jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda pabrik sandal PT Porto di Karanganyar pada Minggu pagi. Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Raya Solo–Sragen, tepatnya Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kebakaran membuat sejumlah bangunan di area pabrik mengalami kerusakan. Sebagian besar aktivitas produksi saat kejadian sedang berhenti karena hari libur.
Sejumlah pegawai yang berada di mess pabrik langsung melakukan evakuasi saat api mulai terlihat. Danang Kusuma Wardana, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Karanganyar, menyebut ada tujuh pegawai yang berhasil menyelamatkan diri tanpa korban jiwa.
“Saat kejadian berada di mess, begitu muncul titik kobaran api langsung diketahui, dipanggil suruh keluar,” jelas Danang saat menjelaskan kronologi kepada awak media.
Api diduga pertama kali muncul di bagian gedung tempat penyimpanan bahan baku serta area penggilingan. Gedung tersebut terdiri dari empat ruangan, dengan dua ruangan yang terdampak kebakaran, yakni gudang bahan baku dan ruang penggilingan yang berisi sejumlah mesin.
Danang juga menegaskan bahwa titik api tidak langsung merembet ke seluruh area karena upaya pemadaman berlangsung cepat dan terarah. Namun, material di pabrik yang mudah terbakar membuat proses penanganan berlangsung lama.
Ia menyampaikan keterangan dengan menyebut dugaan awal dari sumber api. “Asumsi sementara kemungkinan yang dari mesin-mesin konslet,” kata Danang.
Di lokasi, pantauan menunjukkan armada pemadam kebakaran datang dari berbagai daerah yang tergabung dalam wilayah Solo Raya. Proses pemadaman juga dibantu truk tangki milik BPBD, personel TNI, serta relawan HSA.
Berita Terkait
Mobil pemadam kebakaran silih berganti keluar masuk area pabrik untuk mengisi ulang air. Sepanjang penanganan, sejumlah pekerja turut membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam area terdampak.
Karena kondisi api yang sulit dijinakkan, pemadaman berlangsung lebih dari tiga jam. Selama itu, petugas terus mengupayakan agar kobaran tidak meluas ke bangunan lain di kawasan pabrik.
Hingga Minggu siang, petugas masih melakukan proses pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali dari titik yang sempat terbakar.
Danang memastikan titik api telah berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke bangunan lain. Kebakaran diketahui menghanguskan gudang bahan baku pembuatan sandal serta ruang penggilingan yang memuat mesin-mesin produksi.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, peristiwa terjadi saat pabrik tidak beroperasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan tujuh pegawai di mess dapat keluar lebih awal saat kepulan asap dan kobaran api mulai terlihat.
Begitu titik api mulai terpantau dari area mess, proses tanggap darurat berlangsung cepat. Para pegawai yang saat itu berada di lingkungan pabrik memilih segera menjauh dari sumber bahaya dan mengikuti instruksi untuk keluar dari area terdampak, sehingga tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.
Menurut keterangan yang dihimpun, penyalaan awal diduga berasal dari bagian penyimpanan bahan baku sekaligus area penggilingan yang berisi mesin produksi. Api sempat membatasi diri pada dua ruang yang berbeda, namun karena banyak material di pabrik tergolong mudah terbakar, penanganan tidak bisa dilakukan secara singkat.
Di lapangan, pemadaman melibatkan armada dari sejumlah daerah di wilayah Solo Raya. Proses pengisian air membuat unit pemadam beberapa kali keluar masuk lokasi, sementara bantuan juga datang dari truk tangki BPBD, personel TNI, serta relawan HSA. Di saat yang sama, pekerja ikut membantu mengevakuasi barang-barang yang masih memungkinkan untuk diselamatkan dari bagian yang terkena.
Durasi penanganan berlangsung lebih dari tiga jam lantaran kobaran sulit dijinakkan. Setelah api dinyatakan terkendali dan hanya berada pada area yang terdampak, petugas melanjutkan pendinginan hingga Minggu siang. Tahap ini dilakukan agar tidak ada kemungkinan muncul kembali dari titik yang sempat terbakar.












