Politik & Parlemen

PSI Tegaskan Rencana Jokowi Keliling Indonesia Bukan Safari Politik

×

PSI Tegaskan Rencana Jokowi Keliling Indonesia Bukan Safari Politik

Sebarkan artikel ini
PSI Sebut Rencana Jokowi Keliling Indonesia Bukan Safari Politik News 17 Juni 2026
Ilustrasi: PSI Sebut Rencana Jokowi Keliling Indonesia Bukan Safari Politik

jurnalistik.co.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menepis anggapan bahwa rencana Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berkeliling Indonesia merupakan kegiatan safari politik. Wakil Ketua Umum PSI, Isyana Bagoes Oka, menyatakan Jokowi melakukan kunjungan sebagai bagian pemenuhan undangan dari masyarakat.

Isyana menegaskan bahwa agenda tersebut bukan dimaksudkan sebagai “safari politik”. Ia menyebut, Jokowi berkeliling untuk memenuhi undangan masyarakat, termasuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan PSI.

PSI menolak disebut “safari politik”

“Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia,” kata Isyana Bagoes Oka di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (16/5/2026).

Menurut Isyana, rencana kunjungan tersebut diposisikan sebagai bentuk respons atas undangan warga. Ia tidak mengaitkan agenda Jokowi dengan maksud politik tertentu dalam penolakannya terhadap label “safari politik”.

Ketika ditanya mengenai kapan agenda Jokowi keliling Indonesia akan dimulai, Isyana memilih untuk tidak mengungkap detail waktu. Ia hanya meminta publik menunggu informasi lebih lanjut.

“Tunggu aja ya,” ucap Isyana.

Isyana juga menyampaikan sikap yang sama saat diminta menanggapi kabar Jokowi akan segera bergabung ke PSI dan menduduki posisi ketua Dewan Pembina. Ia tidak memberikan penjelasan lebih jauh dan memilih menunggu kesiapan dari pihak-pihak terkait.

“Kita tunggu saja siapnya,” ujar Isyana.

Rencana kunjungan: 38 provinsi

Dalam pemberitaan sebelumnya, Jokowi disebut berencana mengunjungi 38 provinsi di Indonesia. Rencananya, kegiatan tersebut akan dimulai dari Lampung pada akhir Juni 2026.

Setelah dari Lampung, kunjungan disebut dilanjutkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pola kunjungan itu, menurut PSI, berkaitan dengan undangan maupun program safari yang dijalankan Jokowi sebagai mantan presiden.

Ketua DPP PSI Bestari Barus menjelaskan kerangka rencana kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa 38 provinsi akan didatangi Jokowi berdasarkan undangan serta program safari.

“Jadi gini, bahwa 38 provinsi ini akan dikunjungi oleh beliau yang berdasarkan undangan maupun ada program safari beliau sebagai mantan presiden ya, Presiden ke-7, menyambangi masyarakat ya kan. Gitu, jadi nanti 38 provinsi itu didatangi gitulah,” kata Bestari Barus kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).

Dengan penjelasan itu, PSI menempatkan rencana keliling Jokowi dalam dua unsur, yakni undangan dari masyarakat dan agenda safari sebagai mantan presiden. Sikap partai ini muncul ketika publik memperbincangkan tudingan bahwa kunjungan Jokowi memiliki nuansa “safari politik”.

Dalam pernyataan Isyana, PSI menekankan bahwa label tersebut tidak sesuai dengan maksud agenda. Ia menyatakan bahwa kunjungan lebih diarahkan untuk pemenuhan undangan dari masyarakat, termasuk jika terdapat kegiatan yang terkait dengan PSI.

Penolakan PSI tersebut disampaikan saat pertanyaan mengenai jadwal awal kegiatan masih belum dibuka secara rinci. Isyana hanya memberikan respons singkat, “Tunggu aja ya,” sebagai jawaban atas permintaan informasi waktu dimulainya agenda keliling Jokowi.

Sementara itu, isu lain yang turut mengemuka adalah kabar mengenai kemungkinan bergabungnya Jokowi ke PSI dan rencana menempatkannya pada posisi ketua Dewan Pembina. PSI, melalui Isyana, memilih untuk tidak membenarkan ataupun merinci kabar tersebut, dan hanya menyatakan sikap menunggu kesiapan.

Dalam rangkaian pernyataan itu, PSI juga menjaga konsistensi pada pandangannya bahwa rencana keliling Jokowi tidak semestinya dibaca sebagai “safari politik”. Partai menegaskan agenda kunjungan dipahami sebagai respons terhadap undangan masyarakat dan kegiatan yang relevan, termasuk kegiatan partai.

Dengan demikian, pembahasan rencana Jokowi berkeliling Indonesia terus berlanjut di ruang publik, sementara PSI mempertahankan posisinya: agenda tersebut bukan safari politik. Hingga saat ini, detail waktu dimulainya kegiatan masih tetap menjadi bagian yang belum disampaikan, sebagaimana disampaikan Isyana, “Tunggu aja ya.”