Politik & Parlemen

Americast menyoal: Apakah Pete Hegseth kehilangan kendali di Pentagon?

×

Americast menyoal: Apakah Pete Hegseth kehilangan kendali di Pentagon?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Americast - Has Pete Hegseth lost control of the Pentagon? - BBC Sounds

jurnalistik.co.id – Amerika kembali mempertanyakan arah kendali di Pentagon, seiring rangkaian pengunduran diri dan relokasi pimpinan senior yang berlangsung cepat. Dalam episode Americast edisi 2 September 2026, pembahasan menyoroti apakah kepemimpinan yang dijalankan Pete Hegseth masih berada dalam kendali yang stabil di tengah tekanan perang dan pergantian internal.

Isu itu muncul bukan hanya karena perubahan jabatan, melainkan juga karena dampaknya terhadap kemampuan organisasi menjalankan operasi. Selama pembicaraan, disebut bahwa Pentagon menghadapi situasi dengan pemimpin senior yang makin berkurang, stok amunisi yang terbatas, serta pertanyaan lanjutan mengenai cara Hegseth menjalankan operasi.

Di bagian yang paling menonjol, episode itu menempatkan pengunduran diri Dan Driscoll sebagai sinyal politik dan administrasi yang sulit diabaikan. Dan Driscoll mundur sebagai Menteri Angkatan Darat (Army Secretary), setelah lebih dulu ditunjuk oleh Donald Trump pada masa jabatannya sekitar 18 bulan sebelumnya.

Penunjukan Driscoll, sebagaimana disebut dalam teks sumber, diarahkan untuk membantu mengakhiri perang Ukraina dan memodernisasi kekuatan militer AS. Namun, pengunduran dirinya hadir dalam konteks pergolakan yang lebih luas di lingkungan Pentagon, termasuk perpindahan pejabat dan perubahan pada level pimpinan.

Serangkaian keluarnya figur-figur kunci disebut terjadi setelah Pete Hegseth ā€œmemecat atau memaksa keluarā€ sejumlah perwira senior. Daftar yang disebut meliputi ketua Joint Chiefs, admiral tertinggi Angkatan Laut, serta kepala staf Angkatan Darat.

Dengan kata lain, perubahan tidak hanya menyasar satu institusi, tetapi merembet ke hampir semua layanan. Episode ini menggambarkan pola itu sebagai bagian dari alasan mengapa kendali dan stabilitas kepemimpinan menjadi sorotan publik.

Masalahnya, pergantian personel seperti itu tidak terjadi dalam ruang hampa. Pembahasan menekankan bahwa ketika perang Iran telah memasuki enam bulan, Pentagon justru menghadapi kekurangan pemimpin senior, amunisi yang jumlahnya tidak mencukupi, dan kian banyak pertanyaan mengenai kesinambungan strategi di lapangan.

Selain aspek operasional, ada pula perhatian terhadap suasana batin di internal militer. Episode menyebut kekhawatiran mengenai moral, yang berhubungan dengan bagaimana kondisi kerja dan tekanan selama penugasan dirasakan oleh personel.

Di tengah sorotan kepemimpinan, perhatian publik juga diarahkan pada kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln. Episode itu menyebut kapal induk tersebut membawa hampir 5.000 personel dan sedang dijadwalkan merapat ke Pattaya, Thailand, setelah menjalani waktu panjang tanpa singgah pelabuhan.

Menurut teks yang menjadi dasar pembahasan, USS Abraham Lincoln tercatat menempuh 250 hari berada di laut dalam periode yang menjadi rekor, sebelum akhirnya akan merapat. Episode ini menempatkan jadwal kedatangan tersebut sebagai peristiwa yang menarik, karena menyangkut skala kunjungan personel AS ke Pattaya.

Pengawasan terhadap kondisi di kapal juga disebut muncul setelah anggota Kongres mengangkat kekhawatiran. Yang dipermasalahkan mencakup kondisi di kapal dan tekanan mental yang dialami kru.

Dalam konteks sejarah, episode ini menegaskan bahwa ini menjadi jumlah personel AS terbesar yang berkunjung ke Pattaya sejak jatuhnya Saigon pada 1975, pada akhir Perang Vietnam. Dengan demikian, isu yang dibahas tidak berhenti pada pergantian jabatan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan personel.

Gabungan antara kekurangan pemimpin senior, keterbatasan amunisi, serta pertanyaan mengenai pelaksanaan operasi disebut menciptakan lapisan masalah yang saling terkait. Episode tersebut menempatkan itu sebagai alasan mengapa publik menaruh perhatian pada cara Hegseth menjalankan kendali di Pentagon.

Di sisi lain, perubahan jabatan juga tampak beriringan dengan agenda modernisasi dan penanganan konflik luar negeri yang disebut sebagai tujuan penunjukan pejabat-pejabat tertentu. Ketika tokoh-tokoh yang memegang peran sipil dan strategis keluar lebih cepat dari perkiraan, maka arah kebijakan dapat menjadi lebih sulit dipastikan.

Pembahasan juga menunjukkan bagaimana pergantian di level puncak dapat menimbulkan efek berantai pada koordinasi lintas layanan. Episode ini menekankan bahwa daftar perubahan yang disebut mencakup elemen-elemen penting dalam struktur komando, sehingga isu kendali tidak hanya bersifat administratif.

Pelajaran di balik pergantian cepat Pergantian pimpinan yang disebut berlangsung ā€œhampir di setiap layananā€ menggambarkan betapa luasnya transformasi internal yang tengah terjadi. Dalam situasi konflik yang sedang berjalan, perubahan sebesar itu berpotensi memengaruhi kecepatan keputusan, konsistensi eksekusi, dan kesiapan menghadapi kebutuhan operasional.

Kekhawatiran terhadap moral menambah dimensi lain di luar perhitungan militer. Jika kondisi kru menjadi perhatian serius yang dibawa ke ruang Kongres, maka penilaian terhadap efektivitas kepemimpinan akan ikut meluas ke pengalaman nyata personel.

Pada akhirnya, pertanyaan ā€œapakah Pete Hegseth kehilangan kendaliā€ dalam episode tersebut dirumuskan sebagai indikator gabungan: pengunduran diri Dan Driscoll, perubahan pada pimpinan perwira senior, tantangan perang yang telah berjalan enam bulan, keterbatasan amunisi, serta kegelisahan mengenai moral.

Di saat yang sama, kedatangan USS Abraham Lincoln ke Pattaya setelah 250 hari di laut tanpa singgah pelabuhan menjadi simbol yang menonjol tentang beratnya beban penugasan. Semua elemen ini dirangkai untuk menunjukkan bahwa kendali di Pentagon bukan hanya persoalan nama jabatan, tetapi juga dampaknya pada operasi dan kondisi orang-orang yang menjalankannya.

Pembicaraan Americast dipandu oleh Anthony Zurcher, koresponden Amerika Utara, dan Sumi Somaskanda, BBC Chief Presenter. Melalui diskusi mereka, sejumlah peristiwa yang tercantum dalam teks sumber ditempatkan sebagai latar untuk menilai stabilitas kendali kepemimpinan sipil-militer di Pentagon pada periode yang sedang bergolak.