jurnalistik.co.id – BRNO, Ceko—Pebalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan perkembangan pesat di Moto3 2026. Di Sirkuit Brno, ia finis di posisi kelima setelah memulai balapan dari urutan ke-20.
Hasil itu terasa semakin spesial karena Veda mampu melakukan start agresif dan terus menembus barisan depan sepanjang balapan. Dengan capaian tersebut, ia menegaskan kecepatan dan keberanian untuk bersaing di rombongan yang menentukan.
“Dari posisi start ke-20 finis di posisi kelima, saya senang dengan balapan ini. Tapi saya juga merasa masih ada yang kurang, karena sejak Mugello saya sudah bertarung di grup depan dan hari ini kami sangat dekat dengan podium,” kata Veda dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).
Veda mengakui akhir pekan di Brno tidak berjalan mudah sejak sesi latihan hingga kualifikasi. Menurutnya, ia dan tim harus bekerja keras untuk menemukan setelan yang tepat agar ritme balapnya konsisten.
Selain proses penyesuaian, hasil kualifikasi juga membawa kendala tersendiri. Ia menerima penalti posisi start karena melambat saat sesi kualifikasi, sehingga harus memulai balapan dari urutan ke-20, padahal seharusnya berada di start kedelapan.
“Bagaimanapun, ini balapan yang sangat bagus karena kami cukup kesulitan sepanjang akhir pekan. Jumat dan Sabtu tidak mudah, tetapi saya belajar banyak dan mendapatkan pelajaran penting,” kata Veda.
Balapan berlangsung dalam kondisi lintasan kering. Suhu udara tercatat 29 derajat celsius dengan kelembapan 44 persen, sementara suhu lintasan menyentuh 43 derajat Celsius.
Kondisi tersebut menuntut pebalap menjaga ritme sambil mengelola ban selama balapan. Namun, Veda memilih pendekatan sederhana dengan mengutamakan upaya masuk ke rombongan depan secepat mungkin.
“Start dari posisi ke-20, satu-satunya fokus saya adalah menekan sejak awal dan secepat mungkin menyusul ke grup depan,” ujar dia.
“Saya tidak terlalu memikirkan ban. Saya hanya ingin mengejar rombongan depan dan bertarung, ungkap pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut.
Menurut Veda, momen ketika ia akhirnya bisa menyentuh rombongan depan menjadi titik kenyamanan strategi. Ia menilai setelah berada di sana, ia bisa mengikuti ritme yang dibangun para pesaing.
“Ketika sudah sampai ke mereka, saya merasa nyaman dan bisa mengikuti ritme mereka. Saya percaya diri dan tahu punya kecepatan yang dibutuhkan,” kata Veda.
Meski puas dengan hasil kelima, ia tetap melihat ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Fokus utama baginya berada pada fase penentuan, terutama saat memasuki lap terakhir.
“Untuk lap terakhir, saya masih harus berkembang. Banyak pebalap yang lebih berpengalaman dan lebih paham bagaimana mengelola momen-momen penentuan di akhir balapan,” katanya.
Dari jalannya balapan, Veda sempat menembus posisi empat besar. Namun pada beberapa lap berikutnya, posisinya sempat mandek di urutan keenam sebelum akhirnya kembali menyodok hingga finis di peringkat kelima pada lap akhir.
“Saya akan belajar dari balapan ini dan terus bekerja untuk seri berikutnya. Ini menjadi pengalaman yang sangat penting,” ungkap Veda.
Begitu balapan berjalan, pendekatan Veda jelas: ia menekan sejak awal untuk menuntaskan fase “mengejar” lebih cepat ketimbang rencana awal. Ketika akhirnya bisa mengimbangi rombongan depan, ia menggambarkan perubahan rasa percaya diri karena ritme balapan sudah bisa dibaca dan diikuti. Dari sana, ia lebih leluasa merespons dinamika para pesaing tanpa kehilangan momentum yang ia bangun sejak masuk barisan depan.
Di sisi lain, hasil kelima juga mencerminkan bahwa akhir pekan di Brno masih menuntut peningkatan. Ia mengaitkan beberapa kendala dengan proses menyusun setelan yang membuat ritme balapnya konsisten sejak latihan hingga kualifikasi, termasuk dampak penalti yang membuatnya harus memulai dari urutan ke-20. Meski pernah menyentuh posisi empat besar sebelum sempat mandek di sekitar peringkat keenam, Veda menegaskan masih ada pekerjaan pada fase-fase penentu, khususnya saat memasuki lap terakhir, agar performanya lebih stabil dan naik podium di seri berikutnya.

![[POPULER OTOMOTIF] Veda Ega Start Barisan Ketiga, Curhat Pemilik Jaecoo J7 Otomotif 21 Juni 2026](https://jurnalistik.co.id/wp-content/uploads/2026/06/6a0056dbc8a5f-1-350x220.jpeg)







![[POPULER OTOMOTIF] Hasil Klasemen MotoGP, Jadwal MotoGP Ceko 2026 Otomotif 22 Juni 2026](https://jurnalistik.co.id/wp-content/uploads/2026/06/6a37121cc440a-180x130.jpeg)


