jurnalistik.co.id – Pihak kepolisian mengatakan seorang pria yang didakwa atas pembunuhan seorang anak perempuan di Chertsey datang ke Inggris secara legal dan memiliki izin untuk tetap tinggal di negara itu. Ia juga menghadapi dakwaan terkait kekerasan seksual terhadap anak di bawah 13 tahun.
Pria tersebut adalah warga negara Prancis Kevin Kerjean, berusia 31 tahun. Polisi menyebut Kerjean lahir di Republik Afrika Tengah.
Kerjean didakwa atas pembunuhan seorang anak perempuan berusia dua tahun di Chertsey. Dalam proses perkara yang sama, ia turut didakwa atas pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap seorang anak yang berusia di bawah 13 tahun.
Kasus ini akan dibawa ke Guildford Crown Court pada Senin mendatang, sesuai keterangan polisi. Pada tahap ini, aparat juga menyatakan pihaknya belum melihat adanya keterkaitan dengan orang lain selain tersangka.
Menurut polisi, insiden yang menjadi dasar dakwaan itu dilaporkan terjadi pada Kamis. Petugas menerima laporan mengenai kekhawatiran terhadap keselamatan seseorang sekitar pukul 17:40 BST di Pyrcroft Road.
Polisi menegaskan bahwa rumor yang beredar secara daring mengenai kejadian yang disebut berlangsung di sebuah rumah penampungan pencari suaka dengan beberapa unit (HMO) adalah “incorrect”. Keterangan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang tidak sesuai dengan fakta penyelidikan.
Seorang juru bicara kepolisian menyebut pihak Home Office telah mengonfirmasi bahwa Kerjean masuk ke Inggris secara legal. Home Office juga menyatakan ia mengajukan European Union Settled Status pada Desember 2020.
Juru bicara polisi menambahkan, Kerjean kemudian memperoleh leave to remain pada Maret 2021. Izin tinggal tersebut diperpanjang hingga Maret 2031, sehingga menurut polisi ia memiliki dasar hukum untuk tetap berada di Inggris pada masa sebelum dan saat perkara ini muncul.
Kerjean bukan hanya berstatus tersangka dalam dugaan pembunuhan, melainkan juga didakwa dengan tindak kekerasan seksual terhadap anak yang usianya di bawah 13 tahun. Polisi menyatakan anak tersebut dipahami memiliki hubungan yang dikenal dengan Kerjean.
Polisi juga menyampaikan bahwa mereka meyakini kejadian itu terjadi “within a family setting”. Dengan kata lain, peristiwa tersebut diduga berada dalam konteks lingkungan keluarga, bukan melibatkan jaringan pihak luar yang lebih luas.
Terkait kemungkinan tersangka lain, polisi menyebut pada tahap ini mereka “At this stage, we are not looking for anyone else in connection with the incident”. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan fokus penyelidikan berada pada Kerjean sebagai pihak yang ditangani kepolisian.
Di lokasi kejadian, warga meninggalkan tanda duka berupa rangkaian bunga. Beberapa buket diletakkan di pintu masuk Syward Place, sebuah kompleks apartemen yang berada di sudut Pyrcroft Road dan Bell Bridge Road pada Kamis.
Kronologi respons polisi dan kondisi di lokasi
Det Ch Supt Jon Groenen menggambarkan peristiwa ini sebagai “a tragic incident”. Ia menambahkan tim penyelidik “working hard to build a picture of what happened” untuk memahami rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Groenen menyampaikan bahwa kehadiran polisi dengan skala signifikan akan tetap berada di Pyrcroft Road dalam beberapa hari ke depan. Perpanjangan pengamanan dan intensitas penyelidikan itu juga menjadi bagian dari upaya mengumpulkan dan merapikan gambaran kasus.
Pihak kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada warga setempat. Groenen mengatakan, “We appreciate that all this will be concerning for residents and we would like to thank them for their co-operation as we conduct our investigation”.
Ucapan terima kasih tersebut merujuk pada dampak yang mungkin ditimbulkan oleh pengamanan dan proses investigasi di lingkungan pemukiman. Polisi berharap kerja sama warga membantu kelancaran pengumpulan informasi.
Secara keseluruhan, dakwaan yang diajukan dalam perkara ini mencakup pembunuhan terhadap anak berusia dua tahun serta dakwaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah 13 tahun. Agenda persidangan di Guildford Crown Court dijadwalkan pada Senin, sementara penyelidikan masih berlangsung dan polisi terus menata bukti-bukti untuk membangun gambaran peristiwa.
Dengan adanya penegasan dari kepolisian terkait status hukum Kerjean di Inggris, informasi mengenai izin tinggal menjadi bagian dari sorotan publik dalam perkara ini. Polisi menyatakan konteks tersebut telah dikonfirmasi melalui Home Office, termasuk proses pengajuan EU Settled Status dan perpanjangan leave to remain hingga Maret 2031.
Di tengah proses hukum, situasi di lokasi kejadian tetap mendapat perhatian karena polisi menyebut kehadiran mereka akan berlanjut. Warga yang meninggalkan bunga di kompleks apartemen Syward Place menjadi tanda duka yang menyertai perjalanan penyelidikan dan persiapan persidangan.












