jurnalistik.co.id – Dana simpanan masyarakat di perbankan kembali bergerak naik pada Mei 2026 setelah pada bulan sebelumnya sempat mengalami penurunan.
Menurut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), total nominal simpanan di bank umum mencapai Rp 10.330 triliun pada Mei 2026. Angka tersebut naik 2,20 persen secara bulanan (month to month/MoM) dibandingkan posisi April 2026 yang tercatat Rp 10.107 triliun.
Kenaikan simpanan ini terjadi di tengah kondisi penghimpunan dana perbankan yang masih dinilai kuat. LPS juga menilai perkembangan intermediasi perbankan menunjukkan arah yang positif, seiring sejumlah indikator pendukung yang tetap terjaga.
“Perkembangan kinerja intermediasi yang positif tersebut didukung oleh kondisi permodalan, profitabilitas, dan likuiditas perbankan yang tetap terjaga sehingga mampu menjadi penyangga terhadap berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam keterangan resmi yang disampaikan Kamis (25/6/2026).
Selain melihat total nominal simpanan, LPS turut memotret dinamika penghimpunan dana melalui Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan. Pada Mei 2026, DPK perbankan tumbuh 13,47 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pada saat yang sama, kredit perbankan tumbuh 11,51 persen secara tahunan (yoy).
Dalam rincian DPK berdasarkan denominasi, pertumbuhan DPK dalam rupiah tercatat sebesar 12,37 persen (yoy). Sementara itu, DPK valuta asing tumbuh 8,91 persen (yoy) jika dilihat dalam denominasi dollar AS.
DPK dan kredit tetap bertumbuh
Pada Mei 2026, LPS mengaitkan kondisi tersebut dengan keberlanjutan sejumlah aspek kunci dalam kinerja perbankan, khususnya dari sisi permodalan, profitabilitas, serta likuiditas. LPS menyebut kondisi-kondisi itu memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi sekaligus menjadi penyangga terhadap potensi risiko.
Dengan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan kredit pada basis yoy, struktur penyaluran dan penghimpunan dana menunjukkan pola yang mendukung kenaikan total simpanan masyarakat. Perbedaan laju pertumbuhan ini tercermin dalam besaran persentase masing-masing indikator yang disebut LPS.
Dari sisi total simpanan, angka Mei 2026 sebesar Rp 10.330 triliun juga mencerminkan pemulihan setelah periode April yang lebih rendah. LPS menyatakan, kenaikan pada Mei membalikkan kondisi April ketika total nominal simpanan turun 1,40 persen secara bulanan (MoM).
Deposito masih dominan, namun ada perubahan antarjenis
LPS kemudian merinci distribusi simpanan bank umum berdasarkan jenis instrumen. Dalam komposisi nominal simpanan, deposito masih menjadi instrumen yang mendominasi.
Pada April 2026, deposito mencakup 34,86 persen dari total nominal simpanan. Angka ini relatif stabil pada Mei 2026, ketika porsinya menjadi 34,84 persen.
Meskipun porsi deposito cenderung konsisten, pertumbuhan antarjenis simpanan mengalami perubahan dari bulan ke bulan. Pada April, nominal simpanan Deposit on Call mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,13 persen secara bulanan (MoM). Di periode yang sama, deposito justru mengalami kontraksi sebesar 3,39 persen.
Perubahan tidak berhenti pada April. Pada Mei, giro menjadi jenis simpanan dengan kenaikan nominal tertinggi, yaitu sebesar 4,40 persen secara bulanan (MoM). Sementara itu, Deposit on Call pada Mei mengalami kontraksi sebesar 5,75 persen.
Rangkaian angka tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi atau pergerakan dana di masing-masing instrumen simpanan, meski deposito tetap menjadi komponen terbesar dalam struktur total nominal.
Dengan demikian, peningkatan total simpanan pada Mei 2026 dapat dipahami sebagai hasil dari kombinasi pertumbuhan DPK yang positif serta pergeseran pertumbuhan pada jenis-jenis simpanan tertentu. LPS mengilustrasikan bahwa dinamika tersebut berjalan dalam kerangka kondisi perbankan yang menurutnya tetap terjaga dari sisi permodalan, profitabilitas, dan likuiditas.
Secara ringkas, pada Mei 2026 total nominal simpanan di bank umum berada di Rp 10.330 triliun, naik 2,20 persen dibanding April. Kinerja penghimpunan dana juga tercermin dari pertumbuhan DPK sebesar 13,47 persen (yoy), sementara kredit tumbuh 11,51 persen (yoy). Komposisi deposito tetap menjadi yang terbesar dengan porsi sekitar 34,8 persen, meski pertumbuhan antarjenis simpanan menunjukkan pergeseran pada giro dan Deposit on Call.
Dengan latar tersebut, kenaikan simpanan masyarakat pada Mei 2026 menandai kelanjutan momentum setelah sempat terjadi penurunan pada bulan sebelumnya. LPS menekankan bahwa kinerja intermediasi yang positif tetap ditopang faktor internal perbankan, yang berperan sebagai penyangga menghadapi potensi risiko.












