Nasional

Purbaya Kurban 2 Sapi Simmental Cross, Dibeli dari Uang Pribadi

1
×

Purbaya Kurban 2 Sapi Simmental Cross, Dibeli dari Uang Pribadi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Purbaya Kurban 2 Sapi Simmental Cross, Pakai Uang Pribadi - Nasional

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan dua ekor sapi kurban pada Iduladha 1447 Hijriah dengan menggunakan uang pribadi. Satu sapi diserahkan ke Kementerian Keuangan, sementara satu sapi lainnya ditujukan ke rumah pribadinya di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Purbaya mengatakan, pilihan untuk membeli hewan kurban dari dana pribadi memang menjadi caranya pada momen Iduladha tahun ini. Ia menyebut ada dana yang tersedia dan kemudian digunakan untuk membeli dua ekor sapi tersebut. Menurutnya, dana itu berasal dari uang pribadi, bukan dari anggaran lain di luar kepemilikan dirinya.

“[Pakai] dana pribadi lah. [Kurban] yang di rumah juga dana pribadi. Kan lumayan tuh ada bonus. Jadi kita pakai beli itu. Terus kan [saya] tidak jadi haji, uangnya ngumpul , dihabisin lah di sini,” ujar Purbaya kepada awak media, Rabu (27/5/2026).

Sapi pertama yang diserahkan Purbaya kepada Kementerian Keuangan merupakan jenis Simental cross atau persilangan dengan bobot 868 kilogram. Hewan kurban itu menjadi salah satu hewan yang disalurkan melalui lembaga tempat Purbaya memimpin sebagai bendahara negara.

Selain itu, Purbaya juga menyerahkan satu ekor sapi dengan bobot 1 ton ke kawasan rumah pribadinya di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penyerahan dua hewan kurban itu menunjukkan bahwa Purbaya menyalurkan kurban di dua tempat berbeda, yakni di lingkungan kementerian dan di rumah pribadinya, dengan sumber dana yang sama-sama berasal dari uang pribadi.

Dalam penyaluran kurban tahun ini, Kementerian Keuangan secara keseluruhan menghimpun 486 hewan kurban. Jumlah itu terdiri dari 262 sapi dan 224 kambing yang berasal dari partisipasi mandiri 1.790 pegawai di berbagai unit eselon satu di seluruh Indonesia.

Data tersebut menggambarkan bahwa penyaluran kurban di lingkungan Kementerian Keuangan tidak hanya melibatkan pimpinan lembaga, tetapi juga partisipasi para pegawai. Hewan-hewan kurban itu dihimpun dari berbagai unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, lalu disalurkan dalam momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Di tengah perayaan Iduladha, penyerahan dua sapi oleh Purbaya menjadi bagian dari rangkaian kurban yang berlangsung di lingkungan kementerian. Sapi Simental cross berbobot 868 kilogram itu menjadi perhatian karena ukurannya yang besar, sementara sapi berbobot 1 ton yang diserahkan ke rumah pribadinya memperlihatkan bahwa kurban juga disiapkan untuk lingkup keluarga dan lingkungan terdekat.

Dengan pernyataan yang disampaikan langsung kepada awak media, Purbaya menegaskan bahwa pembelian sapi kurban tersebut tidak menggunakan dana jabatan atau fasilitas lain. Ia mengaitkan keputusan itu dengan uang pribadi yang dimilikinya, termasuk dana yang menurut pengakuannya sempat terkumpul karena dirinya tidak jadi menunaikan ibadah haji.

Jumlah hewan kurban yang dihimpun Kementerian Keuangan tahun ini juga menunjukkan skala partisipasi internal yang cukup besar. Dari total 486 hewan kurban, komposisinya terbagi ke dalam sapi dan kambing dengan kontribusi dari ribuan pegawai yang tersebar di berbagai unit. Penyaluran itu menjadi gambaran bahwa tradisi kurban di lingkungan kementerian berjalan melalui partisipasi kolektif para pegawai.

Purbaya sendiri memilih menyalurkan dua sapi kurban dengan bobot berbeda, yakni 868 kilogram dan 1 ton. Kedua hewan itu dibeli dengan uang pribadi, lalu diserahkan pada dua lokasi yang berbeda. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa langkah tersebut memang dilakukan sebagai bentuk kurban pribadi pada Iduladha 1447 Hijriah.

Penyerahan dua sapi kurban itu menjadi sorotan karena dilakukan oleh seorang menteri dengan sumber dana pribadi. Namun pada dasarnya, inti dari penjelasan Purbaya tetap sama: dua ekor sapi dibeli dengan uang sendiri, satu untuk Kementerian Keuangan dan satu lagi untuk rumah pribadinya di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.