Peristiwa

Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan Dua Anak, Diduga Orang Tua Sedang Tak di Rumah

×

Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan Dua Anak, Diduga Orang Tua Sedang Tak di Rumah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dua Anak Tewas dalam Kebakaran di Pulogadung, Orangtua Diduga Tak di Rumah

jurnalistik.co.id – Dua anak tewas dalam kebakaran rumah di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2026). Warga menduga peristiwa terjadi saat orang tua kedua korban tidak berada di rumah.

Insiden itu terjadi di kawasan Pulo Mas, Pulogadung. Pengurus lingkungan RW 014 Kayu Putih mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, dua anak yang berada di dalam rumah justru tidak didampingi orang tua.

Warjo, yang tercatat sebagai warga dari Sekretariat RW 014, menyampaikan bahwa saat kejadian hanya kedua anak tersebut yang ada di dalam rumah. Ia menuturkan, orang tua kedua korban diduga tidak mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya.

“Pokoknya pas kejadian katanya dia berdua aja di situ. Orangtuanya enggak tahu ke mana, saya enggak ngerti,” jelas Warjo saat ditemui di sekitar lokasi, Senin (27/7/2026).

Warjo juga mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa kedua anak itu. Ketika ia tiba di lokasi, api telah membesar dan proses pemadaman sedang berlangsung.

“Posisi saya itu ke sini dapat laporan dari warga ada kebakaran, koordinasi ke pemadam, nah abis itu dateng pemadam. Posisi saya belum ada tuh, karena kan jaraknya saya lumayan. Begitu nyampe sini posisinya udah 90-an persen lah,” ungkapnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, jenazah kedua korban dievakuasi oleh petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur. Selanjutnya, kedua korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi.

Petugas keamanan setempat, Irfan, menyebut kedua korban memang kerap berada di rumah tanpa didampingi orang tua. Ia mengatakan ayah korban bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibu berdagang dan sering pulang larut malam.

“Kemungkinan itu korban sedang tidur jadi enggak sempat lari, ibunya Pulangnya tengah malam kadang jam 00.00 WIB, Kalau bapaknya gak bisa ditentuin, semau dia aja pulang karena online (driver ojek online),” jelas dia.

Dalam peristiwa ini, kebakaran disebut menewaskan dua penghuni rumah yang terjebak di dalam kamar. Kedua korban diketahui berinisial W (14), laki-laki; dan M (11), perempuan.

Ledakan, pemadaman, dan waktu operasi

Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah warga mendengar suara yang diduga berasal dari ledakan. Setelah itu, warga melihat api membesar dari rumah korban dan segera menghubungi pengurus warga serta pemadam kebakaran.

“Lalu melihat api sudah membesar dari rumah korban dan dengan segera menghubungi pengurus warga dan damkar,” kata Wahid saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (27/7/2026).

Menindaklanjuti laporan, Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran. Petugas di lokasi berjumlah 45 personel, dengan operasi pemadaman dimulai pada pukul 19.40 WIB.

Api berhasil dilokalisasi pada pukul 19.51 WIB. Pemadaman kemudian dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 21.21 WIB.

Wahid menjelaskan, setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan kedua korban telah meninggal dunia di dalam rumah. Ia juga menyebut posisi korban berada di bagian kamar belakang sebelah kanan.

“Korban meninggal dunia diketemukan di kamar belakang sebelah kanan,” lanjut dia.

Evakuasi dan penyelidikan penyebab kebakaran

Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan otopsi. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dalam penanganan awal, informasi dari warga menjadi dasar koordinasi sampai petugas pemadam tiba di lokasi. Warga RW setempat melaporkan bahwa saat kejadian kedua anak berada di rumah, sementara orang tua diduga tidak berada di tempat.

Meski api telah berhasil dipadamkan, pihak berwenang masih menelusuri rangkaian peristiwa yang menyebabkan kebakaran. Proses identifikasi dan pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan data korban dan mendukung penyelidikan lebih lanjut.