jurnalistik.co.id – Serangan Rusia terhadap kapal dagang di Laut Hitam terus meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pelayaran di sekitar perairan Odesa.
Dalam serangan pada Minggu, sebuah kapal kargo berbendera Guinea-Bissau mengalami hantaman rudal jelajah Rusia. Ukraina menyebut insiden itu menimbulkan kebakaran dan memicu operasi pencarian serta pertolongan yang berlangsung sepanjang malam.
Korban jiwa kemudian bertambah. Otoritas pelabuhan laut Odesa pada Senin melaporkan bahwa sembilan awak tewas, termasuk satu pilot.
Sebelumnya, angka kematian yang dilaporkan adalah 10 orang dari serangan terhadap kapal kargo di dekat pantai kota Ukraina itu. Korban berasal dari insiden yang sama, dengan rincian bahwa serangan terjadi pada hari Minggu dan penetapan jumlah korban dilakukan hingga pagi hari setelahnya.
Di tengah pola serangan yang berkelanjutan, kawasan Odesa juga berada dalam tekanan intensif beberapa pekan terakhir. Gubernur Oleh Kiper mengatakan pada Senin bahwa 28 orang meninggal akibat serangan Rusia di wilayah tersebut sepanjang Juli ini.
Serangan terhadap kapal dagang di Laut Hitam juga disebut mengalami peningkatan. Serangan pada Minggu terhadap kapal Golden Leo—yang juga berbendera Guinea-Bissau—menjadi yang paling mematikan dibanding insiden serupa dalam kategori tersebut.
Kapal-kapal berbendera asing seperti ini umumnya membawa awak dari berbagai negara. Mereka berperan menopang koridor ekspor maritim terakhir Ukraina yang tersisa, dengan rute pengangkutan melalui jalur pantai Rumania dan Bulgaria, lalu berlanjut hingga Turki.
Ekspor lewat jalur laut menyumbang lebih dari dua pertiga ekspor pertanian Ukraina. Nilainya diperkirakan sekitar $9 miliar atau setara ÂŁ6,7 miliar, sehingga menjadi sumber pendapatan yang penting bagi Kyiv.
Berita Terkait
Selama kira-kira empat setengah tahun sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, pertempuran di Laut Hitam cenderung berada dalam kondisi jalan di tempat. Kendali Rusia atas sebagian besar garis pantai membuat kapal-kapal Ukraina tidak dapat bergerak lebih jauh, terutama setelah operasi laut tertahan di area sekitar Odesa.
Namun, perubahan terjadi ketika drone-drone Kyiv memaksa aset Rusia tetap berada dengan lebih aman di pangkalan angkatan laut di wilayah Laut Hitam bagian timur. Dalam konteks itulah, kenaikan serangan terhadap kapal kargo diduga bertujuan menekan pihak asing agar enggan membeli produk Ukraina sekaligus menggunakan koridor maritim tersebut.
Perdana Menteri Serhiy Koretskyi menyatakan pemerintah dan komando militer sedang “preparing decisions that will enhance the safety of navigation and help protect civilian vessels and seafarers” atau menyiapkan keputusan yang dapat meningkatkan keselamatan navigasi serta membantu melindungi kapal-kapal sipil dan para pelaut dari serangan Rusia.
Meski wilayah Odesa terus berada di bawah gempuran, kawasan itu tetap menjadi tujuan liburan utama bagi warga Ukraina. Oleh Kiper sebelumnya menyebut bahwa tempat perlindungan serangan udara telah disiapkan di 40 pantai di wilayah tersebut, yang terbuka untuk publik, tetapi ia mengingatkan lokasi tepi laut dapat menjadi lebih berbahaya karena drone dan rudal kerap diluncurkan dari laut.
Di sisi lain, Kyiv juga meningkatkan serangan terhadap aset Rusia di Laut Hitam dan Laut Azov. Pada Senin, komandan pasukan drone Robert Brovdi mengatakan bahwa 183 kapal telah diserang sepanjang Juli, meski angka tersebut tidak diverifikasi secara independen.
BBC melaporkan memiliki bukti kerusakan pada banyak kapal di Laut Hitam dan Laut Azov melalui data satelit. Sementara itu, di tempat lain di Ukraina, serangan Rusia dilaporkan menewaskan lima orang dalam serangan terpisah di kota-kota bagian timur dan selatan.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Juni mencatat jumlah warga sipil Ukraina yang tewas dan mengalami luka tertinggi sejak April 2022. Setidaknya 293 warga sipil meninggal dan 1.990 lainnya terluka.
Kyiv juga disebut terus menargetkan fasilitas logistik dan sebuah depot minyak di wilayah Moskow. Wali kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan Kyiv meluncurkan 400 drone ke arah wilayah itu pada malam Senin, meski sebagian besar ditembak jatuh; otoritas setempat kemudian menyatakan 10 orang mengalami luka sebagai dampak dari serangan tersebut.
Di wilayah perbatasan Belgorod, otoritas setempat menyebut serangan drone Ukraina terhadap sebuah bus menewaskan lima orang, termasuk seorang anak. Hingga saat ini, Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait laporan itu.












