Peristiwa

PLN Sampaikan Dukacita setelah Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel

×

PLN Sampaikan Dukacita setelah Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel

Sebarkan artikel ini
PLN Sampaikan Dukacita Usai Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas akibat Motor Tersangkut Kabel News 20 Juni 2026
Ilustrasi: PLN Sampaikan Dukacita Usai Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas akibat Motor Tersangkut Kabel

jurnalistik.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyampaikan duka cita mendalam dan rasa prihatin atas musibah yang menimpa siswi SMAN 6 Jakarta, yang tewas setelah motor yang ditumpanginya tersangkut kabel.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, PLN menyatakan turut prihatin atas kejadian tersebut serta menyampaikan simpati kepada keluarga korban.

PLN juga menyebut mendukung penuh proses investigasi yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang.

“PLN turut prihatin atas kejadian tersebut,” ungkap Manager PLN UP3 Bulungan Ari Tirtaprawita dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/6/2026).

Ari menambahkan bahwa pihaknya siap agar peristiwa yang menimpa Neisha Amalia Evrian Putri menjadi terang benderang.

Selain itu, PLN menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mendukung penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Kronologi kejadian di Jalan Leuser

Menurut keterangan kepolisian, siswi tersebut, yang diketahui berinisial NAEP (16), tewas setelah motor yang ditumpanginya tersangkut kabel sling di Jalan Leuser, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026) pagi.

Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengatakan korban saat itu dalam perjalanan menuju sekolah pukul 06.10 WIB.

Joko menjelaskan, ketika melintas di depan rumah nomor 6, sebuah kabel yang menjuntai tersangkut ke setang motor.

“Akibat itu kan setir sebelah kanan ngerem karena ketarik, pengemudi kemudian jatuhlah ke kanan, dan korban yang dibonceng jatuhnya ke kiri,” ujar Joko saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Kamis.

Dalam situasi tersebut, terdapat kendaraan yang melintas.

Joko menyebut sebuah bus sekolah melintas dan membuat korban terlindas.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka di kepala meski sudah memakai helm, dan dinyatakan meninggal di tempat.

Setelah kejadian, korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati.

Pemanggilan PLN dan dugaan asal kabel

Pasca kecelakaan, pihak kepolisian tengah memanggil PT PLN (Persero) untuk meminta keterangan.

Pemanggilan dilakukan untuk memastikan siapa pemilik kabel yang menjuntai dan menyebabkan kecelakaan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menyampaikan bahwa dari pemeriksaan di lokasi, kabel tersebut menjuntai dari atas tiang listrik milik PLN.

“Itu kabel kan menggantung di tiang listrik, ya, karena itu diduga, masih diduga ya, dugaan sementara kabel punya PLN, saat ini penyidik Unit Lantas lagi mengundang ini PLN,” kata Joko saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Jumat (19/6/2026).

Dengan adanya pemanggilan tersebut, proses penyelidikan diharapkan dapat mengarah pada kejelasan terkait kabel yang tersangkut saat motor melintas.

Pihak PLN, melalui pernyataan resminya, menegaskan kesiapan untuk berkoordinasi dan mendukung penyelidikan lebih lanjut bersama pihak terkait.

PLN juga menyampaikan bahwa dukungan tersebut mencakup upaya agar rangkaian peristiwa dapat dipahami secara utuh serta membantu proses investigasi yang sedang berjalan.

Neisha Amalia Evrian Putri (16), siswi SMAN 6 Jakarta, disebut menjadi korban dalam insiden itu yang berawal dari motor tersangkut kabel hingga menyebabkan jatuhnya pengendara dan pembonceng, sebelum akhirnya korban terlindas bus sekolah yang melintas.

Atas kejadian tersebut, PLN menyatakan duka cita serta rasa prihatin, sekaligus menyatakan siap untuk mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Dalam penjelasan yang disampaikan pihak PLN, sikap dukungan tidak hanya berhenti pada ungkapan belasungkawa, tetapi juga diarahkan agar seluruh proses pemeriksaan dapat berjalan dengan data yang jelas. PLN menyatakan bahwa koordinasi dengan instansi terkait diperlukan untuk memastikan informasi yang dihimpun di lapangan dapat ditata menjadi satu gambaran peristiwa yang utuh.

Upaya klarifikasi juga berkaitan dengan temuan kabel yang menggantung pada tiang listrik milik PLN. Pemanggilan ini, sebagaimana disampaikan dalam keterangannya, dimaksudkan untuk menelusuri keterkaitan antara kabel tersebut dan insiden yang berujung pada jatuhnya pengendara serta pembonceng, hingga korban akhirnya terlindas bus sekolah yang melintas.

PLN juga menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan keterangan bila diperlukan selama penyelidikan berlangsung. Dengan langkah tersebut, harapannya penanganan kasus dapat mengarah pada kejelasan mengenai kabel yang dimaksud serta faktor-faktor yang menyebabkan kejadian, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.