jurnalistik.co.id – Anggrek bulan ungu yang dikirim Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian publik setelah hadir di kediaman Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bunga itu menyertai momen ulang tahun Jokowi yang ke-65 pada Minggu (21/6/2026).
Dalam pemberitaan Kompas.com, anggrek bulan ungu tersebut disebut dikirim pada Senin (21/6/2026). Foto yang menyertai artikel juga memperlihatkan bunga ucapan selamat ulang tahun dari Presiden Prabowo Subianto untuk Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (22/6/2026).
Pemilihan anggrek bulan ungu lantas memunculkan pertanyaan tentang makna di balik warnanya dan karakter bunganya. Banyak orang mengaitkan anggrek bulan ungu dengan simbol penghormatan, apresiasi, dan kemuliaan.
Makna anggrek bulan ungu
Florist dari Jefe Flower, Nabila, menjelaskan bahwa anggrek bulan ungu identik dengan rasa hormat, keagungan, dan kemewahan. Menurutnya, “Makna paling identik dari bunga anggrek bulan ungu yaitu sebagai simbol rasa hormat, keagungan, dan kemewahan,” ujar Nabila kepada Kompas.com, Selasa (23/6/2026).
Selain karena karakter bunganya, Nabila juga menekankan peran warna ungu dalam membentuk makna tersebut. Ia menyebut warna ungu sejak lama dikaitkan dengan kebijaksanaan dan martabat.
Nabila menjelaskan bahwa warna ungu terbentuk dari perpaduan dua karakter yang berbeda. Ia mengatakan, “Warna ungu menjadi simbol kebijaksanaan karena merupakan perpaduan dari warna merah yaitu berani dan warna biru yaitu ketenangan. Secara historis juga termasuk warna yang langka,”
Dalam konteks hadiah, penjelasan Nabila membuat pesan yang ingin disampaikan terasa lebih spesifik. Simbol penghormatan dan kemuliaan, lalu dipertegas oleh asosiasi kebijaksanaan pada warna ungu, menjadi alasan mengapa bunga ini sering dipilih untuk momen yang dianggap penting.
Bukan sekadar bunga hadiah
Anggrek juga disebut memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis bunga lain. Nabila menyampaikan bahwa anggrek cenderung lebih awet dibandingkan banyak bunga segar lainnya.
Keawetan itu, menurutnya, turut memberi kesan yang lebih matang pada hadiah. Anggrek bulan ungu, lanjut Nabila, juga memberikan kesan elegan dan mewah.
Ia lalu membandingkan pemaknaan anggrek dengan bunga lain yang lebih umum digunakan. Misalnya, bunga mawar umumnya identik dengan kasih sayang dan romantisme, sementara anggrek bulan ungu lebih sering dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi.
Dengan cara pandang itu, pemilihan anggrek bulan ungu bisa dimengerti sebagai cara menyampaikan sikap kepada sosok yang dihormati. Karena itu, bunga ini kerap dipilih untuk diberikan kepada tokoh yang dihormati maupun pada berbagai momen penting.
Di ulang tahun Jokowi yang ke-65, simbol yang melekat pada anggrek bulan ungu kemudian menjadi bagian dari cara pesan disampaikan. Melalui rasa hormat, keagungan, kemewahan, serta asosiasi kebijaksanaan pada warna ungu, hadiah tersebut tampil sebagai isyarat penghargaan yang ingin dikenang.
Perhatian publik yang muncul menunjukkan bahwa pemaknaan simbolik dalam pilihan hadiah tidak berhenti pada tampilan. Bagi banyak orang, makna anggrek bulan ungu dapat dibaca sebagai bentuk penghormatan yang disertai kemuliaan, terutama ketika diberikan dalam momen bersejarah seperti perayaan ulang tahun.
Ketika warna ungu dipilih, pesan yang dibawa tidak berhenti pada kesan visual semata. Ungu dipandang sebagai gabungan karakter merah yang melambangkan keberanian dan biru yang identik dengan ketenangan. Karena itu, warna ini sering dianggap memuat makna kebijaksanaan, martabat, sekaligus kesan yang tidak biasa karena disebut termasuk warna yang langka pada konteks historis.
Di sisi lain, karakter anggrek sebagai bunga yang cenderung lebih awet turut memperkuat kesan hadiah yang “berumur panjang”. Dalam pandangan florist yang disampaikan di Kompas.com, keawetan tersebut membuat pemberian terasa lebih matang, sementara anggrek bulan ungu memberi nuansa elegan dan mewah yang selaras dengan maksud penghormatan. Perbandingan dengan bunga yang lebih umum dipakai seperti mawar pun menempatkan anggrek pada posisi yang lebih sering dibaca sebagai apresiasi untuk sosok penting.
Selanjutnya, ketika anggrek bulan ungu hadir dalam momen peringatan ulang tahun, perhatian publik yang muncul menunjukkan bahwa simbol itu dipahami sebagai bagian dari cara menyampaikan sikap. Bagi banyak orang, rangkaian makna seperti rasa hormat, keagungan, kemewahan, serta asosiasi kebijaksanaan pada warna ungu menjadikan hadiah tersebut lebih dari sekadar dekorasi. Hadiah itu kemudian dibaca sebagai isyarat penghargaan yang ingin meninggalkan kesan yang mudah dikenang.






