Peristiwa

Kebakaran di Asrama Polsek Pirime Lanny Jaya Hanguskan 6 Rumah Polisi

×

Kebakaran di Asrama Polsek Pirime Lanny Jaya Hanguskan 6 Rumah Polisi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 6 Rumah di Asrama Polisi Lanny Jaya Papua Ludes Terbakar

jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda Asrama Polisi di Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dan menghanguskan enam unit rumah milik polisi pada Kamis, 16 Juli 2026 sore.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIT.

Menurut informasi yang diterima pihaknya dari Polres Lanny Jaya, api pertama kali muncul dari salah satu rumah kosong yang berada di ujung perumahan asrama.

“Data yang kami terima dari Polres Lanny Jaya , kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIT. Api muncul dari salah satu rumah kosong yang berada di ujung perumahan asrama polisi ,” kata Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Jumat (17/7/2026).

Begitu kobaran api diketahui, aparat kepolisian dibantu warga setempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Namun, kondisi di lokasi membuat upaya tersebut tidak mudah dilakukan karena angin kencang dan bangunan bersifat semi permanen.

“Saat kebakaran terjadi, aparat Kepolisian dibantu warga berupaya memadamkan api, namun angin kencang serta terbatasnya alat pemadam membuat api semakin membesar dan merembet ke bangunan lainnya,” ungkapnya.

Dalam situasi seperti itu, api yang awalnya berasal dari satu titik dengan cepat menjalar ke bangunan lain di area asrama.

Cahyo mengatakan kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta.

Dampak kebakaran juga dirasakan oleh personel yang tinggal di lokasi tersebut, karena beberapa di antaranya kehilangan tempat tinggal.

“Untuk personel yang rumahnya terbakar sementara mengungsi ke Polres Lanny Jaya,” kata Cahyo.

Saat ini, para anggota kepolisian yang terdampak menempati Mapolres Lanny Jaya untuk sementara waktu.

Evakuasi dilakukan agar para personel memiliki tempat tinggal yang aman sembari menunggu perkembangan penanganan pascaperistiwa.

Terkait penyebab kebakaran, Cahyo menyebut hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Ia menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan juga akan dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Untuk penyebab pasti kebakaran, kita masih menunggu dari Polres Lanny Jaya karena masih tahap penyelidikan dan juga olah TKP,” pungkasnya.

Dengan demikian, penetapan penyebab kebakaran masih bergantung pada hasil penyelidikan Polres Lanny Jaya setelah pengolahan TKP selesai dilakukan.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan penanganan kebakaran, terutama pada kawasan pemukiman dengan bangunan semi permanen dan kondisi cuaca yang dapat mempercepat penyebaran api.

Petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi sudah berupaya memadamkan sejak api muncul, tetapi angin kencang serta keterbatasan alat membuat api semakin meluas.

Meski begitu, pihak kepolisian memastikan para personel yang rumahnya terbakar tetap mendapatkan tempat untuk mengungsi, sambil menunggu proses lanjutan penanganan dan pemeriksaan penyebab kebakaran.

Setelah kobaran api terlihat, upaya pemadaman dilakukan secepat mungkin oleh aparat kepolisian bersama warga sekitar. Namun, karena angin bertiup kencang dan karakter bangunan yang tergolong semi permanen, api tidak hanya bertahan di satu titik, melainkan cepat menjalar ke area lain dalam kompleks asrama.

Kerugian yang ditimbulkan dinilai cukup besar, dengan perkiraan mencapai ratusan juta. Bagi anggota yang bermukim di lingkungan tersebut, peristiwa ini membuat mereka harus menata ulang kebutuhan sehari-hari karena sebagian rumah tidak dapat digunakan lagi, sehingga seluruh personel yang terdampak diarahkan menempati tempat penampungan sementara di Mapolres Lanny Jaya.

Di sisi penanganan pascaperistiwa, pihak kepolisian juga menegaskan bahwa fokus berikutnya adalah memastikan proses pemeriksaan berjalan menyeluruh. Terkait penyebab kebakaran, informasi masih mengacu pada hasil penyelidikan dan kegiatan olah TKP yang dilakukan oleh Polres Lanny Jaya, sehingga kepastian penyebab baru akan ditetapkan setelah rangkaian pemeriksaan selesai.