jurnalistik.co.id – Sir Keir Starmer kini mempertimbangkan masa depan politiknya ketika desakan agar ia mengumumkan pengunduran diri kian menguat. Tekanan itu muncul di tengah dinamika internal Partai Buruh setelah kemenangan Andy Burnham dalam pemilihan sela Makerfield.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga menjatuhkan pukulan baru terhadap Starmer dengan menyatakan bahwa PM âwill resign as prime ministerâ. Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyinggung catatan Starmer dan mengulang seruannya untuk âopen North Sea oilâ, sambil mengatakan Starmer âfailed badlyâ pada kebijakan imigrasi dan energi. Trump menambahkan: âI wish him well!â
Menurut informasi yang disampaikan No 10 kepada BBC, dua pemimpin itu terakhir bertemu di KTT G7 di Prancis pekan lalu, namun tidak saling berbicara selama akhir pekan.
Starmer menghadapi dorongan dari kalangan menteri dan senior Partai Buruh agar memberi sinyal keluar secara jelas, terutama dengan menyusun jadwal keberangkatan. Para penekan tersebut menilai, dengan meningkatnya arah politik yang membuka peluang bagi Burnham, Starmer perlu mengambil langkah yang memungkinkan pergantian kepemimpinan berlangsung lebih terstruktur.
Perubahan nada setelah kemenangan Burnham
Kemenangan Burnham di pemilihan sela Makerfield pekan lalu disebut telah âcleared a pathâ bagi PM untuk menantang perebutan kepemimpinan Partai Buruh. Dalam fase awal setelah hasil tersebut, Starmer sempat terus menegaskan bahwa ia akan melawan setiap upaya formal untuk mencalonkan diri dalam persaingan kepemimpinan.
Persaingan kepemimpinan yang dimaksud akan menjadi kontes di mana anggota Partai Buruh dan para pendukung dari serikat pekerja afiliasi menentukan arah partai. Namun, setelah hasil Makerfield, nada di sekitar Starmer bergeser.
Peter Kyle, sekutu kabinet sekaligus Menteri Bisnis, menyampaikan kepada BBC melalui program Sunday with Laura Kuenssberg bahwa Starmer âtaking the time to think through what the political realities are today, compared to last week and the week beforeâ. Kyle mengatakan ia berbicara dengan Starmer pada hari Jumat dan yakin bahwa âevery decision he makes todayâ mengenai masa depan Partai Buruh akan mencerminkan âwhat’s in the best interests of the countryâ.
Kyle juga menekankan bahwa ia tidak ingin âbe delusional that there is no processâ maupun âno forces at workâ yang menantang Starmer sebagai pemimpin partai. Ia menilai proses formal untuk mengganti pemimpin adalah âbetter wherever possibleâ, tetapi harus diimbangi kebutuhan menjaga otoritas pemerintahan âthrough any processes that may unfoldâ.
Dalam narasi yang dikutip, Kyle mengingatkan bahwa pendekatan seperti 2020, ketika persaingan kepemimpinan yang membawa Starmer menjadi pemimpin Partai Buruh berlangsung selama enam minggu, juga menyisakan kekhawatiran. Sejumlah anggota parlemen Partai Buruh menilai perbedaan pandangan yang muncul dalam kontes serupa dapat semakin merusak prospek partai.
Selain itu, ada kekhawatiran persaingan dapat memicu ketidakpastian bagi pasar dan menunda keputusan penting pemerintahan.
Desakan jadwal keluar dari menteri dan parlemen
Di tengah tekanan tersebut, nama sejumlah tokoh muncul sebagai pihak yang mendesak Starmer menyusun jadwal. Kabarnya, Menteri Transportasi Heidi Alexander dan Menteri Luar Negeri Yvette Cooper telah mendesak Starmer untuk menetapkan timetable keluar.
Desakan serupa juga telah disuarakan sebelumnya oleh Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood dan Menteri Energi Ed Miliband setelah hasil-hasil yang dinilai menyakitkan bagi Partai Buruh dalam sejumlah pemilihan bulan lalu.
Berita Terkait
Lebih dari sekadar sinyal dari kalangan menteri, puluhan anggota parlemen Partai Buruh juga menyerukan agar Starmer segera mengundurkan diri atau menyusun jadwal keberangkatan. Mereka mendorong Starmer agar memberi kerangka waktu yang dapat membantu memastikan keberlangsungan pemerintahan dan stabilitas partai.
Sementara itu, Burnhamâyang dikabarkan menghabiskan waktu bersama keluarganya selama akhir pekanâdiperkirakan akan bepergian ke Westminster pada Senin untuk secara resmi mengambil kursinya sebagai anggota parlemen (MP). Para sekutunya juga mendorong PM agar merenung selama akhir pekan, serta mendengarkan masukan dari menteri kabinet, anggota parlemen, dan keluarganya.
âBattle of ideasâ dan harapan tanpa kontes penuh
Di tengah dinamika kepemimpinan, ada pula pandangan dari calon pesaing potensial. Mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting, yang disebut memiliki kemungkinan menjadi rival kepemimpinan Burnham, sebelumnya mengatakan ia akan bergabung dalam setiap kontes dengan alasan Partai Buruh perlu menjalani âbattle of ideasâ mengenai arah masa depannya.
Adapun Jess Phillips, yang termasuk dari empat menteri yang mengundurkan diri segera setelah hasil pemilihan pada bulan Mei, menyampaikan: âIt feels like we’ve come to the end of the road.â Ia juga berharap partai dapat menemukan cara untuk mempertanyakan âwhat’s coming nextâ meski akhirnya tidak âend up with a full-scale contestâ.
Phillips menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tidak bisa dilakukan secara instan. âYou can’t just come and take over,â katanya kepada Kuenssberg, seraya menambahkan: âYou do have to come and present your ideas to, at the very least, the Parliamentary Labour Party.â
Komitmen kampanye Burnham dan fokus Starmer
Pada masa kampanye pemilihan sela Makerfield yang berlangsung hampir sebulan, Burnham disebut telah kembali menegaskan komitmen pada janji manifesto Partai Buruh. Janji itu mencakup tidak menaikkan tarif pajak penghasilan utama, PPN (VAT), maupun National Insurance, serta mengikuti aturan pinjaman yang ditetapkan oleh Kanselir Rachel Reeves.
Burnham juga disebut menyatakan keinginan untuk âstronger public controlâ terhadap utilitas, sekaligus mengulang janji sebelumnya untuk mengganti pajak warisan dengan skema baru berupa ânational care levyâ. Namun, hingga saat ini ia belum memaparkan pemikirannya pada bidang kebijakan lain, termasuk belanja pertahanan.
Sementara itu, Starmer dalam beberapa waktu terakhir dikabarkan lebih fokus pada penataan ulang anggaran pemerintahan untuk membebaskan lebih banyak dana bagi investasi militer.
Penolakan mundur instan dari kubu Partai Buruh
Di tengah seruan agar Starmer mundur, seorang anggota parlemen Partai Buruh, Toby Perkins, menyatakan tidak ingin Starmer menyingkir. Ia berujar bahwa situasi itu berarti negara akan memiliki âseventh prime minister in 10 yearsâ.
Perkins juga menyampaikan Starmer âdeserves a bit of timeâ dan menilai ia tidak meyakini pemerintah sedang mengalami kegagalan yang âmanifestly failingâ. Ia menunjuk beberapa capaian, termasuk penurunan waktu tunggu layanan NHS, turunnya net migration, serta penurunan tumpukan backlog suaka.
Dengan rangkaian desakan dari menteri hingga anggota parlemen, dan sinyal yang datang dari figur internasional seperti Trump, masa depan Starmer menjadi semakin penuh ketegangan. Pada saat yang sama, pertanyaan tentang jalur Burnham menuju kepemimpinan dan posisi perdana menteri terus menjadi pusat perhatian menjelang langkah-langkah berikutnya di internal Partai Buruh.












