jurnalistik.co.id – Jaksa dari Crown Prosecution Service (CPS) membidik rekening bank dan aset milik direktur pemakaman Legacy, Robert Bush, setelah ia dijatuhi hukuman penjara 20 tahun. Langkah itu dilakukan melalui pembekuan aset, sambil mengupayakan pengembalian uang yang diduga diambil dari para korban.
Bush menjalani vonis tersebut di Hull Crown Court pada hari Jumat. Ia dinyatakan bersalah atas 67 dakwaan, termasuk tindakan yang membuat 30 orang tidak mendapat pemakaman yang layak serta pemberian abu milik orang lain kepada keluarga korban.
Pria berusia 48 tahun itu mengelola Legacy Independent Funeral Directors di Hull. Dalam persidangan, terungkap bahwa Bush menjual rencana pemakaman palsu dan mengambil dana amal hingga ÂŁ12.000.
Upaya kompensasi melalui hasil kejahatan
Laura Tams KC, deputy chief crown prosecutor di CPS, menyatakan pihaknya akan menelusuri aspek keuangan dalam perkara tersebut. Ia menegaskan bahwa CPS akan berupaya menyita hasil kejahatan dan mencoba memberi kompensasi kepada keluarga yang dirugikan.
“Kami akan menyoroti dia, aspek keuangan dari kasus ini, untuk melihat apakah kami dapat menyita perolehan dari kejahatannya dan mencoba mengimbangi para keluarga,” kata Tams.
Ketika menjatuhkan putusan, Mr Justice Hilliard mengatakan bahwa Bush “mendapat manfaat yang sangat besar” dan “jelas menjalani kehidupan yang sangat baik.” Menurut Tams, ini bukan kasus seseorang yang baru saja terpuruk secara finansial.
Ia menambahkan, “Saya tidak melihat ini sebagai kasus seseorang yang baru-baru ini jatuh pada masa sulit. Saya pikir skala pelanggaran, lamanya tindakan itu berlangsung, menunjukkan bahwa hal itu telah menjadi semacam model bisnisnya.”
Kejadian dalam rumah duka dan kesalahan penanganan jenazah
Dalam persidangan, pengadilan mendengar bahwa rangkaian kejahatan Bush juga mencakup kelalaian berat terhadap jenazah. Bush disebut meninggalkan sisa-sisa bayi yang masih hidup (stillborn) di lantai selama dua tahun, sekaligus memberikan abu yang salah kepada orang tua yang tengah berduka.
Penasihat hukum Richard Wright KC menjelaskan bahwa kliennya mengakui dakwaan. Ia menyebut Bush sebagai pribadi dengan rekam jejak karakter yang baik sebelumnya, namun kemudian “kehilangan nama baik dan mata pencahariannya.”
Wright juga menyampaikan bahwa “keserakahan, ketidakmampuan, dan ketidakmampuan untuk mengikuti kekurangan-kekurangan yang terjadi pada dirinya sendiri” ikut berperan dalam tindakan Bush.
Fakta soal uang: klaim ketidakmampuan, tetapi gaya hidup tetap berjalan
Dalam wawancara polisi, Bush mengatakan bahwa utang menumpuk hingga membuatnya tidak mampu membayar biaya kremasi. Namun fakta di persidangan menunjukkan gambaran yang berbeda mengenai penghasilan dan pengeluaran pribadinya.
Terungkap bahwa Bush mengambil ÂŁ162.000 setahun untuk dirinya sendiri. Selain itu, ia memindahkan rata-rata ÂŁ52.000 per tahun kepada istrinya.
Berita Terkait
Catatan juga menunjukkan bahwa beberapa ribu pound per tahun digunakan untuk liburan, penerbangan, dan hotel. Sepanjang periode 2017 hingga 2024, total uang yang masuk ke Legacy dan rekening pribadi Bush disebut lebih dari ÂŁ3,5 juta.
Sejak menjalani syarat penangguhan (bail), Bush kemudian pindah ke alamat di Otley, West Yorkshire. Sebelum pemindahan itu, ia tinggal di wilayah yang lebih makmur di East Riding of Yorkshire.
Tams juga mengungkap bahwa Bush menikmati balap motor. Ia ditangkap di Bandara Heathrow setelah melakukan liburan di Amerika Serikat.
Proses penegakan: ribuan halaman bukti dan pola menyesatkan keluarga
Tams menyebut perkara ini “mengejutkan” dengan “pelanggaran kepercayaan yang sangat serius.” Ia mengatakan, lebih dari 13.000 halaman bukti penuntutan berhasil disusun untuk menghadirkan gambaran penuh ke pengadilan.
Investigasi menemukan bahwa keluarga telah disesatkan oleh Bush sejak tahun 2012. Selain kegagalan melakukan kremasi terhadap jenazah yang ditangani, Tams menilai ada “aspek yang jauh lebih luas” dari pelanggaran Bush.
Ia menekankan bahwa Bush secara curang memperdagangkan rencana pemakaman ketika ia tidak memiliki otorisasi. Menurut Tams, terdapat lebih dari 200 orang yang terdampak oleh tindakan itu.
“Mereka mengira bahwa mereka berinvestasi pada layanan pemakaman mereka di masa depan. Mereka mengira bahwa [Bush] akan menggunakan uang itu untuk diinvestasikan bersama institusi keuangan. Tetapi, pada kenyataannya, dia menyimpan uang itu untuk kepentingan dirinya sendiri,” jelas Tams.
Dalam kesempatan yang sama, Tams menyatakan prioritas CPS adalah membangun perkara yang “kokoh” dengan menunjukkan skala penuh kesalahan Bush. Ia mengatakan tujuan akhirnya adalah agar keluarga mendapatkan keadilan.
Kerugian pada lembaga amal dan desakan regulasi industri
Di persidangan, pengadilan mendengar bahwa total ada 12 badan amal yang kehilangan uang. Tams menyebut keluarga meninggalkan donasi yang mereka inginkan agar disalurkan untuk tujuan amal atas nama orang yang mereka cintai.
Ia menambahkan, “Dalam 12 kesempatan yang diketahui, uang itu tidak pernah diterima oleh badan amal.”
Jaksa tidak bisa menyebutkan angka pasti berapa banyak uang yang diambil dari kotak pengumpulan amal selama enam tahun enam bulan. Namun, pengadilan diberi informasi bahwa kisarannya berada di antara ÂŁ5.540 dan ÂŁ12.000.
Sejumlah keluarga dalam kasus ini juga menyerukan adanya regulasi yang lebih tegas untuk industri pemakaman. Tams mengatakan perkara itu “mengungkap kelemahan yang benar-benar serius dan mendasar” dalam industri tersebut.
“Fakta bahwa bisnisnya bisa berjalan seperti ini selama bertahun-tahun dan luput teridentifikasi sangat memprihatinkan,” kata Tams.












