk Atasi Kabel Semrawut

jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota Tangerang bersiap memanggil pemilik jaringan utilitas untuk menertibkan kabel yang menjuntai semrawut di Jalan Prabu Kian Santang dan Jalan M Toha, Kecamatan Periuk. Penanganan ditujukan agar kabel tidak lagi menggantung rendah dan mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Aa Chaerul Syamsudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dulu melakukan koordinasi melalui tim utilitas. Koordinasi itu melibatkan perangkat daerah terkait agar penanganan berjalan terarah.

Menurut Aa Chaerul, tim utilitas bertugas menyisir titik-titik yang dinilai rawan, lalu melakukan identifikasi terhadap kondisi di lapangan. Setelah data terkumpul, tim juga akan berkoordinasi dengan operator telekomunikasi serta para pemilik jaringan utilitas untuk melakukan pembenahan.

Ia menekankan bahwa pendekatan ini dirancang agar penanganan dilakukan secara terpadu. Dengan cara tersebut, pembenahan diharapkan tidak berhenti pada langkah yang sifatnya parsial atau sementara.

Tim utilitas sebagai wadah koordinasi

Dalam pelaksanaan di lapangan, proses penyusunan langkah dilakukan dengan menilai sebaran masalah di beberapa titik. Tim utilitas kemudian menentukan pihak-pihak yang perlu dilibatkan sesuai jaringan yang ada di area tersebut.

Koordinasi dengan operator telekomunikasi dan pemilik jaringan, kata Aa Chaerul, menjadi bagian dari upaya agar perbaikan dilakukan menyeluruh. Dengan demikian, penataan tidak hanya menyasar satu lokasi, melainkan disesuaikan dengan pola masalah yang teridentifikasi.

Pemkot juga menjadikan tim utilitas sebagai forum untuk mematangkan rencana pengalihan kabel ke bawah tanah. Rencana tersebut dikenal sebagai ducting atau pemindahan jaringan agar tertanam dan lebih rapi.

Ia menambahkan bahwa penyusunan rencana penataan utilitas terpadu mencakup pengembangan jaringan utilitas bawah tanah (ducting). Nantinya, pelaksanaannya dapat diselaraskan dengan pembangunan maupun peningkatan jalan serta infrastruktur kota lainnya.

Keluhan warga soal penataan yang belum terealisasi

Warga di sekitar lokasi menilai penataan kabel yang dijanjikan belum kunjung terlihat hasilnya. Salah satunya Romlan, yang menyampaikan keluhan terkait kondisi kabel yang tetap berantakan di area permukiman.

Romlan menagih kepastian penataan yang sebelumnya sempat disebut akan ditanam di tanah. Ia mengungkapkan kekesalannya karena kondisi kabel justru masih menggantung dan mengganggu pandangan sehari-hari.

Senada dengan itu, Sutri yang bekerja sebagai juru parkir juga berharap pihak berwenang dan pemilik kabel segera bertindak. Menurut Sutri, dirinya tidak memiliki wewenang untuk menata jaringan, sehingga hanya bisa menunggu penanganan dari pihak terkait.

Perasaan serupa juga tampak dari aktivitas warga yang berulang kali menghadapi hambatan di sekitar titik kabel. Kondisi ini memengaruhi kenyamanan ketika warga harus bergerak melintasi area yang sama setiap hari.

Kondisi kabel menjuntai rendah hingga menghalangi akses

Pantauan di lokasi pada Kamis (6/8/2026) menunjukkan kabel utilitas yang menggantung rendah. Kabel terlihat berada pada rentang ketinggian sekitar 100 hingga 180 sentimeter dari permukaan.

Di beberapa titik, gulungan kabel juga tampak meliuk dan mencapai area jalan. Pada kondisi tertentu, kabel bahkan terlihat menyentuh permukaan sehingga mengubah jalur akses di lingkungan tersebut.

Keberadaan kabel yang menjuntai rendah disebut mengganggu akses menuju rumah warga. Tidak hanya permukiman, kabel juga terlihat menghalangi akses ke pertokoan, perkantoran, serta tempat ibadah di sekitar ruas yang sama.

Akibatnya, pejalan kaki yang melintas harus menyesuaikan cara berjalan. Warga terlihat terpaksa membungkuk atau menghindar agar tidak tersangkut kabel saat melintasi bagian jalan tersebut.

Situasi ini memperjelas bahwa persoalan bukan sekadar masalah estetika. Hambatan yang ditimbulkan berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran mobilitas di ruang publik.

Langkah berikutnya diharapkan berujung pada penataan menyeluruh

Dari penjelasan Pemkot, langkah awal diarahkan pada penanganan melalui tim utilitas yang sudah melibatkan perangkat daerah terkait. Proses tersebut mencakup penyisiran titik masalah, identifikasi jaringan, hingga pemanggilan pihak-pihak yang memegang kendali atas utilitas.

Setelah tahapan koordinasi berjalan, pembenahan diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh. Pemkot menyatakan tujuan akhirnya adalah penanganan terpadu agar tidak hanya menyelesaikan satu bagian kecil sementara bagian lain tetap bermasalah.

Sementara itu, rencana pemindahan kabel ke bawah tanah melalui ducting menjadi bagian dari visi penataan utilitas terpadu. Dengan integrasi ke agenda pembangunan infrastruktur, rencana tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih konsisten dan berkelanjutan.

Bagi warga yang sudah menunggu penataan, langkah pemanggilan pemilik jaringan utilitas menjadi titik penting yang dinanti. Mereka berharap koordinasi yang disampaikan dapat segera diikuti tindakan nyata di lapangan.

Dengan kondisi kabel yang telah terlihat menjuntai rendah dan menghalangi aktivitas warga, penertiban melalui pemanggilan operator serta pemilik jaringan menjadi langkah yang dinilai mendesak. Pemerintah Kota Tangerang menyatakan akan menjadikan forum tim utilitas sebagai wadah koordinasi hingga penataan benar-benar terlaksana.