Hukum & Kriminal

Sharif Ahmadzai, petinju asal Afghanistan, kembali menjalani sidang di Athena

×

Sharif Ahmadzai, petinju asal Afghanistan, kembali menjalani sidang di Athena

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Man charged with killing Scottish aid worker in Greece

jurnalistik.co.id – Petinju asal Afghanistan, Sharif Ahmadzai, kembali menjalani sidang di Athena untuk kedua kalinya. Ia menghadapi dakwaan pembunuhan berencana, perampokan, serta pelanggaran terkait senjata.

Ahmadzai, 26 tahun, didakwa terlibat dalam kematian pekerja bantuan asal Skotlandia, Elisabeth Ross, yang berusia 38 tahun. Ia tiba di pengadilan pada Kamis pagi dengan mobil abu-abu tanpa tanda pengenal, dan tidak terlihat melalui dokumentasi foto.

Menurut pemberitaan, proses hukum terhadap Ahmadzai diharapkan masuk tahap dakwaan secara formal pada waktu yang akan ditentukan. Pada sidang sebelumnya, ia mendapatkan waktu untuk menyiapkan pembelaan setelah pengacara yang ditunjuk pengadilan mendampinginya.

Rabu lalu, Ahmadzai ditetapkan mendapat pendampingan dari pengacara yang ditunjuk pengadilan, sekaligus diberi kesempatan untuk menyiapkan langkah pembelaan. Sebelumnya, ia telah ditahan dengan dakwaan terkait kepemilikan senjata secara ilegal.

Dakwaan yang kini menjeratnya mencakup homicide with intent. Dalam hukum Skotlandia, kategori tersebut setara dengan tuduhan pembunuhan. Ia juga menghadapi tuduhan perampokan, termasuk klaim bahwa ia mengambil lebih dari €10.000 (£8.500) dari rekening bank korban dengan menggunakan kartu bank milik korban.

Pernyataan dari direktorat kejahatan terorganisasi menyebut Ahmadzai dibawa ke kantor polisi pada 30 Juli. “In particular, it emerged that the 26-year-old placed the body in a suitcase and transported it to the abandoned site,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ross ditemukan tewas di sebuah bangunan yang sudah ditinggalkan di kawasan Kypseli, Athena. Ia dilaporkan ditemukan oleh seorang tunawisma pada 18 Juli, sebelum penyelidikan berkembang lebih jauh.

Selain dugaan pembunuhan, Ahmadzai juga didakwa mengirim serangkaian pesan dari ponsel Ross kepada teman-teman dan keluarga korban setelah kejadian. Setelah itu, ia diduga mematikan perangkat tersebut.

Surat kabar Yunani, Proto Thema dan Ta Nea, melaporkan bahwa Ahmadzai membeli ponsel baru dan kemudian mengirim pesan kepada teman-teman Ross di Athena. Dalam laporan itu, ia disebut mengaku sebagai seorang “jihadist” yang tidak disebut namanya, sambil menyatakan bahwa ia membunuh Ross karena alasan agama.

Para laporan tersebut juga menyebut keterlibatan kecurigaan dari pihak istri Ahmadzai. Istri Ahmadzai, Alaina Hall yang berstatus warga negara Amerika Serikat, dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa ia mulai menduga keterlibatan suaminya setelah bangun tidur dan mendapati Ahmadzai tidak berada di apartemen mereka.

Masih menurut laporan surat kabar tersebut, Hall kemudian melacak ponsel Ahmadzai hingga ke lokasi tempat Ross berada. Dari proses pelacakan itu, kecurigaan Hall mengarah pada lokasi yang diduga terkait dengan korban.

Ross diketahui berasal dari Edinburgh dan dikenal oleh keluarga serta teman-temannya dengan nama Lisa. Ia disebut melakukan pekerjaan sukarela bersama sebuah kelompok pendukung pengungsi yang berbasis di Athena.

Ross tiba di Yunani pada 26 Juni dan tinggal di wilayah Keratsini, Piraeus, hingga 10 Juli. Polisi meyakini bahwa ia meninggal beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan.

Setelah jasad Ross ditemukan, otoritas Yunani menghubungi Interpol. American authorities kemudian membantu mengidentifikasi sidik jari yang relevan, sementara penyelidikan ditangani oleh Organized Crime Directorate Yunani.

Sidang lanjutan terhadap Ahmadzai menjadi sorotan karena proses hukum kini memasuki tahap berikutnya setelah penahanan awalnya. Dengan dakwaan yang mencakup unsur niat, perampokan, dan pelanggaran senjata, Ahmadzai akan menempuh fase pembelaan yang lebih terstruktur di pengadilan Athena.

Dalam rangkaian proses yang sudah berjalan, otoritas menempatkan kasus ini pada alur penyidikan yang semakin konkret. Setelah penahanan awal terkait dugaan kepemilikan senjata ilegal, persidangan berikutnya di Athena kemudian memberi ruang bagi Ahmadzai untuk berkoordinasi dengan penasihat hukum yang ditunjuk pengadilan.

Sejumlah detail yang disebut dalam laporan penyelidikan ikut memperjelas skema tuduhan. Direktorat kejahatan terorganisasi menyatakan adanya temuan bahwa jasad dibawa menggunakan koper sebelum dipindahkan ke lokasi yang ditinggalkan, sementara setelah peristiwa, pesan dari ponsel Ross disebut dikirim ke lingkungan terdekat korban sebelum perangkat tersebut dimatikan.