Daerah

Polda Gorontalo Perkuat Iman dan Integritas Personel lewat Binrohtal Kristen dalam Pelaksanaan Tugas

×

Polda Gorontalo Perkuat Iman dan Integritas Personel lewat Binrohtal Kristen dalam Pelaksanaan Tugas

Sebarkan artikel ini
Binrohtal Kristen, Polda Gorontalo Perkuat Iman dan Integritas Personel dalam Pelaksanaan Tugas
Ilustrasi: Binrohtal Kristen, Polda Gorontalo Perkuat Iman dan Integritas Personel dalam Pelaksanaan Tugas

jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Agama Kristen sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi personel dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Polda Gorontalo pada Rabu (17/6/2026). Acara dihadiri oleh Wakapolda Gorontalo serta Pejabat Utama Polda Gorontalo, personel Polda Gorontalo, dan Pengurus Bhayangkari Daerah Gorontalo yang beragama Kristen.

Binrohtal dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperkuat karakter personel agar memiliki landasan spiritual yang kuat saat menjalankan tugas. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan agar nilai-nilai rohani dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta mengikuti ibadah bersama yang diisi dengan pujian dan penyembahan. Selanjutnya, acara juga mencakup pembacaan firman Tuhan dan renungan rohani yang menekankan pentingnya mengedepankan nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab.

Agenda pembinaan karakter personel

Perwakilan Polda Gorontalo menyampaikan bahwa Pembinaan Rohani dan Mental merupakan agenda rutin yang bertujuan membentuk karakter personel yang beriman, berintegritas, serta memiliki moralitas yang baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pembinaan rohani dipandang sebagai salah satu langkah untuk menjaga agar personel tetap memiliki kekuatan batin dan pegangan nilai saat berinteraksi dan melayani masyarakat.

Melalui kegiatan Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel mampu semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan menjadikannya sebagai landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Melalui kegiatan Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menjadikannya sebagai landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan iman yang kuat, diharapkan personel mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Selain menumbuhkan aspek spiritual, pembinaan rohani juga ditegaskan sebagai upaya penting dalam menjaga kesehatan mental personel. Dengan kondisi mental yang terjaga, diharapkan pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih baik dan selaras dengan harapan untuk mewujudkan Polri yang Presisi.

Polda Gorontalo juga menegaskan bahwa Binrohtal menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual seluruh personel, termasuk anggota Bhayangkari. Dari pembinaan tersebut, diharapkan integritas semakin meningkat dan semangat pengabdian yang tulus kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat terus tumbuh.

Sikap moral dan profesionalisme dalam tugas kepolisian

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta. Melalui refleksi itu, peserta didorong untuk terus menjaga moralitas, etika, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian.

Dengan penguatan nilai spiritual, diharapkan cara pandang dan tindakan personel semakin selaras dalam memberikan pelayanan yang humanis dan dapat dipercaya masyarakat. Pada akhirnya, pembinaan rohani ini ditujukan agar Polri dapat semakin dikenal sebagai institusi yang profesional, berintegritas, dan dipercaya oleh publik.

Dalam pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta diarahkan untuk menyerap pesan rohani dan menerapkannya dalam keseharian, mulai dari cara berkomunikasi hingga cara mengambil keputusan saat menghadapi situasi di lapangan. Melalui rangkaian peribadatan dan renungan, peserta diingatkan agar nilai kasih, kejujuran, serta tanggung jawab tidak hanya menjadi pemahaman, tetapi juga tercermin dalam tindakan nyata sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Suasana pembinaan juga mendorong peserta melakukan evaluasi diri secara lebih mendalam. Pesan yang disampaikan memperkuat komitmen agar personel tetap menjaga sikap yang beretika, menjunjung integritas, serta menempatkan tugas kepolisian sebagai bentuk pengabdian yang dijalankan dengan dasar spiritual dan ketenangan batin.

Melalui pendalaman dan penguatan tersebut, diharapkan terbentuk keselarasan antara aspek rohani dan pelaksanaan tugas kedinasan. Dengan mental yang lebih stabil dan karakter yang terus dibina, personel diharapkan dapat memberikan pelayanan yang humanis, dapat dipercaya, serta berkontribusi pada terwujudnya Polri yang Presisi melalui sikap dan profesionalisme yang konsisten.