jurnalistik.co.id – Seorang ibu dan kekasihnya divonis penjara seumur hidup karena membunuh anak perempuannya yang berusia dua tahun di Thornaby, Stockton. Di persidangan, pengadilan menilai kekerasan yang dialami Isabelle Welsh bersifat “sadistic” dan terjadi sebagai rangkaian penyiksaan.
Putusan itu dijatuhkan di Teesside Crown Court pada 30 Juli 2026. Isabelle disebut sebagai anak yang “happy and thriving” sebelum ibunya, Alexandra Walker, mengundang Harrison Simpson masuk ke kehidupan mereka pada Juni 2025.
Jaksa menyampaikan bahwa Isabelle menjadi korban kampanye kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya mencintai, merawat, dan melindunginya. Hakim mengatakan Isabelle adalah pihak yang menanggung dampak dari perlakuan kejam tersebut.
Simpson, 22, dan Walker, 26, dinyatakan bersalah atas pembunuhan serta “child cruelty”. Simpson juga dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak.
Hakim, Ms Justice Norton, menyatakan keduanya “equally and jointly responsible” atas pembunuhan Isabelle sekaligus “campaign of cruelty” yang harus ditanggung anak itu. Menurut hakim, pasangan tersebut membangun “wall of silence, lies and obfuscation” terkait apa yang terjadi pada minggu-minggu terakhir kehidupan Isabelle.
Pengadilan mendengar bahwa Isabelle mengalami luka yang berakibat fatal di rumah mereka pada pagi hari 13 September 2025. Walker tidak menghubungi layanan darurat 999 hingga berjam-jam kemudian.
Hakim menjelaskan mekanisme cedera yang menyebabkan kematian, yakni: Isabelle bisa saja memukul kepala ke permukaan keras ketika tubuhnya diguncang secara brutal, atau pelaku bisa saja mengayun serta melemparkan kaki Isabelle ke dinding atau furnitur. Dalam penilaian pengadilan, luka itu langsung membuat Isabelle mengalami patah tengkorak dan cedera otak yang dinilai “unsurvivable”.
Kondisi anak tersebut, kata hakim, “immediately and obviously deteriorating” setelah kejadian. Pengadilan juga menyebut bahwa tidak dapat dipastikan secara pasti siapa yang memberikan cedera fatal tersebut.
Berita Terkait
Di persidangan, Walker menyatakan ia sedang tertidur setelah menjalani pesta minuman dan obat-obatan pada waktu itu. Ia mengklaim baru menemukan Isabelle dalam kondisi terluka di dalam ranjang bayi (cot) kemudian.
Namun, hakim menyatakan Simpson bersikap “silent” dan tidak memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi. Walker digambarkan sebagai “a fantasist and attention-seeker” yang “told lies from start to finish”.
Selain itu, pengadilan menyatakan bahwa setelah Walker menemukan anaknya dalam keadaan kritis, ia tidak segera meminta pertolongan. Hakim menyebut Walker menunggu setidaknya satu jam, lalu menempatkan Isabelle di lantai, membersihkan bukti penggunaan ganja pasangan mereka, sebelum pergi ke luar untuk merokok.
Hakim kemudian menyampaikan penilaian langsung kepada Walker: “I have no doubt your lack of urgency or concern was because you wrongly believed she was already dead and you were working out what to save your own skin.”
Terkait hukuman, Simpson diwajibkan menjalani masa minimum 28 setengah tahun sebelum berpotensi mengajukan pembebasan bersyarat. Sementara itu, Walker menjalani masa minimum 22 tahun.
Vonis seumur hidup ini menyoroti dampak serius dari kekerasan terhadap anak kecil—terutama ketika perlindungan justru tidak hadir. Bagi pengadilan, rangkaian tindakan yang dinilai “sadistic” dan upaya menutup-nutupi menjadi bagian inti dari pertimbangan hukuman terhadap keduanya.
Dalam pertimbangan, pengadilan menilai tindak kekerasan itu tidak terjadi sekali, melainkan sebagai rangkaian yang terus berulang dan berdampak langsung pada kondisi korban. Hakim juga menyoroti sikap yang tidak kooperatif dari Simpson selama proses persidangan, serta dugaan adanya usaha sistematis untuk mengaburkan apa yang sebenarnya dialami Isabelle pada minggu-minggu terakhir kehidupannya.
Putusan tersebut sekaligus menegaskan konsekuensi dari kegagalan memberikan respons cepat ketika anak berada dalam keadaan kritis. Berdasarkan putusan, Alexandra Walker tidak bertindak segera setelah menemukan Isabelle terluka, sementara Simpson disebut tidak memberikan penjelasan yang dapat membantu mengungkap kejadian. Vonis minimum yang ditetapkan untuk keduanya—28 setengah tahun bagi Simpson dan 22 tahun bagi Walker—menjadi bagian dari penilaian bahwa perbuatan keduanya dinilai sangat serius.












