Otomotif

Ridwan Alawi Buka Bengkel Khusus Motor Listrik RI EV Maintenance di Bogor

0
×

Ridwan Alawi Buka Bengkel Khusus Motor Listrik RI EV Maintenance di Bogor

Sebarkan artikel ini
Bekal Pengalaman: Ini Bengkel Khusus Motor Listrik di Bogor Otomotif 3 Juni 2026
Ilustrasi: Bekal Pengalaman: Ini Bengkel Khusus Motor Listrik di Bogor

jurnalistik.co.id – Sepeda motor listrik kini menjadi tren yang cukup berkembang pesat di Indonesia, dan perubahan ini ikut membuka ruang usaha baru di sektor perawatan kendaraan berbasis baterai. Di Bogor, peluang itu ditangkap Ridwan Alawi lewat Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, yang ia dirikan khusus untuk melayani kebutuhan motor listrik dan sepeda listrik.

Ridwan mengatakan, keputusan membuka bengkel spesialis ini tidak datang tiba-tiba. Ia sudah memiliki bekal dari latar belakang pendidikan dan pelatihan yang mendukung, lalu melihat langsung bahwa kebutuhan perawatan kendaraan listrik mulai muncul di tengah masyarakat. Bengkelnya berlokasi di Cilebut, Bogor, dan mulai menjadi titik layanan bagi pengguna motor listrik yang mengalami kendala teknis.

Bekal teknik mesin dan pelatihan kendaraan listrik

Ridwan menjelaskan, dasar keilmuannya memang berasal dari teknik mesin, khususnya di EV. Ia juga menambah bekal lewat pelatihan kendaraan listrik di Yogyakarta. Dari situ, ia mulai melihat bahwa motor listrik di Bogor jumlahnya terus bertambah dan kebutuhan servisnya belum sepenuhnya terjawab.

“Pertama, saya basic -nya di teknik mesin, khususnya di EV. Kemudian saya belajar juga di Yogyakarta, itu di pelatihan kendaraan listrik. Kemudian saya lihat peluang yang ada di kota Bogor. Karena saya jalan ke mana-mana, kok banyak sekali motor listrik,” katanya kepada Kompas.com di bengkelnya yang berlokasi di Cilebut, Bogor, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai peluang itu semakin jelas ketika melihat percakapan di media sosial yang memuat banyak keluhan soal kondisi motor listrik. Di saat yang sama, para produsen kendaraan listrik sedang sibuk menjual produk mereka, tetapi service center atau bengkel resminya belum tersedia dalam jumlah yang memadai. Situasi itulah yang membuatnya yakin untuk mengambil langkah membuka bengkel sendiri.

Melihat celah yang belum terisi

Menurut Ridwan, lingkungan sekitarnya juga belum memiliki bengkel yang benar-benar fokus pada motor listrik. Dari kondisi itu, ia akhirnya memberanikan diri untuk membangun usaha yang berbeda dari bengkel motor konvensional. Pada 2024, ia resmi membuka bengkel dengan layanan yang memang diarahkan untuk skuter, sepeda listrik, dan motor listrik.

“Nah, saya lihat peluang itu, dan di lingkungan saya juga tidak ada. Akhirnya saya beranikan diri dengan basic yang cukup, dan saya siap untuk bangun bengkel ini. Khususnya di skuter, sepeda listrik, ataupun di motor listrik,” katanya.

Bengkel RI EV Maintenance kemudian hadir sebagai tempat yang mencoba menjawab kebutuhan pengguna motor listrik yang membutuhkan penanganan teknis. Kehadiran bengkel ini sekaligus menunjukkan bahwa tren kendaraan listrik bukan hanya menciptakan pasar bagi penjualan unit baru, tetapi juga menghadirkan ruang usaha baru di bidang perawatan dan perbaikan.

Menangani berbagai kerusakan motor listrik

Ridwan menyebutkan, bengkel yang ia kelola melayani berbagai permasalahan pada motor listrik. Fokus utamanya ada pada sektor kelistrikan, terutama di bagian baterai dan controller. Tidak hanya itu, berbagai merek motor listrik juga bisa ditangani di bengkel tersebut.

Dengan layanan seperti itu, bengkel ini tidak dibangun untuk mengurusi satu merek atau satu model saja. Ridwan mencoba menjawab kebutuhan pengguna yang datang dengan keluhan berbeda-beda, selama masih berkaitan dengan motor listrik dan sepeda listrik. Dari sisi layanan, ia menempatkan bengkel ini sebagai tempat yang siap membantu perbaikan pada komponen-komponen yang umum bermasalah di kendaraan listrik.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama soal ketersediaan suku cadang. Menurutnya, spare part motor listrik yang beredar di Indonesia masih tergolong sulit didapat karena sebagian besar masih impor. Kondisi itu membuat waktu pengadaan menjadi salah satu kendala utama dalam proses perbaikan.

“Seperti motor-motor konvensional, seperti ban, komstir, dan lain-lain kita masih bisa support. Asalkan bisa menunggu, karena kendala di kendaraan listrik adalah di spare part, itu pengadaannya agak sulit. Karena sebagian besar masih impor, jadi kendala di waktu saja,” katanya.

Meski ada keterbatasan pada pasokan komponen, Ridwan tetap berupaya memberi layanan yang bisa menjangkau kebutuhan pengguna. Dalam praktiknya, bengkel ini masih dapat menangani sejumlah bagian yang juga dikenal pada motor konvensional, selama pelanggan bersedia menunggu proses pengadaan. Di sisi lain, tantangan impor suku cadang menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan waktu untuk benar-benar matang.

Kehadiran RI EV Maintenance di Bogor menjadi gambaran bahwa pertumbuhan motor listrik tidak berhenti pada penjualan unit saja. Ketika jumlah pengguna bertambah, kebutuhan akan bengkel khusus ikut muncul, dan Ridwan Alawi memposisikan usahanya di celah itu. Dengan pengalaman teknik mesin, pelatihan kendaraan listrik, serta keberanian membaca peluang, ia membangun bengkel yang fokus pada motor listrik, sepeda listrik, dan berbagai kebutuhan perbaikannya.