jurnalistik.co.id – Timnas Argentina meraih kemenangan 3-2 atas Cape Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026). Hasil itu disambut euforia ribuan pendukung yang langsung turun ke jalan di Maluku.
Pertandingan berlangsung di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat. Setelah laga berakhir, perayaan berpindah dari layar nonton bareng menuju arus jalan raya di Ambon.
Argentina mencetak tiga gol melalui Lionel Messi dan Lisandro Martinez, serta satu gol bunuh diri Diney. Sementara itu, dua gol Cape Verde dibukukan Deroy Duarte dan Sindy Lopes Cabral.
Di Ambon, dukungan yang semula memadati lokasi nonton bareng kemudian berubah menjadi konvoi. Massa bergerak dari Lapangan Merdeka Ambon dan sejumlah titik lain, lalu mengalir ke jalan-jalan utama hingga kawasan Jembatan Merah Putih.
Konvoi diikuti warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, perempuan, orang dewasa, hingga lanjut usia. Mereka memakai jersey, membawa bendera Argentina, dan menggunakan kendaraan beragam seperti sepeda motor, mobil pribadi, angkutan kota, truk, serta mobil pikap.
Klakson kendaraan dibunyikan sepanjang perjalanan diiringi yel-yel kemenangan. Di tengah iring-iringan, massa meneriakkan “Hidup Argentina, Vamos Argentina, pantas juara.”
Di sisi jalan, sebagian warga lain memilih berdiri di bahu jalan untuk menyaksikan iring-iringan konvoi. Besarnya massa membuat sejumlah ruas utama di Kota Ambon dipadati kendaraan.
Konvoi pendukung memicu kepadatan lalu lintas
Kemacetan terjadi di beberapa titik, termasuk kawasan pusat kota serta area Jembatan Merah Putih yang dipenuhi lautan pendukung. Kondisi ini membuat pergerakan kendaraan melambat karena konsentrasi massa dan antrean kendaraan yang mengikuti iring-iringan.
Berita Terkait
Untuk menjaga jalannya konvoi, ratusan personel kepolisian disiagakan di sejumlah ruas jalan utama. Petugas berada di antaranya kawasan Mardika, Batu Merah, hingga kedua ujung Jembatan Merah Putih.
Selain mengamankan konvoi, petugas juga berupaya mengurai kemacetan yang muncul. Upaya itu dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan MCM Ambon, dan beberapa titik lain yang terdampak kepadatan.
Menurut warga, Maluku selama ini dikenal sebagai salah satu basis pendukung Argentina terbesar di Indonesia saat penyelenggaraan Piala Dunia. Respons kali ini kembali menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap tim berjuluk Tango.
Sebelum berpesta di jalan, suasana sempat menegangkan bagi para pendukung yang mengikuti pertandingan hingga babak tambahan waktu. Mereka menunggu momen penentu dengan penuh ketegangan, sebelum akhirnya suasana berubah menjadi euforia ketika Argentina memastikan kemenangan.
Rasa lega itu kemudian mengalir bersamaan dengan konvoi yang makin padat. Setelah kemenangan benar-benar terkunci, ribuan pendukung merasa boleh merayakan di jalan-jalan utama Ambon.
Perayaan yang berlangsung usai pertandingan itu menggambarkan bagaimana kemenangan di lapangan dapat langsung memantik kegembiraan di ruang publik. Dengan konvoi yang ramai dan terorganisasi oleh dorongan massa, perayaan terus bergerak hingga sejumlah titik yang menjadi tujuan utama pendukung.
Setelah hasil akhir dibaca, kegembiraan yang sebelumnya berkumpul di ruang-ruang nonton bareng mulai berubah menjadi momentum kolektif. Di beberapa titik keberangkatan, warga saling berinteraksi dan menyatukan arah pergerakan hingga arus konvoi jelas terlihat mengalir menuju pusat keramaian kota.
Irama perayaan tidak hanya tampak dari kendaraan yang memenuhi ruas jalan, tetapi juga dari seruan kemenangan yang terus bergema. Sepanjang perjalanan, suara klakson dan yel-yel menjadi penanda bahwa antusiasme datang dari berbagai segmen masyarakat, termasuk yang memilih mengikuti iring-iringan maupun yang menepi untuk menyaksikan dari pinggir jalan.
Di saat yang sama, peningkatan jumlah massa membuat akses kendaraan menjadi lebih lambat, terutama di area pusat kota dan Jembatan Merah Putih. Untuk memastikan konvoi tetap bergerak, kepolisian menempatkan personel di beberapa ruas penting dan melakukan upaya penguraian kepadatan di titik-titik terdampak, termasuk sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan MCM Ambon.












