Teknologi

Ragam Baterai Motor Listrik: Berapa Jenisnya, dan Mana yang Paling Tahan Lama?

×

Ragam Baterai Motor Listrik: Berapa Jenisnya, dan Mana yang Paling Tahan Lama?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kenali Jenis Baterai Motor Listrik: Ada Berapa, Mana yang Paling Awet?

jurnalistik.co.id – Baterai adalah komponen kunci pada motor listrik karena menjadi sumber tenaga utama penggerak kendaraan. Memahami jenis baterai yang dipakai membantu pemilik merawat dengan cara yang lebih tepat dan menjaga performanya.

Di lapangan, baterai motor listrik umumnya dibedakan berdasarkan teknologi yang digunakan. Setiap tipe punya karakter berbeda, termasuk terkait keunggulan dan pola penurunan performa saat pemakaian berlangsung.

Tiga tipe baterai yang paling umum

Menurut Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, secara umum ada tiga jenis baterai yang banyak digunakan pada motor listrik maupun sepeda listrik. Ia merangkum perbedaan itu dengan menyebut nama teknologinya satu per satu.

Alfian mengatakan, “Ada tiga tipe sebenarnya. Ada yang SLA, ada lithium-ion sama lithium-IV (LiFePO4),” saat ditemui Kompas.com. Dari tiga opsi tersebut, dua di antaranya memakai keluarga lithium, sedangkan SLA menggunakan teknologi lain.

Ia menilai, baterai lithium-ion dan LiFePO4 merupakan teknologi yang lebih modern dibandingkan baterai SLA. “Kalau yang paling modern itu lithium-ion sama lithium-IV. Itu yang istilahnya masa pakainya lebih panjang,” jelasnya.

Namun, ketiganya tetap menghadapi konsekuensi pemakaian yang berbeda. Pemahaman karakter tiap baterai membantu pemilik tidak langsung menyimpulkan kerusakan sebagai masalah total, terutama pada baterai berbasis lithium.

Usia pakai baterai lithium: performa bisa menurun per sel

Meski disebut lebih modern, baterai lithium tidak sepenuhnya tanpa masalah. Alfian menjelaskan bahwa setelah digunakan sekitar 1,5 hingga dua tahun, sejumlah sel pada baterai lithium dapat mengalami penurunan performa.

Ia menuturkan, “Kalau yang lithium-IV itu misal rata-rata sudah pemakaian satu setengah atau dua tahun, pasti ada beberapa sel yang drop,”. Pernyataan ini menegaskan bahwa penurunan tidak selalu bersifat serentak pada seluruh paket.

Karena masalah yang muncul bisa terjadi pada bagian tertentu, pemilik baterai tidak harus langsung mengganti seluruh unit. Alfian menekankan bahwa pemeriksaan detail masih dapat dilakukan untuk menentukan komponen mana yang bermasalah.

“Itu bisa diperbaiki, bisa diganti. Jadi enggak harus semua ganti, tapi bisa dicek dulu. Bisa dicek satu-satu, ada baterai nomor berapa yang drop. Tidak harus ganti satu paket, itu kan mahal,” ucapnya.

Dari penjelasan tersebut, langkah teknisi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan. Dengan mengecek kondisi per sel, pemilik dapat menekan biaya penggantian sekaligus memastikan penanganan lebih tepat sasaran.

Perawatan baterai SLA: perlu perhatian lebih pada keseimbangan tegangan

Sementara itu, Alfian menyebut baterai SLA membutuhkan perhatian yang lebih dalam soal perawatan. Fokusnya bukan sekadar pemantauan umum, melainkan pengecekan kondisi agar tiap sel memiliki voltase yang seimbang.

Ia menyarankan pemilik melakukan pemeriksaan tegangan secara berkala. Tujuannya agar setiap sel berada pada kondisi yang seimbang dan tidak mengalami penurunan performa lebih cepat dibandingkan sel lain.

Dalam praktiknya, pendekatan ini membantu mengurangi risiko ketimpangan antar sel yang bisa berdampak pada performa baterai. Pemilik motor listrik pun perlu menyesuaikan kebiasaan perawatan dengan jenis baterai yang dipakai.

Mengapa pemilihan tipe baterai berpengaruh pada perawatan

Perbedaan teknologi membuat cara merawat baterai tidak bisa disamaratakan. Pada baterai lithium, pemeriksaan per sel memberi ruang agar kerusakan tidak otomatis berarti seluruh paket harus diganti.

Adapun pada baterai SLA, pemeriksaan tegangan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga voltase antar sel tetap seimbang. Dengan begitu, pemilik dapat lebih cepat mendeteksi kondisi yang mengarah pada penurunan performa.

Dengan mengenali karakter setiap jenis baterai, pemilik motor listrik dapat memilih metode perawatan yang sesuai. Pada akhirnya, harapannya adalah usia pakai baterai lebih panjang dan performa kendaraan tetap optimal selama digunakan.

“Ada tiga tipe sebenarnya” yang disebut Alfian menjadi pintu awal untuk memahami kebutuhan perawatan. Dari sana, keputusan servis dan langkah pengecekan bisa dibuat lebih sistematis, tidak terburu-buru, dan tetap mempertimbangkan biaya penggantian.