jurnalistik.co.id – Warga di Kabupaten Bekasi mengeluhkan kondisi Jalan MT Haryono di Desa Ciledug, Kecamatan Setu, yang rusaknya dinilai makin mengkhawatirkan dan dianggap telah memicu banyak kecelakaan.
Menurut warga, kerusakan itu tersebar di beberapa titik, mulai dari permukaan yang bergelombang hingga lubang besar yang menganga. Di sejumlah bagian, jalan juga dipenuhi kerikil yang berserakan sehingga pengendara harus menurunkan laju kendaraan saat melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kerusakan terparah berada di area depan Rumah Makan Saung Mas Ujang Cianjur. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan kerap melambat dan pengendara harus saling bergantian mencari jalur yang lebih rata.
Di beberapa titik lain, lapisan aspal tampak terkelupas hingga menyisakan permukaan batu yang kasar. Kerikil bekas tambalan sementara terlihat ikut tercecer di badan jalan, dan warga menilai hal itu berpotensi mengganggu kestabilan roda kendaraan, terutama pada pengendara roda dua.
Warga juga menyebut kerusakan jalan tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi turut berdampak pada kelancaran lalu lintas. Pada saat tim di lokasi, sebuah truk pengangkut keramik bahkan sempat mati mesin ketika melintasi ruas yang rusak.
Truk tersebut berhenti beberapa saat sehingga kendaraan di belakangnya harus bergantian melintas. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat, setidaknya di segmen yang sedang dilalui truk dan kendaraan lain.
Ika Mustika Wati (66), warga yang bekerja di warung makan dan hampir setiap hari melintas di jalan tersebut, mengatakan kondisi rusak sudah terjadi sekitar satu tahun terakhir. Ia menilai, dari waktu ke waktu kerusakan terus memburuk dan membuatnya semakin sulit merasa tenang saat berada di jalur itu.
“Jalan ini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Sudah banyak kecelakaan karena jalannya berlubang cukup besar. Saya sendiri setiap hari merasa khawatir saat melintas di sini,” ujar Ika.
Ika menjelaskan, banyak pengendara kerap terjebak karena tidak mengetahui letak lubang-lubang di badan jalan. Dengan permukaan yang bergelombang dan lubang yang tidak selalu terlihat jelas sejak awal, kendaraan yang melintas dari arah berbeda bisa tiba-tiba harus menghindar.
Berita Terkait
Ia juga menceritakan pengalamannya menyaksikan kecelakaan di lokasi. “Tiba-tiba ada aja yang jatuh karena dia enggak tahu lobang-lobang di mana aja. Kemarin juga subuh itu ada kecelakaan, meninggal dua-duanya di situ,” kata Ika.
Dampak saat hujan
Selain risiko jatuh dan tabrakan, warga menilai kerusakan jalan sering berujung pada kendaraan mogok. Menurut Ika, lubang di badan jalan kerap tertutup genangan ketika hujan, sehingga pengendara baru menyadari kondisi di depan saat terlambat.
“Habis yang kecelakaan itu ada kendaraan yang tiba-tiba mogok di tengah jalan. Kalau sebelumnya enggak ada mogok-mogok,” tambahnya. Ia menyebut peristiwa semacam itu membuat arus makin tersendat dan meningkatkan kerentanan pengguna jalan lain.
Melihat kondisi tersebut, Ika berharap pemerintah Kabupaten Bekasi segera memperbaiki ruas Jalan MT Haryono. Ia ingin perbaikan dilakukan tidak sekadar menambal sementara, tetapi benar-benar memulihkan kondisi jalan agar tidak terus memakan korban.
“Semoga segera diperbaiki supaya tidak kembali memakan korban,” ucapnya. Warga berharap penanganan dapat dilakukan dengan cepat, mengingat jalan tersebut menjadi akses harian yang rutin dilalui masyarakat di sekitar.
Selain itu, warga menilai adanya aspal terkelupas dan kerikil bekas tambalan membuat permukaan jalan terasa tidak lagi rata saat dilalui. Pengendara, terutama pengguna roda dua, harus ekstra hati-hati karena roda dapat kehilangan pijakan ketika melewati bagian yang meninggalkan batu-batu kasar di badan jalan.
Pada praktiknya, kondisi yang tidak merata membuat arus sering berubah-ubah: kendaraan melambat, jarak antar kendaraan mengecil, dan sebagian pengendara berusaha mencari jalur yang lebih halus. Saat ada satu kendaraan yang berhenti karena persoalan mesin, situasi ini langsung memperpanjang antrean dan menambah kepadatan pada segmen yang sedang dilalui.
Warga berharap perbaikan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menutup bagian tertentu yang rusak. Mereka ingin ruas Jalan MT Haryono dipulihkan agar tidak kembali menimbulkan lubang-lubang baru, sehingga masyarakat bisa melintas dengan lebih aman dan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas dapat ditekan.












