Teknologi

TrendForce: Pangsa Nvidia dan AMD di China Diprediksi Kian Menurun pada 2026

×

TrendForce: Pangsa Nvidia dan AMD di China Diprediksi Kian Menurun pada 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ramalan Kelam Nvidia-AMD di China, Ada Ancaman Besar di Depan Mata

jurnalistik.co.id – Dominasi Nvidia dan AMD di pasar chip kecerdasan buatan (AI) China diproyeksikan makin menipis pada 2026. Perusahaan riset pasar TrendForce memperkirakan, chip AI kelas atas buatan lokal akan menguasai hampir 90 persen pasar.

Sementara itu, pangsa gabungan Nvidia dan AMD diperkirakan turun hingga tinggal sekitar 10 persen. Proyeksi ini muncul di tengah pembatasan ekspor teknologi Amerika Serikat ke China serta dorongan yang semakin agresif dari Beijing untuk memakai chip buatan dalam negeri.

Menurut TrendForce, solusi domestik China berada di jalur untuk menyingkirkan peran pemain luar pada segmen chip AI kelas atas. Dalam proyeksi untuk tahun 2026, kinerja industri chip lokal disebut terus menguat dan porsi pasar yang diraih diproyeksikan mendekati angka 90 persen.

TrendForce juga mengaitkan lonjakan tersebut dengan percepatan produksi chip AI dalam negeri. Pengiriman chip AI kelas atas buatan China diproyeksikan tumbuh sekitar 83 persen secara tahunan pada 2026.

Selain itu, pasar chip AI kelas atas di China sendiri diperkirakan tumbuh lebih dari 60 persen pada tahun yang sama. Perubahan permintaan ini tidak hanya berasal dari kebijakan, tetapi juga dari kebutuhan perusahaan teknologi dan penyedia layanan komputasi di China yang makin aktif menggunakan solusi lokal.

Dalam laporan yang sama, TrendForce menyebut beberapa pihak yang berpeluang memperbesar pangsa pasar domestik. Nama yang disebut antara lain Huawei dan Cambricon, serta chip custom berbasis Application-specific Integrated Circuit (ASIC) yang dikembangkan oleh raksasa teknologi seperti Baidu, Alibaba, dan Tencent.

Dengan kombinasi pengembangan infrastruktur, dukungan ekosistem, dan pilihan produk yang semakin beragam, pemain chip lokal diproyeksikan memiliki ruang untuk memperluas adopsi. Pada saat yang sama, tekanan dari pembatasan ekspor ikut mendorong percepatan transformasi rantai pasok komputasi AI.

Tekanan kebijakan ekspor dan respons industri

Tekanan terhadap Nvidia dan AMD datang dari kebijakan pemerintah AS yang membatasi ekspor chip AI canggih ke China. Meski demikian, TrendForce mencatat penjualan sejumlah chip Nvidia dan AMD ke perusahaan China tidak sepenuhnya dilarang.

Ekspor produk tertentu tetap dapat berlangsung, tetapi harus melewati proses persetujuan. Mekanisme ini dimaksudkan untuk memastikan chip yang dikirim tidak digunakan oleh militer China atau entitas yang terkait.

Di sisi lain, situasi pembatasan tersebut justru menjadi katalis bagi China untuk mempercepat pengembangan industri chip domestik. TrendForce sebelumnya juga mencatat langkah kemandirian China di sektor semikonduktor, meski masih menghadapi kendala pada teknologi manufaktur canggih.

Kendala yang disebut mencakup komponen berperforma tinggi seperti memori bandwidth tinggi (High Bandwidth Memory/HBM) serta aspek pengemasan chip. Tantangan-tantangan ini tidak menghapus laju investasi, namun membuat proses penguatan industri tetap membutuhkan waktu dan penyesuaian.

Dalam kondisi pasar yang makin berubah, produsen luar tampak berupaya menjaga peluang bisnis melalui strategi produk. Salah satu pendekatan yang disorot TrendForce adalah penyusunan varian GPU yang disesuaikan dengan ketentuan ekspor AS untuk pasar China.

Nvidia, misalnya, dikabarkan menyiapkan varian GPU RTX Pro 5000 untuk pasar China. GPU tersebut disebut akan menggunakan memori GDDR7 agar dapat memenuhi ketentuan pembatasan ekspor dari AS.

RTX Pro 5000 disebut menjadi bagian dari keluarga GPU Blackwell Nvidia. Langkah serupa juga disebut sebelumnya, yaitu persiapan RTX 6000D untuk pelanggan di China.

Dalam laporan yang dirangkum, RTX 6000D ditempatkan di bawah RTX 6000 versi global dalam jajaran GPU Blackwell. Artinya, Nvidia mencoba menyesuaikan posisi produk dengan batasan pasar yang diberlakukan melalui regulasi.

Persaingan diperkirakan makin ketat

Dengan dorongan kebijakan China, investasi yang terus mengalir ke pengembangan chip lokal, serta pembatasan ekspor dari AS, persaingan di pasar chip AI diprediksi semakin ketat. TrendForce menilai kombinasi faktor tersebut dapat mempercepat pergeseran pangsa pasar dari pemain luar menuju pemasok domestik.

Proyeksi penurunan pangsa Nvidia dan AMD juga menunjukkan bahwa ruang untuk bertahan tidak hanya bergantung pada performa produk, tetapi juga pada kemampuan menyesuaikan desain dan varian sesuai aturan. Di saat yang sama, pertumbuhan pengiriman chip AI kelas atas dari China yang diproyeksikan melonjak memberi sinyal bahwa kapasitas dan minat pasar akan mendukung akumulasi porsi domestik.

Bagi ekosistem komputasi AI di China, perubahan ini juga dapat mengubah strategi pengadaan jangka menengah. Perusahaan yang sebelumnya bergantung pada chip generasi tertentu akan semakin terdorong mengevaluasi portofolio lokal, termasuk chip custom ASIC dan solusi dari perusahaan seperti Huawei serta Cambricon.

Secara keseluruhan, TrendForce menggambarkan 2026 sebagai tahun yang menentukan arah pasar chip AI kelas atas di China. Bila proyeksi tersebut terwujud, dominasi pemain luar berpotensi menyusut tajam, sementara chip lokal mendekati posisi mayoritas hingga mendekati 90 persen pangsa pasar.