jurnalistik.co.id – Wilayah pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Demak, memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Potensi itu tercermin dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Demak Tahun 2025, yang mencatat nilai produksi perikanan laut mencapai Rp 116,2 miliar dan nilai produksi budidaya tambak mencapai Rp 274,6 miliar.
Besarnya perputaran ekonomi tersebut membuat sektor perikanan di Demak dipandang sebagai salah satu bidang strategis yang membutuhkan dukungan perlindungan usaha secara berkelanjutan. Perlindungan itu penting bukan hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi nelayan yang menggantungkan penghidupan harian pada aktivitas melaut.
Melihat kondisi itu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Branch Office Semarang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, melalui peluncuran Asuransi Mikro Bahari. Program ini diarahkan untuk memberi perlindungan bagi para nelayan, terutama pemilik kapal kayu dan perahu skala kecil hingga menengah.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Branch Manager PT Asuransi Kredit Indonesia Cabang Semarang, Gami Aji Libraga, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Nanang Tasunar DN. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi solusi perlindungan bagi nelayan Kabupaten Demak yang selama ini membutuhkan jaminan keamanan terhadap kapal kayu maupun perahu yang digunakan untuk melaut. Menurut dia, keberadaan perlindungan ini akan membantu nelayan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap ribuan nelayan yang berada di Kabupaten Demak ini mendapatkan perlindungan yang optimal bagi para nelayan, khususnya untuk kapal dan perahu nelayan skala kecil hingga menengah, sehingga para nelayan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Budhi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Budhi menambahkan, kerja sama tersebut juga memiliki potensi bisnis yang cukup besar. Ia menyebut, wilayah Demak memiliki sekitar 5.254 kapal atau perahu nelayan, serta 10.500 nelayan di Kabupaten Demak. Data itu menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan terhadap aset dan aktivitas nelayan memang cukup luas.
Kolaborasi untuk perlindungan pesisir
Branch Manager Askrindo Semarang, Gami Aji Libraga, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis Askrindo dalam memperluas perlindungan asuransi bagi sektor kelautan dan perikanan. Menurut dia, para nelayan memegang peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, sehingga keberadaan asuransi menjadi bagian dari upaya mendukung aktivitas mereka.
“Kerja sama bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas usahanya, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan asuransi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir,” tambah Gami.
Kerja sama ini juga dipandang sebagai pintu masuk bagi penguatan perlindungan yang lebih luas di wilayah pesisir. Dengan adanya skema Asuransi Mikro Bahari, perlindungan tidak hanya diarahkan pada aset yang digunakan untuk melaut, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat pesisir di tingkat lapangan.
Selain penandatanganan kerja sama, Askrindo juga menggelar sosialisasi yang diikuti para nelayan Kabupaten Demak sebagai peserta. Sosialisasi tersebut bertujuan memberi pemahaman mengenai manfaat produk asuransi umum dan asuransi mikro bagi sektor kelautan dan perikanan.
Melalui sosialisasi itu, para nelayan diperkenalkan pada pentingnya perlindungan usaha dalam menghadapi risiko yang bisa muncul saat melaut. Upaya edukasi semacam ini menjadi bagian dari langkah awal agar asuransi tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi juga benar-benar dipahami oleh penerima manfaat di lapangan.
Budhi menjelaskan bahwa ke depan, kolaborasi ini diharapkan bisa berkembang ke berbagai produk asuransi lainnya. Produk yang disebutkan antara lain Asuransi Mikro Usahaku untuk UMKM pengolahan produk perikanan dan kelautan, Asuransi Nelayan (PA Nelayan), serta produk perlindungan lainnya.
Dengan demikian, kerja sama antara Askrindo dan Pemerintah Daerah Kabupaten Demak tidak hanya menyasar satu kebutuhan, tetapi juga membuka ruang pengembangan perlindungan yang lebih menyeluruh. Bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang bekerja dengan armada kecil dan menengah, keberadaan perlindungan seperti ini diharapkan dapat memberi rasa tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pada akhirnya, peluncuran Asuransi Mikro Bahari di Demak menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan membutuhkan dukungan yang bukan hanya berupa penguatan produksi, tetapi juga perlindungan atas aset dan usaha yang menjadi tumpuan hidup ribuan keluarga nelayan. Dengan potensi besar yang sudah dimiliki Demak, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekonomi pesisir agar tetap bergerak dan lebih terlindungi.







