jurnalistik.co.id – TABALONG — Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, hangus terbakar pada Jumat (29/5/2026) dini hari. Api sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, mengatakan kobaran api pertama kali diketahui oleh dua warga yang saat itu kebetulan berada di warung tak jauh dari lokasi kejadian. Dari titik itulah, api terlihat membesar dari arah bangunan Pustu dan memicu kepanikan warga sekitar.
Keduanya kemudian membangunkan warga lain untuk membantu memadamkan api. Namun, upaya awal itu tidak cukup karena api sudah terlanjur membesar dan sulit dikendalikan hanya dengan bantuan warga.
“Mereka melihat kobaran api dari arah bangunan Puskesmas pembantu dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman,” ujar Heri kepada wartawan, Jumat.
Situasi yang cepat memburuk membuat petugas pemadam kebakaran harus turun tangan. Setelah berjibaku selama sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak lagi menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski api sudah berhasil dijinakkan, kondisi bangunan Pustu dilaporkan sudah hangus terbakar. Sejumlah alat kesehatan yang berada di dalamnya juga ikut terbakar, sehingga kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya pada bangunan, tetapi juga pada perlengkapan pelayanan kesehatan di dalamnya.
Tim Inafis Polres Tabalong langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api muncul karena adanya korsleting pada bagian plafon bangunan.
Dugaan itu menguat setelah warga sekitar menyebut aliran listrik dan lampu di bangunan tersebut masih menyala meskipun bangunan sudah tidak berpenghuni. Kondisi itu menjadi salah satu petunjuk awal yang kini didalami aparat kepolisian.
“Menurut keterangan warga sekitar, aliran listrik dan lampu pada bangunan tersebut masih menyala meskipun bangunan sudah tidak berpenghuni,” ungkap Heri.
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar karena bangunan dan sejumlah alat kesehatan ikut habis dilalap api.
“Estimasi kerugian mencapai kurang lebih Rp 150 juta dan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Heri.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Meski dugaan awal mengarah ke korsleting listrik di plafon, hasil akhir pemeriksaan tetap menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari aparat.
Kasus kebakaran ini menjadi perhatian warga setempat karena Pustu merupakan fasilitas kesehatan yang berperan penting bagi pelayanan dasar masyarakat di wilayah desa. Dengan kondisi bangunan yang hangus terbakar, penyelidikan kepolisian kini diharapkan bisa memberi kejelasan soal awal mula api dan memastikan tidak ada faktor lain yang ikut memicu kebakaran.
Peristiwa ini juga meninggalkan kekhawatiran di tengah warga karena fasilitas kesehatan seperti Pustu biasanya menjadi titik layanan paling dekat bagi masyarakat desa. Saat bangunan tersebut rusak berat, yang terdampak bukan hanya fisik gedung, tetapi juga kenyamanan warga dalam mengakses layanan dasar yang sehari-hari mereka butuhkan. Karena itu, kejadian ini dipandang cukup serius oleh masyarakat setempat, terutama karena api sempat membesar sebelum berhasil dikendalikan.
Di sisi lain, proses penyelidikan yang masih berjalan menjadi bagian penting untuk memastikan pemicu awal kebakaran benar-benar terungkap dengan jelas. Dugaan sementara memang mengarah pada korsleting listrik, namun aparat masih perlu menuntaskan pemeriksaan agar tidak ada kesimpulan yang terburu-buru. Sambil menunggu hasil akhir, warga kini hanya bisa berharap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan fasilitas pelayanan publik yang terdampak bisa segera mendapat penanganan lanjutan.












