jurnalistik.co.id – Serangan buaya yang menimpa seorang anak berusia tiga tahun di Johnsons of Old Hurst, dekat Huntingdon, Cambridgeshire, disebut menjadi hari paling menegangkan dalam sejarah keluarga pengelola kebun binatang tersebut.
Pihak keluarga pemilik lokasi mengatakan insiden itu “one of the most distressing incidents in our history”, menyusul cedera serius yang dialami anak saat berada di dalam area kandang buaya.
Insiden terjadi pada 18 Juni, ketika anak tersebut akhirnya masuk ke enclosure buaya. Keluarga menyampaikan bahwa anak berasal dari Cambridgeshire dan tengah berkunjung bersama keluarganya.
Kronologi: respons cepat setelah panggilan pertama
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui media sosial, pihak Johnsons menyebut staf kebun binatang merespons “within minutes of the first radio call”.
Menurut informasi kepolisian setempat, panggilan terhadap kejadian di lokasi diterima pada pukul 13:24 BST, lalu respons resmi dilakukan pada 13:34 BST setelah insiden tersebut.
Setelah dievakuasi, anak sempat mendapatkan pertolongan pertama. Pihak kebun binatang juga menyatakan anak segera diselamatkan tidak lama setelah kejadian.
Terima kasih pada warga dan aparat yang membantu
Johnsons menyampaikan “We would also like to express our heartfelt thanks to the visitors who stepped forward to help, including off-duty paramedics and police officers, whose calm and immediate actions made a real difference.”
Selain itu, mereka mengatakan telah menerima “overwhelming” kebaikan dari komunitas lokal maupun dari masyarakat di seluruh negeri.
Pengelola juga menegaskan apresiasi kepada tim internal. Mereka menyatakan, “We are immensely proud of our own staff, who responded without hesitation and did everything they could to help and support the child until emergency services took over,”.
Sejumlah pihak juga menyebut adanya keterlibatan langsung keluarga pengelola dalam upaya penanganan saat kejadian berlangsung.
Chris Newman, direktur National Centre for Reptile Welfare, sebelumnya menyampaikan kepada BBC bahwa tiga anggota keluarga Johnson memasuki enclosure.
Berita Terkait
Penanganan kepolisian dan kondisi korban
Kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap seorang pria berusia 30 tahun dari Norfolk. Ia ditangkap dengan dugaan percobaan pembunuhan.
Pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan (bail) hingga 18 September. Polisi juga menyatakan terdakwa “assessed as not being fit for interview”.
Dalam keterangannya, polisi memperkirakan pria itu memiliki disabilitas belajar (learning disabilities) dan saat kejadian berada dalam kunjungan ke kebun binatang bersama para pendampingnya.
Polisi menyebut ia tidak diduga mengetahui anak yang menjadi korban.
Di sisi lain, keluarga korban menyampaikan pada hari Rabu bahwa mereka ingin mengucapkan terima kasih kepada staf kebun binatang yang menolong anak dari enclosure. Mereka menyatakan, “We would like to thank the staff at the zoo who rescued our son from the enclosure… our attention remains focused on his recovery and supporting him through this extremely challenging and prolonged period of time.”
Petugas juga menyatakan anak tetap dirawat di Addenbrooke’s Hospital di Cambridge dengan kondisi stabil.
Profil kebun binatang dan hewan buaya di lokasi
Kebun binatang ini berada di sebuah peternakan yang dijalankan keluarga di Old Hurst, dekat Huntingdon. Lokasi memiliki lebih dari 100 hewan, termasuk singa, harimau, dan meerkat.
Menurut informasi yang sama, buaya dan spesies buaya darat (crocodilians) mulai didatangkan ke peternakan pada 2006. Jenis yang kini ada meliputi broad snouted caiman, Nile crocodiles, serta American alligator.
Serangan terhadap anak yang tengah berkunjung itu kemudian menjadi sorotan utama, karena terjadi saat anak berada “while in the enclosure”, seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Cambridgeshire Police.
Dengan adanya penangkapan terhadap pihak yang dicurigai, proses hukum masih berjalan, sementara keluarga korban menekankan fokus utama mereka pada pemulihan anak.
Bagaimanapun, kebun binatang menegaskan timnya telah melakukan segala upaya untuk menolong anak sampai layanan darurat mengambil alih penanganan di lokasi.








