jurnalistik.co.id – Reform UK menerima donasi sebesar £36 juta dari seorang miliarder kripto asal Inggris, yang tercatat sebagai sumbangan terbesar untuk sebuah partai politik di Inggris. Kabar ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kepatuhan pendanaan asing dan berbagai penyelidikan yang kini melibatkan tokoh-tokoh di sekitar partai.
Ben Delo menyampaikan donasi tersebut melalui pernyataannya di Daily Telegraph. Ia mengatakan langkah itu dilakukan karena ingin adanya persaingan yang lebih seimbang, sebagaimana dinyatakan dalam tulisannya: “I want a fair fight and a level playing field”.
Sebagai informasi, jumlah £36 juta ini merupakan donasi tunggal terbesar yang pernah diberikan kepada partai politik di Inggris. Nigel Farage menanggapi pemberian tersebut dengan menyatakan bahwa ia merasa “honoured and humbled”.
Rencana pencairan hingga 2029
Delo menyatakan bahwa ia akan mendanai Reform UK dengan “£1m a month between now and the latest date Labour could call a general election in 2029”. Namun, ia juga menambahkan bahwa seluruh dana akan diberikan sekaligus, bukan dicicil, sebagai langkah antisipasi bila pemerintah di masa depan mencoba membatasi donasi skala besar.
Dalam konteks aturan yang berlaku saat ini, tidak ada pembatasan terhadap besaran donasi yang dapat diberikan oleh donor yang berbasis di Inggris kepada partai politik. Meski begitu, Delo menghadapi lanskap regulasi yang sebelumnya sudah menimbulkan perdebatan, terutama terkait donor dari luar negeri.
Labour sebelumnya memperkenalkan batas £100.000 untuk donasi dari warga negara Inggris yang tinggal di luar negeri. Delo, yang lahir di Sheffield, juga disebut telah menyumbang £4 juta kepada Reform.
Ia pernah menyatakan akan kembali tinggal di Inggris dari Hong Kong untuk melanjutkan dukungannya terhadap partai tersebut. Selain itu, pada tahun lalu, Delo juga memperoleh pengampunan tanpa syarat dari Presiden AS Donald Trump terkait pelanggaran Bank Secrecy Act.
Farage dan Reform berada di bawah pemeriksaan
Donasi besar ini hadir ketika penggalangan dana Reform UK mendapat sorotan luas. Polisi mengumumkan adanya penyelidikan menyusul tuduhan bahwa partai melanggar aturan pendanaan asing, berawal dari siaran Channel 4 News pekan lalu.
Reform UK membantah adanya pelanggaran dan menyatakan akan bekerja sama dengan proses penyelidikan. Di saat yang sama, Farage juga dilaporkan tengah diperiksa oleh commissioner standar parlemen terkait apakah ia seharusnya mendeklarasikan hadiah tunai £5 juta.
Berita Terkait
Hadiah tersebut dikaitkan dengan seorang investor kripto berbasis Thailand bernama Christopher Harborne, yang disebut diberikan kepada Farage sebelum pemilihan 2024, saat Farage terpilih sebagai anggota parlemen. Farage berargumen bahwa ia tidak memiliki kewajiban untuk mendaftarkan hadiah itu karena “purely private”, dengan alasan hadiah tersebut tidak berhubungan dengan kegiatan parlementer maupun aktivitas politiknya.
Sementara itu, Metropolitan Police juga sedang meneliti apakah pembayaran kepada Reform UK pada minggu-minggu menjelang pemilihan terakhir mematuhi aturan hukum donasi. Fokus pemeriksaan mencakup donasi yang diberikan langsung kepada partai oleh Fiona Cottrell, ibu dari George Cottrell yang lama menjadi sekutu Farage.
Penyelidikan juga mengkaji pembayaran dari sebuah perusahaan yang dikendalikan oleh wakil pemimpin Reform, Richard Tice. Perusahaan tersebut disebut menerima £1 juta dari Fiona Cottrell pada Juni 2024.
Debat pembatasan donasi dan respons partai
Pembatasan donasi dari warga Inggris yang tinggal di luar negeri memicu pertengkaran sengit antara Reform dan sejumlah donor kunci. Mereka menuduh Labour berusaha menghambat kemajuan partai.
Pemerintah juga disebut berupaya mencegah pemilih luar negeri yang pindah ke Inggris memberikan donasi lebih dari £100.000 selama satu tahun setelah kedatangan mereka. Upaya itu ditempatkan dalam kerangka Representation of the People Bill, yang menjalani pembacaan kedua di Lords pada hari Senin.
Di luar donasi terbaru ini, terdapat pula catatan donasi besar pada periode sebelumnya. Pada tahun lalu, Harborne memberikan donasi tunggal sebesar £9 juta kepada Reform, yang pada saat itu disebut sebagai donasi tunggal terbesar kepada partai politik Inggris oleh seorang individu yang masih hidup.
Jika dibandingkan, Konservatif sebelumnya menerima £10 juta sebagai warisan. Namun, angka tersebut kini disebut sudah terlampaui oleh donasi terbaru Delo.
Menanggapi donasi £36 juta tersebut, seorang juru bicara Partai Buruh (Labour) menyatakan bahwa Farage “was still up to his neck in scandal” dan bahwa “the questions he faces aren’t going away – in fact they’re piling up”.
Labour juga menilai Reform tidak bisa sekadar “buy their way out of questions about sleaze, criminal mates and dodgy finances”. Menurut Labour, “It’s time Farage and Reform finally came clean with the public, co-operated fully with the police, and proved they’re not just in it for themselves.”
Dari kubu Liberal Demokrat, juru bicara Kantor Kabinet, Lisa Smart, menilai Farage ingin “bring Trump’s America to our shores by buying his way into power”. Ia menambahkan bahwa Farage “He’s trying to get into Number 10 as if it’s a stop on a monopoly board”, dan menegaskan, “It can’t go on like this. Andy Burnham needs to introduce a cap on political donations. Our democracy depends on it.”
Kombinasi donasi rekor dan situasi pemeriksaan hukum membuat isu pendanaan politik kembali menjadi sorotan. Dengan komitmen Delo yang menargetkan skema “£1m a month” hingga kerangka waktu pemilihan umum 2029, sekaligus pemberian “all the money up front”, pertarungan di parlemen diperkirakan akan makin diwarnai perdebatan mengenai aturan, kepatuhan, dan batas-batas donasi.












