Peristiwa

Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Pegawai Selamat Lewat Evakuasi Mandiri

×

Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Pegawai Selamat Lewat Evakuasi Mandiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Orang Berhasil Evakuasi Mandiri

jurnalistik.co.id – Peristiwa kebakaran terjadi di pabrik sandal PT Porto di Jawa Tengah pada Minggu (19/7/2026) siang.

Kejadian berlokasi di Jalan Raya Solo–Sragen, tepatnya di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Dalam laporan petugas, kebakaran muncul ketika kepulan asap dan kobaran api terlihat di kompleks pabrik. Situasi tersebut membuat penanganan darurat segera dilakukan di lokasi.

Menurut Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Danang Kusuma Wardana, kebakaran terjadi saat pabrik tidak beroperasi karena hari libur. Aktivitas produksi pun sedang berhenti.

Di saat yang sama, tujuh pegawai yang berada di mess pabrik berhasil menyelamatkan diri melalui evakuasi mandiri. Mereka keluar setelah titik kobaran api mulai diketahui.

Danang menjelaskan, “Saat kejadian berada di mess, begitu muncul titik kobaran api langsung diketahui, dipanggil suruh keluar,” jelasnya. Dengan arahan itu, ketujuh pegawai dapat keluar dari area berbahaya tanpa korban jiwa.

Api kemudian menghanguskan bagian bangunan di kompleks pabrik. Kebakaran merusak gudang bahan baku pembuatan sandal dan ruang penggilingan yang berisi sejumlah mesin.

Danang menyebut lokasi kebakaran berada di gedung penyimpanan bahan baku dan ruang penggilingan. Ia menjelaskan gedung tersebut terdiri dari empat ruangan, dengan dua ruangan terdampak kebakaran, yakni gudang bahan baku dan ruang penggilingan.

Dengan dua ruangan yang terdampak itu, petugas memusatkan upaya pemadaman pada area yang mengalami pembakaran. Penanganan di lapangan juga disertai upaya penyelamatan di bagian yang masih mungkin dilakukan.

Untuk pemadaman, armada pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Solo Raya berdatangan ke lokasi. Penanganan di lapangan juga melibatkan truk tangki BPBD, personel TNI, serta relawan HSA.

Pemadaman berlangsung lebih dari tiga jam. Sepanjang proses itu, mobil pemadam silih berganti keluar masuk lokasi untuk mengisi ulang air.

Dalam setiap putaran, unit pemadam kembali melakukan penyemprotan setelah memperoleh pasokan air. Ketika sebuah armada keluar untuk mengisi air, unit lainnya tetap berada di area untuk menahan agar api tidak membesar.

Pada saat yang sama, petugas dibantu sejumlah pekerja mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari area terdampak. Upaya tersebut berjalan mengikuti perkembangan pemadaman.

Setelah kobaran api dapat dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Upaya tersebut dilakukan hingga Minggu siang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Asumsi awal penyebab

Danang menuturkan titik api pertama kali muncul di gedung penyimpanan bahan baku serta ruang penggilingan. Ia menyampaikan bahwa pabrik pada hari itu tidak sedang beroperasi karena libur.

“Asumsi sementara kemungkinan yang dari mesin-mesin konslet,” kata Danang kepada Kompas.com. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai dugaan awal berdasarkan kondisi yang terlihat di lokasi.

Lokalisasi kebakaran

Danang memastikan titik api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke bangunan lain di kawasan pabrik. Ia menegaskan, dengan pengendalian yang dilakukan, kerusakan tetap berada di area yang terdampak.

Karena produksi sedang libur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dengan pendinginan dan pemantauan lanjutan hingga Minggu siang, petugas menjaga agar situasi tetap terkendali.

Danang juga menyebut tujuh pegawai berada di mess pabrik saat kebakaran terjadi. Ia menambahkan, asap dan kobaran api yang muncul membuat proses evakuasi dilakukan segera oleh para pegawai.

Hingga petugas menyelesaikan penanganan, fokus tetap pada pengecekan area terdampak agar tidak ada penyalaan ulang. Dengan begitu, kondisi di lokasi tetap terkontrol pada Minggu siang.