Pendidikan

Studi Mengaitkan 3 Kebiasaan dengan Risiko Penyakit Kronis Lebih Rendah

×

Studi Mengaitkan 3 Kebiasaan dengan Risiko Penyakit Kronis Lebih Rendah

Sebarkan artikel ini
Studi Ungkap 3 Kebiasaan yang Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Kronis Lebih Rendah Lifestyle 22 Juni 2026
Ilustrasi: Studi Ungkap 3 Kebiasaan yang Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Kronis Lebih Rendah

jurnalistik.co.id – Menjalani pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ternyata tidak hanya membantu mencegah diabetes. Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk mengalami berbagai penyakit kronis ketika memasuki usia lanjut.

Temuan ini berasal dari studi jangka panjang yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA dan dilaporkan oleh ScienceAlert pada 22/6/2026. Penelitian tersebut menelaah data dari program Diabetes Prevention Program (DPP) serta studi lanjutan Diabetes Prevention Program Outcomes Study (DPPOS), yang telah mengikuti ribuan peserta selama lebih dari dua dekade.

Dalam analisisnya, para peneliti dari berbagai institusi di Amerika Serikat menelaah data kesehatan 1.173 orang yang sebelumnya terdaftar dalam program DPP karena memiliki kondisi pradiabetes. Peserta kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan.

Kelompok pertama menerima plasebo. Kelompok kedua mengonsumsi obat diabetes metformin. Sementara itu, kelompok ketiga menjalani program perubahan gaya hidup melalui pola makan sehat dan olahraga dengan target penurunan berat badan minimal 7 persen.

Program perubahan gaya hidup tersebut berlangsung selama tiga tahun. Setelah periode intervensi, peserta kemudian memasuki masa tindak lanjut yang berlangsung lebih dari 20 tahun, sehingga peneliti dapat melihat kaitannya dengan kondisi kesehatan jangka panjang.

Penilaian terhadap risiko multimorbiditas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menjalani pola hidup sehat memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami multimorbiditas. Multimorbiditas diartikan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki dua atau lebih penyakit kronis sekaligus.

Bahkan ketika diabetes dikeluarkan dari daftar penyakit yang dianalisis, risiko penyakit kronis pada kelompok pola hidup sehat tetap lebih rendah dibanding kelompok lainnya. Dengan kata lain, temuan yang diamati tidak hanya bergantung pada satu diagnosis diabetes.

Selama masa tindak lanjut lebih dari 20 tahun, peserta yang pernah mengikuti program pola hidup sehat tercatat memiliki risiko 21 persen lebih rendah mengalami multimorbiditas dibanding kelompok plasebo. Sementara itu, peneliti menemukan perbedaan yang relatif kecil antara kelompok plasebo dan kelompok yang mengonsumsi metformin.

Daftar penyakit kronis yang dianalisis

Penelitian ini menilai 15 penyakit kronis. Di antaranya meliputi hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, stroke, artritis, asma, dan kanker.

Selain itu, peneliti juga memasukkan penyakit ginjal kronis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), demensia, depresi, serta osteoporosis. Diabetes juga tetap menjadi salah satu kondisi yang dievaluasi dalam analisis awal.

Untuk memperkuat hasil, para peneliti melakukan penyesuaian terhadap sejumlah faktor yang dapat memengaruhi hasil. Faktor-faktor tersebut mencakup usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), konsumsi alkohol, ras, dan etnis.

Dampak pencegahan di usia lanjut

Pendekatan pencegahan yang diamati dalam penelitian ini mendapat perhatian dari National Institute on Aging di Amerika Serikat. Marcel Salive, perwakilan dari institusi tersebut, menyampaikan bahwa pencegahan diabetes penting, tetapi pencegahan penumpukan berbagai penyakit kronis seiring bertambahnya usia bisa memiliki dampak yang lebih luas.

“Mencegah diabetes sangat penting, tetapi mencegah munculnya berbagai penyakit kronis seiring penuaan mungkin memiliki dampak yang lebih besar terhadap kualitas hidup, kemandirian, dan biaya layanan kesehatan,” kata Salive.

Dengan mempertimbangkan hasil dari DPP dan DPPOS yang menelusuri peserta dalam waktu lama, studi ini menegaskan kaitan antara kebiasaan pola makan sehat, olahraga teratur, serta menjaga berat badan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah saat menua. Temuan tersebut juga memperlihatkan bahwa manfaat yang terlihat pada kelompok perubahan gaya hidup tetap bertahan bahkan ketika diabetes tidak lagi menjadi bagian dari perhitungan.